"Tuan baik hati anda kembali ?" dengan gembira sonia keluar sambil mencoba melompat ke arah arthur tapi entah mengapa tiba tiba saja dia berhenti.
Melihat gadis kecil yang mencoba memeluknya tiba-tiba saja berhenti, hal ini membuat arthur paham apa yang terjadi pada dirinya.
Dia yang sekarang memiliki kemampuan spesial dan bisa menjadi kaya dengan cepat tidak perlu takut lagi untuk membuat ikatan dengan sonia. Dengan cepat arthur mengangkat sonia dan menggendongnya.
Merasa bingung dengan perlakuan arthur, sonia kemudian berkata "Tuan, sonia kotor. Nanti pakaian bagus tuan akan kotor juga"
Mendengar perkataan sonia, arthur merasa bahwa kejadian dengan bangsawan itu telah membuatnya trauma mendalam pada gadis ini, sehingga dia takut mengotori pakaian orang yang terlihat mewah.
Pakaian arthur memang terlihat mewah karena standar dunia yang berbeda, terlebih pakaian arthur selalu beraroma harum. Jadi tidak salah jika sonia berpikir begitu.
Tapi mendengar seorang anak berusia 5 tahun memiliki trauma seperti itu membuat arthur sangat marah meskipun dia tidak menunjukkannya di wajahnya karena takut akan menakuti sonia.
Mencoba mengalihkan topik,arthur menanyakan hal lain pada sonia "Aku tidak apa apa! sonia dimana ibumu?"
"Ibu pergi bekerja, biasanya dia akan pulang besok" jawab gadis kecil tersebut.
''Jadi begitu, bolehkah aku masuk?"
Dengan nada polos dan senyum tanpa dosa, sonia berkata."Ibu bilang jangan biarkan orang lain masuk! , tapi kalau itu tuan yang baik hati, seharusnya tidak apa apa?"
"Aku mengerti, lalu tolong jangan panggil aku tuan yang baik hati!!. Panggil saja aku kakak arthur!!. Kamu bisa kan sonia!?" ucap arthur sambil menggendong sonia masuk kedalam rumah.
"Sonia mengerti kakak arthur" ucap sonia sambil tersenyum.
Masuk kedalam rumahnya, arthur melihat ruangan sempit. Didalamnya hanya terdapat sebuah ruangan kosong, dengan jerami dilantai yang dialasi kain lusuh di atasnya. Kemungkinan kain lusuh itu adalah tempat tidur mereka.
Merasa tubuh sonia yang ringan, arthur kemudian melihat pipi cekungnya yang mana hal ini membuat arthur menyesal tidak datang lebih cepat.
(Sial, bodohnya aku terlalu fokus pada diriku sendiri sampai melupakan gadis ini) pikir arthur menyalahkan dirinya sendiri.
Arthur bukanlah orang yang baik, hanya saja ketika dia sudah terlanjur mengenal orang yang kesusahan, arthur adalah tipikal orang yang mudah berempati pada orang yang dikenalnya.
"Sonia, aku membawa makanan dari tempatku, mau mencobanya !?"
"Makanan?" sambil menggigit jari nya, sonia merasa bingung sekaligus senang.
Menurunkan sonia kebawah, arthur kemudian membuka ransel dan memperlihatkan makanan yang telah dibelinya di supermarket.
Makanan yang arthur bawa tidak lain adalah es krim, permen, snack manis dan yang lainnya.Arthur juga membawa 2 Nasi bento dari supermarket untuk sonia dan elisa.
"Waaaaa... mereka semua berwarna warni" Sonia yang melihat banyak snack mulai memainkan mereka seperti boneka.
"Hahahahaha... kamu benar mereka berwarna warni. Sebelum memakan snack ringan, ayo makam bento ini terlebih dahulu" Takut perut sonia masih kosong, arthur sengaja meminta sonia memakan bentonya terlebih dahulu sebelum snack ringan.
"Bento?" Terlihat bingung dengan kotak makanan yang tertutup, arthur kemudian membukanya dan hal ini membuat air liur sonia hampir tidak terkendali karena bau harum makanan yang keluar dari kotak bento..
"Ayo makan sonia, selagi masih hangat !!" ucap arthur mempersilahkan sonia memakan bento ayam daun kemangi yang dijual di supermarket.
Sambil melahap nasi dengan memegang sendok yang terlihat tidak biasa, sonia kemudian berteriak senang "Enaaakkkk".
Melihat sonia begitu menikmati makanannya, arthur mulai berpikir kapan terakhir kali dia bersyukur bisa makan-makanan enak hingga kenyang.
Tentu saja hampir setiap saat. Tetapi tidak sekalipun arthur bersyukur akan hal itu. Karena baginya makanan enak adalah hal biasa.
Tetapi bagi gadis kecil didepannya, bahkan makanan yang disisakan orang lain sekalipun adalah berkah untuknya.
Satu porsi bento habis tidak tersisa karena memang porsi makanan di supermarket cukup sedikit.
Setelah bento habis kemudian arthur memberikan minuman jus jeruk yang disambutnya juga dengan gembira seperti hampir ingin melompat-lompat.
Karena takut es krim mencair, arthur segera memberikan es krim pada sonia yang masih terlihat bisa memakan apapun.
"Eskrim? Ah.. Eh.mmmmm...Enaaaakkk, kakak arthur, Apa ini? Apa ini? Apa ini? Ini enak sekali" Setelah mencoba rasa es krim strawberry, tiba tiba saja sonia mulai berteriak teriak gembira. Dan ketika dia mencoba memakan snack yang lain, dia juga akan dengan senang hati melompat-lompat.
"Terima kasih kakak arthur, shishishi" tidak lupa berterima kasih pada arthur, sonia mengucapkannya sambil tertawa manis
"Apakah kamu menyukainya?" Tanya arthur
"Um. aku menyukainya, ini makanan terenak yang pernah sonia makan" balas sonia dengan penuh energi.
"Jadi begitu, syukurlah kalau begitu"
Melihat seorang anak kecil mencoba jajanan murah dengan perasaan seperti mendapatkan doorprize, membuat arthur merasa ingin menolong anak-anak yang terlahir sepertinya.
Awalnya sonia ingin menyisakan untuk ibunya, tetapi ketika Arthur berkata akan membelikan yang lain, dia dengan senang hati menghabiskan jajanan yang dibawa arthur sampai tertidur.
Setelah melihat sonia tertidur pulas di pangkuannya. Arthur mulai berpikir akan hidupnya.
Selama ini, dia hidup berdiam diri dirumah tanpa bekerja, orang tuanya sudah tidak ada sekarang. Tetapi setelah sekian lama dia baru sadar sekarang.
Dulu dia sempat merasa marah karena mereka meninggalkannya tanpa barang berharga apapun, tapi melihat perjuangan hidup sonia, melihat betapa bahagianya dia dengan suatu hal kecil.
Hal ini membuat Arthur tersadar.
"Aku .. aku.. aku ... sebenarnya apa yang telah aku lakukan selama ini?" gumam arthur sambil berlinangan air mata.
"Hidup dimanjakan ..Tapi ..Tapi masih bertindak seolah aku adalah orang yang paling menderita"
"Jangan bercanda!!. Sejak aku lahir, aku sudah beruntung memiliki mereka" disini arthur menjadi marah pada dirinya yang sekarang sambil memukul kepalanya sendiri.
"Sialaannnn....Sialaannnn...aku adalah makhluk menjijikan" gumam arthur masih menahan tangisannya.
"Aku harus berubah, tidak ada lagi kata besok, mulai dari saat ini aku akan berjanji, aku akan menjadi orang yang baru"
Dengan kemampuan besar datang, maka tanggung jawab besar akan datang juga menghampirinya, dulu arthur berpikir itu bodoh.
Tapi sekarang arthur mengerti, dia telah diberikan kemampuan ini bukan untuk bermain-main, arthur tidak tahu dewa seperti apa yang memberikan dirinya kemampuan seperti ini. Tapi arthur berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan melakukan yang terbaik untuk mengubah banyak hal mulai sekarang.
Ini adalah janjinya di depan seorang anak gadis yang tertidur.
(Aku memang bukanlah orang yang bisa melakukan apapun. Tapi paling tidak aku akan membantu orang yang membutuhkan di depan mataku agar tidak ada penyesalan dalam hidupku)
***
Arthur tidak kembali ke bumi dan memilih tidur di rumah sonia. Arthur tertidur lelap sampai dia dibangunkan oleh elisa yang baru pulang.
Melihat seorang pria ada di dalam rumah nya. Awalnya elisa terkejut, tetapi ketika dia melihat lagi wajah arthur. Elisa langsung mengingat pria yang telah membantu anaknya beberapa hari yang lalu "Tuan arthur? tuan arthur,?" panggil elisa pada arthur yang masih tertidur.
Arthur yang mengantuk mencoba untuk bangun, mata masih sayu arthur melihat elisa mengenakan pakaian terbuka membuat matanya menjadi cerah kembali.
"Hmmmm...nona elisa"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 27 Episodes
Comments
Yoihoi Yoi
Cerita yang bagus, sangat bagus.. feelnya kerasa, alur, tujuan, cerita sampingan, penokohan dan lainnya itu berasa.. terusin Thor yaa.. Mangat terus. jarang2 aku mau komen karya awkwkwk
2023-08-07
0