"ayolah Nad, kita pergi besok saja ya" rengek Keyla, sedangkan Nada hanya menatap Keyla dengan sinis, tanda dirinya kesal dengan sahabatnya ini.
"NO!" tegas Nada, "besok aku ada acara lain, atau kita tidak akan pergi bersama lagi" ancam Nada.
"Ok ok, kita tetap pergi, ayo!" putus Keyla, Keyla tidak boleh kayak gini, Keyla kembali semangat, setelah dipikir-pikir untuk apa dia meratapi patah hatinya, toh dia juga bisa mencari kehidupan lain, sedangkan Fatih sudah bahagia, mana mau dia masih berada dilubang yang sama, pikir Keyla.
Mereka berduapun akhirnya menuju mall setelah itu keCafe, Nada yang begitu cerewet dan asyik mampu membuat Keyla melupakan sejenak kesedihannya, mereka benar-benar bersenang-senang, hingga waktu menunjukkan pukul 11 malam.
"Ayo pulang, ini sudah sangat larut, bisa-bisa aku di sate sama om Iskandar" Nada beranjak dari duduknya disusul Keyla, keduanya pun berjalan beriringan keluar dari Cafe itu, dan tidak lama Nada mengendarai mobilnya kaluar dari parkiran Cafe tersebut.
"besok kita akan kemana lagi?" ~keyla
"kemana?" bukannya menjawab Nada justru bertanya balik.
"tentu saja" ~Keyla
"gak kemana-mana, nanti kamu ngajak pulang lagi, besok aku akan bergi dengan babang James"
"aisss,,, kayak James mau aja keluar sama kamu" ~Keyla
"sialan kau!"
Lain halnya dengan Keyla yang bisa melupakan pertemuannya dengan Fatih, Fatih justru sama sekali tidak bisa melupakan pertemuannya dengan Keyla.
"Dia bahkan sama sekali tidak menyapaku, seakan-akan kita orang asing," gumam Fatih, Fatih membaringkan tubuhnya dikasur dengan tangan yang berada dibelakang kepalanya, dia menatap langit-langit kamarnya sambil memikirkan Keyla, Keyla yang cantik, baju yang cukup sopan menurut pandangan Fatih, rambut yang indah, bahkan kecantikannya sama sekali tidak berubah sejak dulu, bahkan bertambah cantik, pikir Fatih.
Fatih bangun dan mengambil ponselnya yang berada diatas nakas dekat tempat tidur, dia melihat foto-foto Keyla yang ia simpan didalam ponselnya, bahkan dia tersenyum sambil membelai layar ponsel itu, pikirannya kembali berputar disaat pertama kali bertemu Keyla dimasalalu, Keyla yang bar-bar, Keyla yang suka bertingkah semaunya, namun senyum itu langsung sirna ketika dia mengingat perkatannya yang sudah membuat Keyla menjauh darinya dan melukai hati gadis itu.
"Apa kita bisa kembali seperti dulu Key" Gumam Fatih, "apa kamu tidak bisa memaafkan aku" ulangnya lagi, hingga Fatih tertidur dengan pikirannya yang terus tertuju pada Keyla.
Sedangkan dikamar yang berbeda, Siska sama sekali tidak bisa memejamkan matanya, dia mondar mandir tidak jelas didalam kamar itu, Siska takut Fatih akan semakin tidak peduli padanya, mengingat ada Keyla saat ini didekat sang kekasih.
"Aku tidak boleh membiarkan mereka sering bertemu, tapi aku harus apa" monolog Siska sambil memijit pelipisnya, Siska tidak tahu harus berbuat apa, karena dia tidak punya kuasa untuk melakukan Rencana, apa lagi dirinya sekertaris Fatih, akhirnya Siska lelah sendiri berfikir dan mulai membaringkan tubuhnya.
Pagi menjelang, seperti biasa keluarga Iskandar tengah sarapan bersama, "sayang apa kamu bis-"
"Tidak bisa!" Potong Keyla dengan cepat, Keyla yakin mominya akan menyuruh dia mengantar makanan lagi ketempat Fatih dengan kekasihnya, mana mau Keyla merusak moodnya dipagi hari.
"Astaga,,, bahkan mamah belum selesai bicara sayang" kesal mami Winda, ada apa dengan anaknya ini, pikir momi Winda.
"Key sudah tahu, pasti moms ingin aku mengantar makanan untuk Tamu kak Reno kan" tebak Keyla.
"Astaga sayang, mamah hanya akan mengajakmu kemall nanti setelah pulang kantor"
"Hehehe kalau itu ok mah, Key mau."
Sedangkan Richad dan tuan Iskandar sama sekali tidak ikut masuk dalam pembicaraan kedua wanita dirumah itu, karena sudah biasa keduanya akan membuat drama dipagi hari, jadi Richad dan tuan Iskandar tetap fokus pada makanan yang ada dihadapan mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments
Fenty Dhani
♥️♥️♥️🌹🌹🌹
2024-01-16
1