Richad menoleh mendengar pintu ruangan kerjanya dibuka, "Ada apa dady kemari?" Tanya Richad setelah tahu jika dadynya yang datang, karena tidak biasanya, dadynya datang jika tidak ada yang penting.
Tuan iskandar duduk disofa dan manatap anaknya, Richad yang ditatappun paham jika dirinya harus mendekat.
"Katakanlah Dad" ujar Richad setelah dia duduk disofa berhadapan dengan tuan Iskandar.
"Dady hanya tidak ingin kamu terlalu memaksa adikmu untuk hal hubungan, biarkan dia menjalani hidupnya sesuai keinginannya, selama itu tidak dijalan yang salah" ucap sang Dady, karena tuan Iskandar tidak ingin kedua anaknya harus berselisih paham masalah pribadi masing-masing, lagian putrinya tidak suka keluyuran malam.
"Dady tahu sendiri, jika Ric melakukan ini semata-mata demi kebaikan Keyla, lagian dia tidak ada mendekati Keyla hingga sekarang, Ric hanya ingin Key tidak selalu murung Dad, itu saja" Ric menyandarkan badannya di badan Sofa, dia menatap langit-langit ruangannya, prasaannya berkelana kemana-mana, setiap hari dia selalu melihat adiknya selalu murung, Ric yakin jika Adiknya ada sesuatu diindo, karena setelah dari sana sikapnya berubah, dan benar saja setelah diselidiki, Richad pikir dengan berjalannya waktu semua akan baik-baik saja, namun siapa sangka, hingga sekarang adiknya masih mengharapkan pria itu, meskipun Key terlihat baik-baik saja, tapi mata adiknya itu tidak bisa berbohong, apa lagi keduanya memiliki sifat sama-sama keras kepala, jadi Richad hapal betul bagaimana adiknya.
"Apapun itu son, biarkan adikmu memutuskan sendiri, ada saatnya kita membantu nanti, tapi tidak sekarang, dan kamu tidak perlu hawatir, meskipun dady membebaskannya tapi Dady masih memegang talinya.
Richad yang mendengar itu tersenyum lega, setidaknya sang adik akan baik-baik saja pikir Richad.
Dad iskandar berdiri dan menepuk pundak putranya, setelah itu dia berlalu dari sana untuk pulang, karena tuan Iskandar tidak ingin membahas hal seperti ini dirumah, takut sang istri mendengar, jika sudah mendengar, bisa dipastikan hidupnya tidak akan tenang, karena sang istri pasti merengek ingin tahu.
"Alasan apa yang Dady katakan pada Moms?" Tanya Richad dengan menyelidik.
"Seperti biasa," disertai tawa keras dari sang Dady.
"Sudah ku duga" Richad mengantar ayahnya sampai masuk lief husus petinggi prusahaan.
Sedangkan di kantor Keyla, dia tengah menggrutu, tidak henti-hentinya sepanjang jalan dia komat kamit tidak jelas, dia sebal dengan kakaknya, karena kakaknya selalu berusaha menjodohkan Keyla dengan temannya, "apa kakak pikir aku tidak laku" kesal Keyla, bahkan Keyla sama sekali tidak membalas sapaan para karyawannya seperti biasa, karena kekesalannya terbawa hingga kekantornya.
"Nona."
"Apa!" Bentak Keyla pada Louis, bahkan Louis sampai terkejut, dia mengelus dadanya.
"tidak perlu lebay begitu, aku saja tidak terkejut" dan perkataan Keyla itu sukses membut Louis mendelik, bagaimana mungkin orang akan kaget dengan suaranya sendiri pikir Louis.
Louis menatap Nonanya seperti menyelidik, karena tidak biasanya Keyla masam begitu, "Ada apa dengan Nona? Apa ada yang mengganggu Nona?"
"Lupakan! Ada apa kemari?" Keyla duduk dan melihat Louis yang berdiri dihadapannya.
"Setengah jam lagi ada meeting dengan seluruh pemegang saham Nona, dan mereka semua ingin Nona yang memimpin meeting ini," Louis memberikan rincian data yang harus Keyla periksa dan tanda tangani.
"Baiklah, kamu atur semua, jika sudah kabari saya."
"Baik Nona, jika tidak ada lagi, saya permisi Nona" Louis membungkuk hormat dan berlalu dari sana setelah melihat anggukan dari Keyla.
"Apa mereka semua tidak ada gunanya, kenapa aku harus memriksa ini ulang, apa tidak bisa aku tinggal tanda tangan saja" lagi dan lagi, maps menjadi sasaran kekesalan Keyla kali ini, mungkin Keyla lupa jika dirinya adalah CEO disana, yang artinya semua akan lolos jika dirinya memeriksa dan tanda tangan.
Keyla mengambil ponselnya di dalam tas yang berada diatas mejanya, antara ragu dan tidak, dia berniat melihat Ig Fatih kembali, menggunakan akun biasanya, yaitu bukan akun dirinya, entah kenapa Keyla masih sangat penasaran dengan hubungan Fatih dan Siska.
Akhirnya setelah berfikir cukup panjang Keyla meletakkan kembali ponselnya, Keyla tidak ingin moodnya semakin hancur pagi ini jika melihat kebersamaan Fatih dengan kekasihnya, Keyla berusaha memfokuskan fikirannya pada berkas yang ada ditangannya dan berusaha melupakan Fatih, hingga tiba waktunya dimana Meeting akan dimulai, Keylapun beranjak dan berjalan keluar menuju ruangan meeting bersama Louis, setelah Louis menghampirinya.
Sementara itu.
Fatih tengah berkutak dengan banyaknya pekerjaan, karena dirinya harus menyelesaikan pekerjaan sebelum dia berangkat kenegara A.
Drezttt....
Fatih melirik melihat layarnya hidup, ternyata ada panggilan dari kakaknya Monic, segera saja Fatih mengangkat telfon itu.
"Ia kak ada apa?"~Fatih
"Hey apa benar kamu akan kenegara A?" ~ Monic
"Iya kak, aku ada pekerjaan." ~Fatih
"1tahun lho Dek, bagaimana dengan ibu dan ayah?"
"Kan ada kakak yang akan sering berkunjung kemari, lagian Fatih tidak untuk berlibur kak, melainkan melakukan tugas."
Tersengar dari sebrang Monic mendesahkan nafasnya tanda dia risau, "baikalah jika itu keputusanmu Dek, kakak bisa apa jika menyangkut pekejaan."
"Terima kasih kak, Fatih janji, setelah prusahaan disana membaik, Fatih akan degera pulang," terang Fatih pada kakaknya, Fatih lega kakaknya sudah memberi ijin, itu tandanya dia akan lebih mudah meminta ijin pada kedua orang tuanya, karena sang kakak pasti akan membantu dirinya membujuk kedua orang tuanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments
Fenty Dhani
Daddy memang pengertian👍☺️
2024-01-15
2
Siti Aminah
seru thor....
2023-10-21
2