"Siapa yang datang" Tanya Siska dengan rambut yang masih bergelungan handuk meskipun sudah lengkap dengan baju santainya, bahkan bajunya cukup seksi, hingga menimbulkan pikiran yang tidak-tidak pada Keyla, Keyla segera memberi isyarat pada Nada untuk segera berlalu dari sana, karena jujur saja hatinya merasa cemburu melihat Fatih satu apartement dengan Siska, wanita yang berstatus kekasihnya Fatih, entah kenapa Keyla tidak bisa melupakan Fatih hingga sekarang.
bahkan Keyla ingat betul wanita dihadapannya ini adalah Wanita yang dulu membuatnya menjauhi Fatih ketika diresort saat kedekatan dirinya dan Fatih untuk terakhir kalinya, dan yang Keyla tahu mereka berdua adalah sepasang kekasih sekarang.
Sedangkan Siska hanya menatap Keyla tanpa berniat menyapa atau mempersilahkan masuk, bukannya Siska tidak tahu, Siska tahu betul siapa Keyla, wanita yang selalu ada dipikiran Fatih, kekasihnya.
"Ayo kita harus segera pergi dari sini, karena keburu malam nanti, kan kita ada acara lain" Keyla segera menarik tangan Nada dan mereka berdua berlalu dari sana, dengan Keyla yang terus menarik tangan Nada dengan tidak sabaran.
"Tunggu" teriak Fatih, Fatih hendak mengejar Keyla, namun tangannya ditahan oleh Siska, Fatih berbalik menghadap Siska, dia melihat Siska yang menggeleng, Fatih juga memandang tangannya yang dicekal oleh Siska, lepaskan Sis, aku perlu bicara dengan Keyla" Fatih berusaha melepas lengannya daru tangan Siska yang begitu erat memegangnya, karena Siska menggunakan kedua tangannya.
"apa yang ingin kamu katakan lagi Al, dia bahkan hanya diam saja sejak tadi, hanya temannya yang terus bicara, sebaiknya kita masuk dan makan malam, biarkan dia pergi," Siska menutup pintu dan menguncinya, Fatih sedikit membenarkan perkataan Siska, Keyla terlihat buru-buru, apa benar dia tidak ingin bertemu dengannya, pikir Fatih.
Sedangkan didalam Lift, Nada merasa aneh melihat sikap Keyla, "Hey lepaskan, kita sudah berada dalam lift" Keyla langsung melepas tangan Nada dan menyandarkan tubuhnya dalam lift tersebut, bayangan tentang Fatih dan Siska masih terekam dengan jelas, Keyla meletakkan tangan didadanya, jantungnya masih berdetak dengan cepat, entah itu Cinta atau rasa terkejut, Keyla tidak tahu, dia hanya merasa jantungnya kali ini tidak baik-baik saja.
"Hey! Apa ini seorang Keyla?" tanya Nada
"jantungku tidak baik-baik saja Nad, sepertinya aku butuh kerumah sakit."
"heleh, apa kamu juga terpesona dengan pria tadi? emang sih, dia sangat tampan, bahkan karismanya itu lho, membuat hatiku berdebir-debir" gurau Nada, namun Keyla sama sekali tidak merespontnya.
"Ada apa Key, apa kamu mengenal mereka?" Tanya Nada, Keyla hanya menatap Nada tanpa berniat menjawab pertanyaan temannya itu.
"bahkan aku sudah jatuh cinta padanya sejak dulu Nad, karena cinta inilah aku bisa sesakit ini hingga sekarang, cinta yang tidak akan terbalas hingga kapanpun" gumam Keyla dalam batinnya.
"Sepertinya kita tidak jadi pergi Nad," Keyla mulai bisa menetralkan dirinya, mereka berdua keluar dari gedung apartement itu dengan gontai, hanya Keyla yang gontai, karena moodnya tiba-tiba remuk redam, semangatnya menguar begitu saja, yang tadinya berniat mau menghabiskan waktu dengan nongkrong dicafe kini sirna sudah, bahkan dia ingin segera pulang dan menghabiskan tisu didalam kamarnya.
"Hey! Enak saja, bukannya kamu yang merengek ingin pergi, terus kenapa jadi kamu juga yang membatalkan," omel Nada, keduanya sudah sampai dibasmet apartemen, Nada berjalan mengitari mobil dia masuk dan duduk dikursi kemudi, disusul keyla disampingnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments
Maria Mahdalena Manalu
aku kurang suka sama karakter wanita utama nya itu bertahun tahun masa ngk bisa ngelupain dikit walau sedikit aj
2024-01-18
0
Fenty Dhani
Fatih jadi laki letoi banget...kurang tegas...seharusnya kejar donk...jangan diam saja d tarik sama ulat bulu...sebel banget dah
2024-01-16
1