Satu minggu berlalu, sejak pertemuannya dengan Chan waktu itu keduanya kini mulai akrab, Keyla sering makan bersama dengan Chan di jam istirahat kantor, namun tetap saja mereka tidak melibatkan prasaan.
"apa kakak akan mampir? Kebetulan kak Ric ada dirumah" Keyla melepas seatbaltnya.
"tentu saja, jika aku tidak menemuinya maka dia akan mengomel, karena aku sudah sampai sini," Chandra juga melepas seatbeltnya, keduanya turun bersamaan, dan berjalan beriringan masuk kedalam mansion Iskandar.
"Key pulang mom" teriak Keyla, Keyla berjalan menghampiri momi dan Dadynya yang tengah bersantai dihalaman rumah.
"baru pulang sayang, ada Chan juga rupanya"
"sore om, tante," sapa Chan sambil menyodorkan tangannya, meskipun mereka berada dinegara bebas, tapi tetap saja mamah Winda menjaga baik budaya di negara I, dimana dia berasal.
"sore Chan, apa kamu ingin bertemu Richad?" tanya tuan Iskandar, seperti yang sudah-sudah Chandra akan menemui Richad jika datang kemansionnya.
"iya Om, ada kan Om?"
"masuk saja, dia dari siang dirumah," tuan Iskandar bergantian menatap sang putri, "Key Antara Teman kakakmu."
"diantar buat apa dad, dia bahkan lebih paham dari aku tentang rumah ini" kelakar Keyla dimana itu membuat Semua orang terkekeh.
"saya masuk dulu ya Om, tante." ~Chan
"iya nak masuk saja"~momi Winda.
Chandrapun masuk dan menuju kamar Richad, sedangkan Keyla masih bercengkrama dengan kedua orang tuanya.
"sayang nanti keapartemen kak Reno yang ada disini ya, kak Reno ada tamu dari indo, Momi yakin mereka tidak akan suka masakan sini, jadi kamu nanti antarkan makan untuk mereka ya?" pinta mamah Winda pada Keyla yang kini bergelayut manja dilengan sang Dady.
Ia, mamah Winda dapat kabar dari Reno jika ada keluarga dari sang istri akan datang dan cukup lama disana karena mngurus pekerjaan, dan Reno meminta tolong sementara waktu untuk dibuatkan makanan, hingga Fatih terbiasa dengan makanan Australia,
"kak Richad aja sih mah, Key nanti ada acara sama Nada," tolak Keyla, karena Keyla memang akan pergi jalan-jalan dengan Nada, menghilangkan penat kalau kata anak muda jaman sekarang.
"sekalian dong sayang, kakakmu sedang kurang sehat, kasian kakakmu."
huffff, "kenapa tidak diundang kesini saja sih mah, sekalian makan malam, repot bener, memang siapa mereka hingga kita harus repot mengantar makannya" kesal Keyla.
"kasian sayang, mereka pasti lelah."
Keyla menatap sang mamah dengan wajah melasnya, "baiklah mah," cemberut Keyla, namun meskipun cemberut Keyla tetap mengiyakan keinginan sang mamah.
"ah anak mamah memang yang terbaik" puji momi Winda disertai pelukan sayang dari sang Momi.
"istri Dady tuh" tunjuk Keyla dengan dagunya pada sang momi, dimana itu membuat tuan iskandar terkekeh geli, bukan masalah istrinya yang merayu sang anak, melaikan Keyla yang cemberut.
"sudah turuti saja sih sayang mamahmu, apa kamu mau nanti mamahmu bernyanyi sepanjang masa" bisik tuan Iskandar pada putrinya yang masih bersandar dibahunya.
"Dady benar, nanti yang pusing kita juga" keduanya tertawa bersama setelah saling berbisik membicarakan ratu dirumah itu.
"apa kalian tengah membicarakan Momi?" selidik mamah Winda, sedangkan keduanya menggeleng bersamaan dengan menahan tawa, "cepat ngaku"
"mana ada mah, aku sedang membicarakan pekerjaan dengan Dady, ya Dad?"
"tentu saja."
"yasudah Key masuk dulu ya, mau istirahat, mamah siapkan saja makanan yang akan dikirim ke apart kak Reno, nanti Key antar sekalian keluar sama Nada," Keyla beranjak dan berlalu dari sana.
"sepenting apa coba tamu kak Reno itu, hingga makanan saja harus dibuatkan, sedangkan resto bintang lima banyak" grutu Keyla sambil masuk kedalam kamarnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments
Fenty Dhani
asyiiikkk ketemu Fatih nih...semoga g ada Siska...klu ada bisa tambah runyam
2024-01-16
0