Twelve

***

Saat ini Alana telah berada di depan gerbang Kekaisaran, namun sebelum Alana melangkahkan kakinya ke dalam istana Kekaisaran, Ia lebih dulu memerintahkan seorang pengawal untuk memanggil sang Kaisar.

" Prajurit, tolong beritahukan kepada Kaisar mu bahwa aku telah kembali, jika ia memilih untuk tidak datang dan menemuiku maka katakan saja aku akan kembali melanjutkan pengembaraan ku. " Perintah Alana kepada seorang prajurit yang berjaga di pintu gerbang.

" Baik, ada lagi? " Ucap prajurit tersebut.

" Ah ya katakan saja wanita bersurai putih. " Ucap Alana

Setelah kepergian sang prajurit, Alana segera berkata kepada seorang prajurit yang berjaga disitu.

" Bolehkah ku duduki tempat ini? " Tanya Alana.

" Silahkan. " Jawab Salah seorang dari prajut-prajurit tersebut.

Sedangkan prajurit yang membawa berita telah tiba didepan pintu ruang kerja sang kaisar.

" Hormat saya kepada Tuan. " Ucap Prajurit tersebut sambil menunduk.

" Salam diterima. Ada apa? " Ucap Tangan Kanan sang Kaisar.

" Jadi begini Tuan, maksud kedatangan saya hendak menyampaikan suatu hal yang penting. " Prajurit tersebut segera menceritakan dan memberitahukan maksud kedatangannya.

" Baiklah, kau boleh kembali bekerja. "

" Baik Tuan, hamba mohon pamit. " Ucapnya sambil beranjak.

***

" Hormat kepada Yang Mulia. Kiranya Anda senantiasa diberkati oleh Yang Agung. " Ucap Sang Tangan Kanan.

" Ya. Ada apa? " Tanya sang kaisar.

" Jadi maksud kedatangan saya begini Yang Mulia. " Ia segera menyampaikan kembali apa yang disampaikan oleh prajurit tersebut.

Setelah mendengar apa yang disampaikan oleh sang Tangan kanan, sang Kaisar mulai menimbang. Namun kata hatinya seolah menyuruhnya untuk ke sana.

" Baiklah mari kita temua orang itu. " Ucap Kaisar sambil beranjak dari tempat duduknya.

Setibanya di dekat pintu gerbang, ia segera memerintahkan para prajurit untuk memberikan jalan bagi wanita tersebut untuk masuk ke dalam istana.

" Nona, Anda dipersilahkan masuk oleh Yang Mulia Kaisar. " Ucap salah seorang prajurit.

" Baiklah, terimakasih. " Ucapnya sambil beranjak dari tempat itu.

Setibanya di depan sang kaisar, Alana segera menurunkan tudung yang menutupi kepalanya.

Deg

" Putri-ku" Ucap sang kaisar mematung ditempat. Tak terasa air matanya mulai menetes, dengan gerakan secepat kilat ia segera memeluk Alana dan ber teleportasi menuju ruang kerjanya.

Sedangkan orang-orang yang berada di sekitar mereka masih terpaku ditempat Masing-masing, bahkan darah mengalir dari kedua lubang hidung mereka.

***

Di sisi lain ada seorang pelayan berjalan dengan tergesa-gesa menuju ke paviliun barat. Setibanya disana, Ia segera menyampaikan kabar ini kepada Selir Agung dan putrinya.

" Salam kepada yang mulia selir agung bersama sang putri. Semoga Yang Agung senantiasa memberkati kalian. " Ucap pelayan itu sambil menunduk.

" Ya, ada apa? " Ucap Selir Agung.

" Yang Mulia, putri dari mendiang permaisuri telah kembali. " Ucap Pelayan tersebut takut.

" Apa???! " Ucap Sang putri terkejut. Sedangkan sang Selir masih shock dengan berita tersebut.

" Ibu bagaimana ini???!" Ucap Sang Ibu menenangkan.

" Tenanglah nak, tak mungkin si sampah itu bisa melawan kita. " Ucap Selir Agung dengan bangganya.

" Tapi Ibunda, bagaimana jika ia telah berubah?? " Cemas sang putri.

" Ck. Diamlah!! " Kesal Selir Agung.

" Kau pergilah. " Ucap Selir Agung kepada sang pelayan.

" Baik Yang Mulia. Hamba permisi. " Ucapnya segera berlalu dari tempat itu.

" Ibunda bagaiamana jika ia merebut semua milikku. " Ucap Sang putri merasa takut.

" Kau!! Tenanglah, bagaimana bisa ibunda dapat berpikir bila kau terus saja mengoceh?? " Marah sang Selir kepada anaknya.

***

Terpopuler

Comments

Kania Rahman

Kania Rahman

dasar ular kadut,,

2023-08-17

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!