****
" Lalu apa rencana Ibunda? " Tanya Anastasya
" Kau lihat saja apa yang terjadi. " Ucap Sang Selir
sambil mengeluarkan sebuah sebungkus racun.
" Apakah ibunda akan meracuninya? " Tanya Anastasya
" Ya, benar. Racun ini adalah racun tingkat tinggi yang dapat merusak wajah seseorang. " Ucap Sang Selir.
Setelah mengatakan hal itu ia segera mencampurkan racun tersebut dengan minuman yang berada dalam teko tersebut.
" Pelayan. " Panggil selir Agung.
" Ya, yang Mulia. " Ucap pelayan sambil menundukkan kepalanya.
" Antarkan cemilan ini untuk putri Alana. " Ucap Selir Agung
" Baik yang Mulia. Hamba permisi. "Ucap pelayan.
Setelah kepergian pelayan, Selir Agung dan puteri nya saling bertatapan dan tertawa. Tiba-tiba Sang puteri merasa jantung nya berdebar ketika melihat tawa ibunda nya.
" Ibunda, ada apa dengan jantungku?" Ucap Anastasya mengambil tangan Sang ibunda dan menaruhnya di atas dadanya.
" Kau ini sebenarnya kenapa? " Tanya Sang selir.
" Ibunda apa boleh? " Tanya Sang anak dengan tatapan yang begitu sayu yang terus memandang ke arah bibirnya. Karena merasa lemah dengan tatapan Sang puteri dengan segera selir Agung mengiyakan hal tersebut. Dan tanpa diduga hal yang tak diinginkan terjadi diantara keduanya.
***
Sang pelayan yang diperintahkan selir Agung telah tiba di paviliun Alana. Dengan segera ia memberikan cemilan tersebut kepada seorang pelayan Alana yang sedang berkeliaran di dekat paviliun.
" Tolong berikan cemilan ini kepada yang Mulia Puteri Alana, dan katakan cemilan ini dari yang Mulia Selir Agung. " Ucap pelayan tersebut kepada pelayan yang lainnya.
" Baiklah, kau boleh pergi. " Ucap pelayan tersebut.
Tok tok tok.
" Permisi Tuan puteri. " Ucap Sang Pelayan dari balik pintu.
" Ya. Masuklah " ucap Alana dari dalam kamar.
" Hormat saya kepada Tuan puteri. Saya membawakan cemilan untuk anda, cemilan ini diberikan oleh seorang pelayan utusan yang Mulia selir Agung. " Ucap pelayan tersebut.
" Ya, kau simpan saja disitu. Terimakasih" Ucap Alana.
" Baik Tuan puteri, saya mohon pamit. " Ucap pelayan berlalu dari hadapan Alana.
Setelah kepergian pelayan tersebut, Alana merasa bahwa ada yang tidak beres dengan cemilan pemberian Sang selir. Dengan segera ia mencium minuman yang terdapat dalam teko tersebut dan ya ia menemukan bahwa minuman ini beracun.
" Hahha, rupanya ia ingin bermain-main denganku. Akan ku ladeni kau selir Agung " Ucap Alana.
Dengan segera Alana bertukar pakaian, menggunakan jubah transparan miliknya yang ia ambil dari ruang dimensi. Alana segera melancarkan aksinya. Ia segera ber teleportasi ke arah paviliun barat sambil membawa teko tersebut.
Secara perlahan-lahan ia mendekati kamar milik Sang selir Agung, saat tiba didepan pintu ia seperti mendengar suara ******* dari dalam kamar. Karena penasaran ia segera masuk kedalam kamar tersebut, Alana dibuat terkejut dengan apa yang ada dihapannya. Dan Ia tak habis pikir bagaimana bisa seorang anak dan ibunya melakukan hal menjijikkan itu, jika saja berbeda jenis kelamin ia masih memaklumi nya. Karena ia mempunyai tujuan yang berbeda datang ke paviliun barat dengan segera ia menukar teko yang ia bawa dengan teko air yang tersedia di kamar tersebut. Setelah itu Alana segera meninggalkan paviliun tersebut dengan perasaan jijik.
Setelah kepergian Alana, Sang selir segera menyuruh putri nya untuk menyudahi kegiatan panas mereka, ia takut akan ada orang yang mengetahui kegiatan keji mereka. Sang selir merasa, mungkin saja karena sekian lama tak mendapatkan sentuhan dari Sang kaisar, maka tanpa berpikir panjang ia segera mengiyakan permintaan Sang putri dan ia mengakui bahwa ia menikmati hal itu.
*****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments
Oi Min
hiiiii..... nggilani..... gendhenk
2024-10-05
2
Uci Umami
ih ...ada2 aja deh masa ibu ma anak begituan
2024-02-11
0
Yoni Hartati
anak nya meninggal di kandungan kan. lalu ini Puteri siapa?
2023-09-15
5