"Astaga... kamu merajuk?" Tanya Keyla dengan tawa yang menghiasi wajah cantiknya, hingga membuat orang yang ada didepannya ini tambah memanyunkan bibirnya, dan itu bukannya membuat Keyla berhenti tertawa namun semakin keras tertawa, karena Keyla merasa lucu dengan ekpresi wajahnya.
"Diamlah Key! Atau aku akan marah besar padamu!" ancam James pada keyla sambil melepar tisu yang sudah ia bentuk menjadi seperti bola.
Tidak lama Keyla menghentikan tawanya, dia mengusap matanya yang sedikit berair, karena terlalu banyak tertawa, dia menatap James dengan masih menahan Tawa, namun Keyla mati-matian menahan tawa karena Keyla sudah kasihan dengan temannya ini.
"Baiklah aku minta maaf, gini Jams, bukannya bagus kalau kamu sudah ada dokter, itu artinya kamu akan segera sembuh, kan lebih cepat lebih baik."
Hufff James menghebuskan nafasnya dengan sedikit kasar, "masalahnya Key, aku malu karena dokternya perempuan, bagaimana caraku bicara padanya dan konsultasi mengenai hal sesensitif itu" ujar James sambil memijit plipisnya tanda dia pusing, kalau dia ganti dokter maka akan lama lagi, karena dokter yang sekarang termasuk dokter yang terbaik.
"Jams, dengar, apapun yang akan kita lakukan itu tidak akan selalu mulus, pasti ada hal yang tidak kita suka, tapi kembali lagi pada kita, cukup pikirkan, aku ingin sembuh, maka kamu akan kembali semangat." Terang Keyla sambil menggenggan tangan temannya itu, Keyla tahu ini sangat berat untuk temannya, apa lagi temannya ini memiliki gelar pria tertampan, jika ada yang tahu maka James akan sangat malu, pikir Keyla, namun jika dibiarkan maka temannya ini tidak akan sembuh-sembuh.
James terus menatap Keyla, hingga Keyla tersenyum dan menganggukkan kepalanya, tanda dia sangat mendukung niat temannya ini.
"Baiklah Akan aku coba Key, apa kamu mau menemaniku menemui dokternya?" Pinta James sambil membalas pegangan tangannya pada Keyla dengan tatapan yang memelas.
"Ok, aku akan menemanimu, kapan kamu akan menemui dokter?" Tanya Keyla, hingga pembicaraan keduanya terhenti ketika seseorang datang mengantarkan pesanan keduanya.
"Terima kasih" ujar Keyla pada pelayan Cafe yang sudah menaruh minuman dihadapannya.
"Sama-sama Nona, tuan, mari" pelayan itupun berlalu dari sana.
"2minggu lagi Key, aku akan bertemu dokter itu 2minggu lagi."
"Baiklah," keduanyapun akhirnya meminum minuman mereka sambil membahas banyak hal, dan sudah bisa dipastikan, disetiap pembahasan keduanya pasti akan terselip nama Nada, siapa lagi ulahnya kalau bukan Keyla.
"Ingat Jams, kamu belum tentu akan menemukan wanita sebaik dan sesabar Nada kelak, apa lagi dia sangat mencintaimu selama 6tahun."
"Banyak Key, kita lihat saja nanti jika aku sudah sembuh, aku akan membuktikan padamu jika aku bisa mendapatkan yang lebih dari dia."
"Ok, kupegang kata-katamu, awas jika kamu menyesal, aku orang pertama yang akan menertawakan kebodohanmu itu."
Ia, Keyla sangat menyayangkan James yang begitu acuh dan tidak suka pada sahabatnya Nada, karena Key tahu sebaik apa Nada, dan Key sangat tahu cinta Nada pada James, karena mereka bersahabat cukup lama, itu sebabnya Keyla berani berkata jika James akan menyesali.
"Sudah ayo kita pulang, nanti tante Winda akan marah jika aku mengantarmu terlalu malam," James sengaja mengajak Keyla pulang, jika di biarkan sudah pasti Keyla akan terus mengolok dirinya dan Nada.
"Ayo," keduanyapun beranjak dan berjalan keluar dari cafe tersebut, yang masih terlihat begitu ramai, bukannya semakin berkurang pengunjungnya, justru malah semakin banyak.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments
Fenty Dhani
yakin James akan menyesal karna mengabaikan nada
2024-01-16
1