Tok tok tok, suara pintu diketuk dari luar.
"Masuk!"
Siska masuk dan melihat Fatih yang sama sekali tidak melihat kearahnya, "Hay, apa tidak makan siang" Sapa Siska pada Fatih yang tengah sibuk dengan berkas ditangannya, Fatih menutup maps dan melihat kearah Siska.
"Tentu saja, ayo" ajak Fatih, Fatih berdiri dan memperbaiki Jasnya, dia berjalan dibelakang Siska yang sudah lebih dulu berlalu dari sana.
Kini mereka berdua berjalan beriringan keluar kantor sambil membahas pekerjaan, karena Siska sekertarisnya, selain itu keduanya juga sudah menjalin kasih sekitar empat bulan yang lalu, namun dikantor belum ada yang tahu, alih-alih direktur dan sekertaris, jadi hal wajar jika keduanya kesana kemari bersama.
"Kapan kita akan melangkah kejenjang yang lebih serius? Tanya Siska yang kini sudah duduk disamping Fatih yang tengah mengemudi mobilnya keluar halaman kantor, untuk mencari restoran terdekat.
"1minggu lagi aku akan ada perjalan ke negara A, untuk mengurus pekerjaan disana, jadi aku tidak bisa memastikan kapan kita akan menikah, karena tuan Reno bilang akan memàkan waktu yang panjang, jadi aku harap kamu bisa mengerti keadaan ku Sis," ujar Fatih tanpa menoleh kearah Siska, dia fokus pada jalanan didepan karena jalanan sangat padat, bagaimana tidak padak jika jam segini waktu istirahat para pekerja.
"Baiklah, apa kamu tidak membawaku juga, bukannya aku adalah sekertarismu?"
"Kita lihat saja nanti, jika tuan Reno menyuruhku membawa orang, maka aku akan membawamu," terang Fatih, "Sis kamu tahu hubungan ini seperti apa, jadi aku harap kamu tidak terlalu berharap dengan hubungan ini"
Ya, keduanya menjalin hubungan bukan karena cinta, melaikan karena saling membutuhkan, lebih tepatnya Fatih yang membutuhkan, tidak dengan Siska, karena Siska benar-benar mencintai temannya ini, apa lagi mereka sering bersama dibeberapa tahun trakhir ini, hingga membuat Siska nyaman dengan Fatih, karena pria itu begitu baik dan perhatian padanya, hingga cinta di hatinya semakin kuat, hingga tumbuh keinginan untuk memiliki pria itu, apa lagi hidupnya kini sangat mapan.
Sedangkan Fatih ingin berusaha melupakan Keyla yang entah seperti apa kabarnya kali ini, sungguh Keyla benar-benar menyiksa hati seorang Fatih, pria yang enggan dengan wanita yang berpakaian terlalu terbuka seperti Keyla, justru wanita itu kini selalu melintas di benaknya, andai Siska tidak menyatakan prasaanya terlebih dahulu mungkin Fatih masih sendiri sekarang.
Tanpa terasa mobil Fatih kini memasuki sebuah restoran yang cukup besar, keduanyapun turun secara bersamaan dan berjalan masuk kedalam restoran itu.
"wo! kalian disini juga"
Fatih dan Siska menoleh, mereka tersenyum setelah tau siapa yang menyapa mereka, Fatih berjalan menghampiri Jonathan yang duduk dekat pintu masuk, itu sebabnya Jo bisa melihat Fatih dak sekertarisnya, "kak Jonathan sama siapa disini?" Sapa Fatih, Fatih ikut duduk dihadapan Jonathan tanpa menunggu sang empu menyuruhnya duduk, disusul Siska di sampingnya.
"Aku ingin makan berdua dengan Fatih, kenapa harus bertemu tuan Jo disini" batin Siska dengan sedikit kesal, karena jarang Fatih bisa diajak makan bersama.
"Sama kakakmu, entah dimana dia, sepertinya dia sengaja membuatku menunggu hingga karatasan disini" ujarnya di sertai tawa renyak dari Jonathan, dimana tawa itu menular pada Fatih.
"Biar kutemani kak, lagian kami juga akan makan siang" ~Fatih.
"Tentu saja, dengan senang hati" bukankah sebuah kebetulan jika ditemani, dari pada sendiri, pikir Jonathan, merekapun makan bersama dalam diam, dengan Siska yang menahan kekesalan, karena tujuannya gagal untuk berduaan dengan Fatih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments
Fe
rasaan pengen cepet2 baca bab dimana siska di depak sm fatih, mengganggu sekali...loh kok jadi kesel ya baca nya😂
2024-08-05
0