Eighth

Alana melanjutkan perjalanannya, namun terlihat didepannya ada sekelompok monster tingkat rendah sedang menyerang seorang pria. Setelah beberapa saat monster-monster itu bukannya berkurang malah semakin bertambah banyak. Alana yang melihat akan hal itu tak berniat sedikit pun untuk membantu. Beberapa saat kemudian ia menggunakan peringan tubuh dan mulai berlari ke arah monster sambil memegang katana miliknya. Dengan beberapa kali ayunan katana, ia mampu membunuh seluruh monster itu. Setelah itu tanpa sepatah kata, Alana segera berlalu meninggalkan Pria tersebut.

Sedangkan saat ini pria yang telah diserang oleh para monster merasa de javu dengan apa yang baru saja dilihatnya. Ia adalah seorang pangeran dengan tingkat kekuatan yang dimilikinya telah sampai ke ranah Jendral. Bagaimana bisa Ia tak mampu mengalahkan monster-monster itu, sedangkan wanita yang Ia tak tahu dari mana asal-usulnya. Tiba-tiba saja dengan kekuatan secepat angin bermodalkan sebuah katana mampu membantai habis monster-monster ini. Dan lebih mengejutkannya lagi ia tak merasakan pada tingkat mana kekuatan wanita tersebut.

" Terimakasih " Ucapnya lirih setelah tersadar dari keterkejutannya.

****

Sedangkan di sebuah kamar yang berada di sebuah Istana, ada dua orang wanita berbeda usia yang sedang berdebat.

" Ibunda, apakah ibunda yakin Ia telah mati? " Tanya sang anak.

" Yah, ibunda sangat yakin anakku, bagaimana bisa putri sampah sepertinya masih bertahan hidup sampai saat ini. Sudah 2 tahun berlalu dan tentunya ia telah mati. " Jawab Sang Ibunda yakin.

" Tapi Ibunda, aku merasa ia masih hidup. " Gusar sang anak

" Bagaimana bisa kau berpikir seperti itu?! Orang-orang suruhan ku mengatakan bahwa Ia telah mati. " Jawab Sang ibunda dengan nada yang sarkas.

" Baiklah, tapi bagaimana jika suatu saat ia kembali? tentunya ia akan merebut segala yang aku miliki ibunda. Aku tak ingin hal itu terjadi. " Ucap sang anak sambil meraung-raung.

" Tenang saja, serahkan saja semuanya itu pada ibundamu. " Ucapnya sambil menyeringai.

****

Sedangkan di sebuah kamar bernuansa Emas, ada seorang pria paruh baya sedang duduk di tepi ranjangnya dengan lirih ia berkata.

" Elena, maafkan aku. Aku tak becus menjaganya, ia telah menghilang selama 2 tahun. Dan tak ada 1 tanda yang dapat membantu ku menemukannya. Maafkan aku yang tak mampu menjaga permata kita. Kau rela mengorbankan nyawamu untuk nya, sedangkan aku hanya untuk menjaga satu jiwa saja aku tak mampu. Maafkan aku" Ucap Sang Kaisar sambil menitikan air mata.

Tiba-tiba ia merasa ada angin hangat yang menyapu lehernya secara lembut.

" Aku tahu itu dirimu sayang. Maafkan aku" Tangis sang kaisar makin bertambah kencang. Ia merasa gagal menjaga anak-anaknya.

" Aku berjanji padamu, aku akan berusaha sekuat tenaga ku mencari nya dan aku akan membawanya kembali pada pangkuanku. " Ucap sang kaisar penuh tekad.

****

Saat ini Alana telah keluar dari kawasan hutan kegelapan. Ia bertujuan untuk mengembara, namun sebelum itu ia memilih untuk terlebih dahulu ke tempat penjualan senjata.

"Sistem " Panggil Alana

" YA TUAN " Jawab Sistem.

" Apakah ditempat ini ada toko yang menyediakan senjata? " tanya Alana

" ADA TUAN, NAMUN UNTUK APA ANDA MENCARI SENJATA? BUKANNYA SENJATA MILIKMU SANGATLAH BANYAK? " Tanya sistem penasaran sekaligus bingung karena untuk apa sang tuan membeli senjata sedangkan dalam ruang dimensinya tersedia berbagai jenis senjata.

" Aku hanya ingin. " Ucap Alana

" BAIKLAH TUAN, SESUAI KEINGINAN ANDA, NAMUN JIKA ANDA INGIN MENDAPATKAN SENJATA MAKA ANDA HARUS KE KOTA." Ucap Sistem.

" Baiklah, mari kita ke kota. " Balas Alana.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!