Sixteen

***

Dengan perasaan kesal bercampur malu, Selir Agung segera berjalan ke arah ruang kerja Sang Kaisar. Setibanya didepan ruangan kerja Sang Kaisar, ia dengan segera bertanya kepada Sang penjaga pintu.

" Apakah Yang Mulia Kaisar berada di dalam? " Tanya selir Agung.

" Hormat Hamba Yang Mulia Selir Agung. Menjawab pertanyaan anda yang Mulia, Ya. Yang Mulia Kaisar ada didalam ruangannya. " Ucap Sang penjaga sambil memberi salam.

" Baiklah, katakanlah kepadanya aku hendak bertemu dengannya. " Perintah Selir Agung.

" Baik Yang Mulia. " Dengan segera Sang penjaga segera menyampaikan kedatangan selir Agung kepada Sang Kaisar.

" Hormat hamba yang Mulia Kaisar, semoga yang Agung senantiasa melimpahkan berkatnya. " Ucap Penjaga sambil memberi hormat.

" Ya. " Balas Sang Kaisar tanpa menoleh sebab ia masih menandatangani beberapa surat.

" Yang Mulia Selir Agung hendak bertemu dengan anda Yang Mulia Kaisar. " Ucap Penjaga.

" Suruhlah Ia masuk. " Jawab Kaisar.

" Sesuai perintah anda yang Mulia, hamba permisi. " Ucap penjaga sambil membungkuk hormat, setelah itu ia segera bergegas kembali.

" Yang Mulia Selir Agung, anda diperintahkan Yang Mulia Kaisar untuk masuk ke dalam. " Ucap Sang penjaga.

Setelah mendengarkan ucapan Sang penjaga, selir Agung segera masuk ke dalam ruangan Sang Kaisar.

" Hormat Selir ini kepada Yang Mulia Kaisar. " a ucap Selir Agung memberikan salam.

" Ya, ada gerangan apa kau ingin bertemu denganku? " Tanya Sang Kaisar.

" Jadi maksud kedatangan ku kesini Yang Mulia Kaisar, Selir ini merasa Sang Puteri bungsu perlu diberikan seorang guru tata krama yang Mulia, berhubung ia sudah lama didunia luar, serta beberapa waktu yang akan datang ia akan memasuki akademik, tentulah ia harus belajar tata krama dan beberapa pendidikan dasar lainnya. " Ucap Sang Selir sambil menunduk.

" Saran yang baik selir Agung . Baiklah aku akan mencoba membujuknya. " Ucap Sang Kaisar. Tanpa diketahui Sang Kaisar ada maksud terselubung dari tindakan Sang Selir.

" Ah, Yang Mulia, akankah malam ini anda akan ber singgah di petiduran selir ini? " Tanya Selir Agung dengan suara sedikit mendesah.

" Maafkan aku Selir Agung, ada beberapa hal yang harus ku selesaikan malam ini. " Ucap Sang Kaisar.

" Ah baiklah yang Mulia, maafkan Selir ini yang tidak mengetahui akan hal itu. " Ucap Selir Agung dengan nada dibuat menyesal.

" Cih, sampai kapan kau akan terus menghindari ku Ernest?? " Kesal Selir Agung dalam hati

" Selir Ini memohon undur diri. " Ucap selir Agung kepada sang Kaisar.

" Ya, silahkan. " Balas Sang Kaisar.

Selir Agung berjalan sambil menggerutu ia merasa sebal dengan penolakan secara halus dari Sang kaisar.

****

Setibanya di paviliun barat Selir Agung bersama putrinya segera menyusun beberapa siasat dengan tujuan menghancurkan Alana.

" Ibunda, apakah ibunda yakin dengan rencana ini? " Tanya Anastasya.

" Ya, ibunda yakin. Permaisuri saja ibu mampu melenyapkan nya. Mengapa si sampah itu tidak? " Ucap Selir Agung sambil menyeringai.

Flashback On

16 tahun yang lalu, di sebuah taman ada sepasang suami-istri yang sedang duduk sambil bercanda gurau.

" Sayang, jangan membuat ibunda mu susah ya. " Ucap sang kaisar sambil mencium perut buncit Sang permaisuri.

Sedangkan dari kejauhan ada seseorang menyaksikan kemesraan didepannya dengan hati yang dipenuhi dengan amarah. Ia juga sedang mengandung dan sebentar lagi akan tiba waktunya untuk bersalin, namun tak sedikit pun Sang kaisar melirik nya. Dengan perasaan marah ia segera kembali ke paviliun nya.

Terpopuler

Comments

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

kalau punya istri banyak ya gitu,pasti ada yg ter abaikan jadinya sakit hati,ujung2 saling menyakiti

2024-07-07

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!