Chapter 05. Krisis Keperawanan Yang Terancam

Ketika kami berdua akhirnya sampai ketempat tujuan. Arthur bisa melihat rumah sonia berada tepat di dalam gang kecil di daerah kumuh, rumahnya sangat sempit dan terbuat dari kayu sederhana yang kelihatan bisa roboh kapan saja,

Pintu rumahnya hanya terbuat dari kain dan juga terlihat beberapa rumah seperti itu ada di sepanjang jalan disekitarnya.

uhuk..uhukk..

Batuk keras terdengar dari dalam rumah tersebut dan sonia berlari cepat masuk kedalam.

"Ibu aku pulang" berlari masuk sonia lupa bahwa arthur ikut bersamanya.

"Sonia !!, sonia akhirnya kamu pulang !?, sudah berapa kali ibu bilang jangan pulang terlalu malam!" suara lembut bisa terdengar di telinga arthur dari dalam rumah gubuk itu.

"Maaf ibu !" kali ini suara terkulai sonia yang terdengar dari dalam.

Arthur bisa mendengar percakapan dari dalam rumah bobrok itu karena pintu dan tembok kayunya yang tipis, dan arthur kembali merasa perasaan aneh lainnya masuk kedalam dirinya.

(Jangan ragu !, sudah kuputuskan untuk tidak ikut campur terlalu jauh !) Pikir arthur.

Setelah menetapkan tekad, arthur mencoba masuk kedalam untuk melihat wanita lainnya yang sedang memeluk sonia sambil memasang raut wajah waspada pada arthur.

Wanita itu memiliki warna rambut dan mata yang sama dengan sonia, tubuhnya kurus dan dia terlihat pucat.

"Ibu ! tuan ini adalah orang yang menolongku dipasar, dia mengantarkanku pulang. Tuan baik hati juga membelikan sonia ikan, rasanya enaaaakkk sekali" ujar gadis kecil itu dipelukan ibunya.

"Jadi begitu, maaf tuan karena salah paham padamu" mendengar perkataan sonia, sang ibu menjadi kurang waspada dan berterima kasih sambil menundukan kepalanya pada arthur.

"Tidak, aku tidak masalah. Namaku Arthur, aku hanya kebetulan bertemu dengan sonia. Ini aku ada makanan untuk kalian berdua, tolong terimalah !!" balas arthur dengan gugup sambil memberikan bungkusan makanan yang dia bawa.

"Terima kasih banyak tuan arthur" jawabnya sambil menunduk didepanku.

"Tidak perlu seperti itu, aku hanya punya uang lebih, jadi aku membelikannya makanan itu saja" arthur merasa kerepotan ketika dia menundukan kepalanya seperti itu, jadi arthur mencoba memintanya berdiri.

"Kalau begitu aku permisi dulu karena ada hal yang harus aku selesaikan !" tidak ingin terlalu terikat dengan mereka arthur memutuskan untjk cepat pergi dari tempat itu.

"Jadi begitu, sekali lagi, terima kasih banyak tuan" meskipun masih terlihat waspada pada arthur, dia terlihat mencoba untuk berterima kasih dengan benar.

"Tuan, terima kasih" kali ini balasan lain datang dari sonia sambil tersenyum.

Melihat senyuman gadis itu arthur merasa sedikit terobati

(Meskipun aku tidak bisa membantunya lebih dari ini, paling tidak aku bisa membuat mereka kenyang untuk malam ini, jika suatu saat aku akan sukses mungkin aku bisa membantu mereka?, yah .. benar aku hanya perlu melakukan itu !) Pikir arthur mencoba menyemangati dirinya sendiri.

"Kalau begitu aku akan pergi, sampai jumpa sonia dan hmm? bolehkah aku tau siapa namamu nona?" tanya arthur ingin tahu nama ibu sonia.

"Ahh..maaf saya belum menyebutkan nama saya, nama saya Elisa" dengan gugup wanita itu mulai memperkenalkan dirinya dengan sebutan elisa.

"Kalau begitu sampai jumpa nona elisa" ucap arthur.

"Iya" balas elisa.

"Tolong berhati hatilah di jalan !" tambah sonia sambil melambaikan tangannya dengan gembira

Disana arthur hanya bisa berjalan cepat sambil menutup matanya dan berusaha membuang pikiran yang dia coba anggap tidak penting.

"Ibu, dia bilang sampai jumpa, apakah tuan baik hati itu akan menemui sonia lagi?" tanya gadis itu dengan gembira.

"Ibu tidak tahu nak?, tapi semoga saja !?" Elisa tahu mungkin mereka tidak akan pernah bertemu lagi, itu karena mereka tinggal di dunia yang berbeda, hanya melihat dari pakaiannya saja semua itu sudah jelas, tapi elisa tidak mungkin bisa berkata seperti itu didepan sonia.

Sambil memainkan pipi sonia tiba-tiba elisa tersadar akan sesuatu "eh.. sonia, tubuhmu, luka yang dulu kamu buat" tanya elisa sambil mencari luka lama ditubuh elisa.

Dulu sonia tidak sengaja melukai wajahnya dengan pisau, dan ada luka cukup dalam yang berbekas dipipinya.

Tapi sekarang luka itu telah hilang.

"Aku tidak tahu bu?, aku dibawa ke gedung putih dikota oleh tuan baik hati setelah dipukuli pria yang bajunya sangat bagus. Kemudian saat aku bangun aku dibelikan ikan goreng oleh tuan baik hati" jawab sonia dengan polosnya.

"Sonia? apa maksudmu? coba ceritakan pada ibu apa yang terjadi" tanya elisa dengan panik.

"ano ne~ ..ano ne~.. jadi-" malam itu sonia menceritakan kejadian yang menimpanya dalam perspektif gadis lagu.

Meskipun ceritanya dibuat terdengar tidak menyeramkan oleh sonia, tapi ibunya paham betapa serius dan menyakitkannya kejadian yang dialami sonia siang tadi.

Mendengar cerita anaknya yang polos dan bertindak seperti tidak terjadi apa apa membuat hati elisa bertambah sakit.

Perasaan tidak berdaya membuat air mata mengalir deras dipipinya.

"Sonia,ma-maafkan ibu!!...maafkan ibu sonia!!, karena ibu sangat lemah, karena ibu kamu harus merasakan sakit seperti itu" Elisa tak kuasa menahan tangis sambil memeluk sonia dengan berlinangan air mata.

Meskipun dia berjanji untuk tidak pernah menangis, tetapi ini adalah tangisan bahagia melihat anaknya selamat sekaligus tangisan ketidak berdayaan akan dirinya.

Jadi air mata elisa tidak bisa terbendung lagi.

"Ibu?, Ibu tidak apa apa? kenapa ibu menangis?, sonia tidak apa apa.. sonia sudah tidak sakit lagi" jawab gadis kecil itu dengan polos.

"Maaf sonia!!... maaf!!"

***

Ketika arthur sudah cukup jauh dari rumah sonia, tiba tiba saja arthur dicegat dan dikelilingi oleh beberapa orang.

Ada 5 orang tepatnya dan mereka sudah menodongkan pisau pada arthur.

"Halo kakak manis, mau bermain dengan kami?" kata salah satu pria kekar di kelompok itu.

"Maaf saja aku hanya menyukai wanita" disini arthur sudah bersiap berlari kapan saja sambil memegang batu.

"Hehehe tidak perlu bermain main, kau tau maksud kami kan?, serahkan semua yang kau punya termasuk bajumu!" tambah pria lain di kelompok itu.

"Aku mengerti,... kalau begitu ambil ini" teriak arthur sambil melempar batu dan berlari ke arah sebaliknya.

"Woii tunggu !!!" Teriak mereka bersama sama.

Kalian pikir aku akan menunggu

"Kejar dia jangan sampai lepas"

Arthur tidak tahu betul tempat ini dan sekarang dia harus berlari dari kejaran preman yang mencoba merampoknya.

Disini arthur sedikit merasa kesal, mengapa ketika dia berpikir sudah berbuat baik. Tetapi dia harus mengalami hal merepotkan semacam ini.

Meskipun arthur berlari cukup lama, para preman itu masih bisa mengikutinya. Cukup lama berlari membuat arthur mulai gugup, itu karena staminanya hampir habis.

Meskipun arthur sering berolahraga, dia jarang melakukan olahraga untuk menaikkan stamina dan hanya fokus pada angkat beban berat bukan repetisi.

Gawat, aku hampir kehabisan nafas

"Hahaha kamu mau lari kemana?"

"Biarkan aku merasakan pantatmu!!"

"Woi, tunggu, awas saja kau jika aku mendapatkanmu! akan kehabisan kau!"

"Kamu tidak bisa terus berlari, berhenti dan aku akan membuatnya cepat!"

Arthur bisa mendengar kelima orang itu meneriakinya dari belakang, tetapi ketika mendengar perkataan orang kedua, arthur menjadi semakin takut dan berlari tambah kencang.

Hah hah hah ..

"TIDAK, TIDAK, TIDAK, AKU TIDAK MAU LAGI, AKU INGIN PULANG" disini arthur mulai berteriak sambil menutup mata karena takut apa yang terjadi nantinya.

DUARRR

Dan tiba tiba saja arthur merasa seperti baru saja menabrak sesuatu didepannya.

Terpopuler

Comments

Chị google là em

Chị google là em

Kejutan yang tak terduga.

2023-07-20

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!