***
Saat ini Alana telah berada di depan gerbang Kekaisaran, namun sebelum Alana melangkahkan kakinya ke dalam istana Kekaisaran, Ia lebih dulu memerintahkan seorang pengawal untuk memanggil sang Kaisar.
" Prajurit, tolong beritahukan kepada Kaisar mu bahwa aku telah kembali, jika ia memilih untuk tidak datang dan menemuiku maka katakan saja aku akan kembali melanjutkan pengembaraan ku. " Perintah Alana kepada seorang prajurit yang berjaga di pintu gerbang.
" Baik, ada lagi? " Ucap prajurit tersebut.
" Ah ya katakan saja wanita bersurai putih. " Ucap Alana
Setelah kepergian sang prajurit, Alana segera berkata kepada seorang prajurit yang berjaga disitu.
" Bolehkah ku duduki tempat ini? " Tanya Alana.
" Silahkan. " Jawab Salah seorang dari prajut-prajurit tersebut.
Sedangkan prajurit yang membawa berita telah tiba didepan pintu ruang kerja sang kaisar.
" Hormat saya kepada Tuan. " Ucap Prajurit tersebut sambil menunduk.
" Salam diterima. Ada apa? " Ucap Tangan Kanan sang Kaisar.
" Jadi begini Tuan, maksud kedatangan saya hendak menyampaikan suatu hal yang penting. " Prajurit tersebut segera menceritakan dan memberitahukan maksud kedatangannya.
" Baiklah, kau boleh kembali bekerja. "
" Baik Tuan, hamba mohon pamit. " Ucapnya sambil beranjak.
***
" Hormat kepada Yang Mulia. Kiranya Anda senantiasa diberkati oleh Yang Agung. " Ucap Sang Tangan Kanan.
" Ya. Ada apa? " Tanya sang kaisar.
" Jadi maksud kedatangan saya begini Yang Mulia. " Ia segera menyampaikan kembali apa yang disampaikan oleh prajurit tersebut.
Setelah mendengar apa yang disampaikan oleh sang Tangan kanan, sang Kaisar mulai menimbang. Namun kata hatinya seolah menyuruhnya untuk ke sana.
" Baiklah mari kita temua orang itu. " Ucap Kaisar sambil beranjak dari tempat duduknya.
Setibanya di dekat pintu gerbang, ia segera memerintahkan para prajurit untuk memberikan jalan bagi wanita tersebut untuk masuk ke dalam istana.
" Nona, Anda dipersilahkan masuk oleh Yang Mulia Kaisar. " Ucap salah seorang prajurit.
" Baiklah, terimakasih. " Ucapnya sambil beranjak dari tempat itu.
Setibanya di depan sang kaisar, Alana segera menurunkan tudung yang menutupi kepalanya.
Deg
" Putri-ku" Ucap sang kaisar mematung ditempat. Tak terasa air matanya mulai menetes, dengan gerakan secepat kilat ia segera memeluk Alana dan ber teleportasi menuju ruang kerjanya.
Sedangkan orang-orang yang berada di sekitar mereka masih terpaku ditempat Masing-masing, bahkan darah mengalir dari kedua lubang hidung mereka.
***
Di sisi lain ada seorang pelayan berjalan dengan tergesa-gesa menuju ke paviliun barat. Setibanya disana, Ia segera menyampaikan kabar ini kepada Selir Agung dan putrinya.
" Salam kepada yang mulia selir agung bersama sang putri. Semoga Yang Agung senantiasa memberkati kalian. " Ucap pelayan itu sambil menunduk.
" Ya, ada apa? " Ucap Selir Agung.
" Yang Mulia, putri dari mendiang permaisuri telah kembali. " Ucap Pelayan tersebut takut.
" Apa???! " Ucap Sang putri terkejut. Sedangkan sang Selir masih shock dengan berita tersebut.
" Ibu bagaimana ini???!" Ucap Sang Ibu menenangkan.
" Tenanglah nak, tak mungkin si sampah itu bisa melawan kita. " Ucap Selir Agung dengan bangganya.
" Tapi Ibunda, bagaimana jika ia telah berubah?? " Cemas sang putri.
" Ck. Diamlah!! " Kesal Selir Agung.
" Kau pergilah. " Ucap Selir Agung kepada sang pelayan.
" Baik Yang Mulia. Hamba permisi. " Ucapnya segera berlalu dari tempat itu.
" Ibunda bagaiamana jika ia merebut semua milikku. " Ucap Sang putri merasa takut.
" Kau!! Tenanglah, bagaimana bisa ibunda dapat berpikir bila kau terus saja mengoceh?? " Marah sang Selir kepada anaknya.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments
Kania Rahman
dasar ular kadut,,
2023-08-17
3