"Kamu mau kemana?" Heran Siska yang melihat Fatih menggunakan Jaket, bahkan Fatih juga menggunakan celana panjang yag bahannya cukup tebal, karena memang cuaca saat ini cukup dingin, apa lagi keduanya belum terbiasa dengan cuaca dinegara ini.
"Aku hanya akan kebalkon, karena cuaca dingin makanya aku menggunakan jaket," terang Fatih, Fatih mengambil susu coklat yang dbuatkan Siska dan membawanya menuju arah balkon, "terima kasih susu coklatnya" Fatih mengangkat cangkirnya dan tersenyum ada Siska, Fatih kembali berjalan setelah berterima kasih pada Siska.
Sedangkan dilorong apartemen Nada dan Keyla tengah berdebat, mereka meributkan tentang James yang sama sekali Keyla tidak senangi, "tahu begitu aku rijek saja tadi telfonnya," umpat Keyla sambil melirik Nada yang terus memegangi tas selempang Keyla, bahkan Nada terlihat seperti anak kecil yang tengah merengek.
"Tolonglah Key, ajak James dengan kita" Nada terus merengek pada Keyla yang sudah berkali-kali menolaknya, karena Keyla tidak ingin jalan-jalannya kacau jika ada James, karena sudah bisa dipastikan jika nanti Nada akan sibuk menggoda sahabatnya itu, dan Keyla akan mendengarkan keributan keduanya.
"Tidak!" Keyla berjalan dengan cepat, agar Nada berhenti merengek padanya, hingga Kelya kini sudah berdiri didepan pintu apartement Reno, Keyla mengatur nafasnya yang sedikit memburu.
"Ini ketuk pintunya dan berikan makanan ini pada orang yang didalam, aku atur nafas dulu, ini semua karena ulahmu," Keyla menyodorkan rantang itu pada Nada, meskipun cemberut Nada tetap menrimanya.
"Kenapa jadi aku," Nada mendengus, Keyla sendiri yang berlari kenapa dirinya yang disalahkan, pikir Nada, Nada menekal Bell, hingga kedua kalinya, namun tetap saja tidak ada yang membukakan pintu, "mungkin mereka pergi kali Key," Nada terus menekan Bell dengan tidak sabaran.
"Kemana Siska, kenapa tidak dibukakan pintunya," gumam Fatih, Fatih meminum susu coklat itu dan beranjak menuju pintu, dia menoleh kearah dapur tapi tidak ada Siska disana.
Fatih terus berjalan menuju arah pintu, karena bell terus berbunyi sejak tadi, "kenapa tidak sabaran sekali" gurut Fatih, Fatih membukanya, dia melihat wanita berambut keriting didepannya.
Berbeda dengan Fatih, Nada justru dian terpaku melihat Fatih, karena ketampanan pria itu, "wah tampannya,,," batin Nada.
"Hallo" Nadapun terjaga dari lamunanya ketika Fatih melambaikan tangannya didepan wajah Nads.
"Eh ini" Nada menyodorkan rantang makanan pada Fatih, "ini makanan dari tante Winda, kami disuruh mengantar ini kemari"
"Kami?" Ulang Fatih.
"Eh iya, saya sama teman saya," tunjuk Nada pad keyla menggunakan dagunya, Nada menendang kaki Keyla yang asyik dengan ponselnya, agar menoleh padanya.
"Apa sih!" Keyla berbalik dan mendekat pada Nada, "ada ap-"
Deg...
Keyla terdiam melihat pria dihadapannya ini, begitupun Fatih, Fatih terus menatap Keyla hingga tidak berkedip, dia seperti bermimpi melihat Keyla dihadapnnya sekarang, keduanya sama-sama diam terpaku.
"Ehemmm..."
Deheman dari Nada menyadarkan keduanya, Keyla langsung mengalihkan pandangannya kearah lain, sedangkan Fatih hanya menoleh sebentar pada Nada, dan kembali menatap Keyla.
"maaf dengan siapa?" Tanya Nada pada Fatih, bahkan Nada merasa heran, karena orang itu terus menatap Keyla.
"Saya Fatih," namun matanya tidak beralik sama sekali dari Keyla, meskipun yang ia ajak bicara adalah Nada.
"ini saya mau mengantar makanan dari tante Winda" Nada menyodorkan kembali rantang makanan itu kehadapan Fatih, Fatih menoleh dan menerima makanan itu.
"Terimakasih, apa kalian tidak mampir dulu," tawar Fatih yang bermaksud agar Keyla masuk.
"Oh bo-"
"Siapa yang datang" Siska keluar dengan kepala yang masih digelung dengan handuk.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments
Fenty Dhani
nah Lo...gimana nih...Keyla bakalan tambah kecewa sama fatih
2024-01-16
1
ayu anita
kelanjuatnya mana ni
2023-08-10
1