Chapter 04. Punggung Kecil Yang Bergetar

"Apa kamu masih merasakan sakit?" arthur mencoba bertanya padanya ketika mereka masih berjalan, ketika dia sudah bangun arthur memindahkan posisinya menjadi menggendong dia dengan satu tangan.

Tubuhnya benar benar ringan bahkan mungkin untuk orang dewasa yang jarang berolahraga sekalipun mereka akan dengan mudah mengangkat gadis ini.

"Tidak.. tuan !!" masih terlihat kebingungan gadis itu mencoba menjawab.

"Bagus !, sepertinya kau lapar ?, ayo kita makan dulu.. siapa namamu ?" tanya arthur sambil membawanya ke sebuah pedagang kaki lima.

"Sonia" Suara gadis itu cukup kecil sehingga arthur hampir kesulitan mendengarnya.

"Sonia?...hmm ..kalau begitu sonia ayo kita makan belut goreng disana !" ucap arthur sambil memesan di pedagang kaki lima

"Aku pesan 5 ekor belut goreng !" pesan arthur.

"Oke, tunggu sebentar tuan !" jawab pedagang keliling itu.

Bau belut yang di goreng membuat perut gadis kecil yang arthur gendong semakin berbunyi.

Matanya tidak pernah meninggalkan penggorengan

Air liur mengalir dari mulutnya yang dia lap menggunakan tangan kecilnya.

Sebelumnya dia tidak banyak bicara, dan arthur juga tidak berniat menanyakan banyak hal padanya sebelum dia kenyang.

"Ini dia 5 porsi belut goreng sudah selesai" teriak pedagang itu pada arthur sambil menyerahkan mangkuk besar padanya

"Terima kasih" jawab arthur menerima mangkuk itu.

Arthur membiarkan gadis itu berdiri dengan kakinya. Awalnya dia sedikit sempoyongan tetapi dia berhasil berdiri kembali setelah beberapa saat.

"Ini makanlah!!" ucap arthur memberikan mangkuk berisi belut goreng tersebut.

"Apa ini untukku tuan?" jawabnya dengan sungkan.

"Tentu"

Setelah mendapat persetujuan dari arthur, sonia dengan cepat melahap daging lele goreng sederhana hingga mulutnya penuh dengan belut

Arthur bisa melihat air mata mengalir dari matanya, tetapi arthur memilih untuk tidak menanyakannya.

Karena arthur takut gadis ini akan tersedak makanan, dengan seberapa cepat dia memasukkan belut ke mulutnya. Jadi arthur memesan minuman untuknya.

"Permisi, aku pesan dua jus apelnya nya !! "

"Silahkan tunggu sebentar !!"

Tidak lama dua gelas jus datang pada arthur dan salah satunya arthur berikan pada sonia.

Karena sebelumnya arthur sudah makan di bar sebelumnya, arthur tidak memesan belut goreng di pedagang tersebut dan hanya memperhatikan gadis kecil yang lahan memakan belut goreng sederhana yang ditaburi garam dan sedikit rempah-rempah.

Tetapi ketika arthur melihat gadis itu memakan makanan dan meminum jusnya sambil tersenyum dan meneteskan air mata, arthur mulai berpikir memberi bukanlah hal yang buruk juga.

Ketika arthur tidak sengaja melihat kembali sonia yang masih menyisakan belut goreng di mangkuk, arthur sedikit bingung.

"Apakah kamu sudah kenyang?" Tanya arthur

Dia sedikit ragu tetapi kemudian dia menganggukkan kepalanya "Tuan, bolehkah aku membawa daging ini?" tanya sonia pada arthur sambil menunjukkan sisa dari belut goreng yang belum dimakan dengan mata yang masih terpana memandang belut goreng tersebut.

"Tentu saja itu untuk mu, apa kamu akan memakannya di rumah? jika kamu mau? aku bisa membelikan yang lain untuk makan malam nanti dirumah?, sekarang makanlah sisa daging itu!" Balas arthur

"Benarkah tuan?, terima kasih" jawabnya bersemangat dan memakan sisa belut goreng di mangkuk

(Pasti ada alasan dia menyisakan makanannya?, apa mungkin ada orang lain di rumahnya yang juga ingin dia beri ?) pikir arthur menyimpulkan makna tersembunyi dari kelakuan sonia.

"Aku pesan 10 ekor belut goreng lagi, tapi bisakah mereka dibungkus !" Tanya arthur.

"Saya mengerti, tunggu sebentar pelanggan !" Balas pedagang itu

Setelah menunggu beberapa saat 10 ekor sate belut goreng dihidangkan dengan balutan daun pisang.

Dengan ini arthur telah memesan 15 porsi belut goreng dan arthur menghabiskan 150 ribu emiris atau 1,5 koin perak.

[15 porsi belut bukan berarti 15 ekor belut, melainkan sekitar 8-7 ekor belut remaja yang dipotong-potong]

Uang yang arthur miliki saat ini tersisa 1 koin emas dan 1 koin silver.

***

Karena sudah membungkus semua yang akan dibawa, arthur meminta gadis kecil itu untuk menunjukkan jalan menuju rumahnya.

"Apakah tuan yakin ingin pergi ke tempat tinggal saya?" tanya gadis itu ragu ragu.

"Ya, tentu" arthur tidak bisa meninggalkan gadis ini pulang sendirian ketika hari sudah hampir gelap, jadi arthur memutuskan untuk pergi bersamanya.

"Kalau begitu kita harus cepat tuan!! , hari hampir gelap, ibuku berkata sangat berbahaya untuk pulang ketika hari sudah gelap" sambil berjalan di depan gadis itu memberi tahu arthur untuk berjalan cepat.

"Kalau begitu ayo !!"

Dengan cepat kami berjalan melewati gang-gang sempit, dari yang awalnya pemandangan sekitar adalah gedung gedung bertingkat yang lumayan bagus menjadi gedung gedung aneh yang terlihat terbengkalai.

Banyak orang memperhatikan kami? tepatnya pada bungkusan yang arthur bawa!. Arthur tahu bahwa sonia kemungkinan akan tinggal ditempat yang tidak biasa, jadi arthur sudah mempersiapkan mentalnya.

Untung saja arthur memiliki badan yang besar dan berotot, jadi arthur mungkin sedikit mengintimidasi.

Tetapi jika mereka tahu kalau dia hanya memiliki otot belaka tanpa kemampuan bertarung apapun, arthur yakin mereka akan menerkamnya dan mengambil semua yang dia punya.

Hari sudah menjadi gelap. Karena arthur sudah menjual ponselnya pada pendeta kuil cahaya, arthur tidak bisa mengetahui jam berapa saat ini. Tetapi arthur pikir seharusnya jam 7 sudah berlalu, perjalanan kami cukup memakan banyak waktu.

Arthur yakin sekali, kami sudah berjalan di daerah kumuh yang dimaksud, jujur saja tempat ini sangat berbau busuk, bahkan lebih buruk dari tempat pembuangan sampah di dunia modern.

Ada beberapa kotoran di jalan yang tidak ingin arthur ketahui, jadi arthur mulai berjalan dengan hati hati.

Ngomong-ngomong arthur juga tidak sengaja memperhatikan bahwa gadis kecil itu bertelanjang kaki.

Gadis kecil yang arthur tolong itu saat ini sedang memimpin jalan di depannya, dia berjalan dengan tertunduk sambil memperhatikan sekitar dengan waspada.

Lagi-lagi hati arthur merasakan perasaan sesak melihatnya. Arthur juga memperhatikan orang orang disekitarnya, ada yang terlihat mengintimidasi ada juga yang terlihat lemah dan mungkin saja ada mayat yang telah mati dibiarkan tertidur di pinggir jalan.

"agghhhhh"

"Mama aku lapar"

"Ssstt berisik ayo cepat kita pulang sudah hampir malam"

"Hallo kakak disana, mau bermain dengan kami" ucap wanita malam di pinggir jalan kumuh.

Meskipun biasanya arthur akan tergoda dengan wanita, tetapi ketika melihat mereka arthur malah merasa kasian dengan mereka.

Tempat ini benar benar tanpa hukum, bahkan ada yang sudah menjual dirinya ketika matahari masih terlihat.

Disini juga banyak anak anak kecil yang terlihat kelaparan sambil memperhatikan kami.

Arthur ingin menolong mereka, tetapi dia tidak punya tenaga dan uang untuk menanggung semua beban mereka.

Arthur juga tidak yakin sampai mana dia bisa menolong gadis kecil di depannya ini. Meskipun arthur menolongnya hari ini, bagaimana dengan hari esok. Arthur tidak bisa terus membawanya ketika dia sendiri bahkan tidak tahu tentang dunia ini.

Sekali lagi arthur dibuat sadar bahwa dunia isekai fantasi yang selama ini dia baca dan tonton tidak seindah kelihatannya.

Selama ini cerita mereka dibuat dari perspektif karakter yang menjemput gadis lalu bersenang senang di abad pertengahan.

Mengumpulkan uang dengan mudah tanpa mencoba memberi pada yang membutuhkan.

Bahkan ada beberapa cerita dimana karakter utama menjadi anak seorang bangsawan dengan kekuatan besar namun dibutakan oleh keinginan untuk menjadi seorang petualang.

Lalu ada juga seorang karakter yang dikirim sebagai anak bangsawan tingkat rendah dan dimasukkan sekolah hanya untuk memikirkan romansa tanpa memikirkan pelajaran.

Lakukan tugasmu sebagai bangsawan, sialan !!!

Tapi semua itu hanya cerita fiksi, dan peristiwa transmigrasi terjadi pada arthur secara nyata. Arthur yakin semua hal tidak sesederhana kedengarannya.

Oleh karena itu, setelah mengantarkan gadis ini pulang, arthur akan pergi dan meninggalkan hal yang kemungkinan akan mengancam nyawanya.

(Maaf !! tapi aku tidak bisa menolongmu sampai akhir) pikir arthur sambil melihat ke arah punggung gadis kecil yang bergetar di depannya.

Terpopuler

Comments

Gorillaz my house

Gorillaz my house

Baca cerita ini seperti terlempar ke dunia lain. Aku suka banget, terima kasih telah membuat pengalaman membaca ini begitu intens. 🙌

2023-07-19

1

Beerus 🎉

Beerus 🎉

Cepatlah melengkapi imajinasi kami, author!

2023-07-19

1

Zhari25

Zhari25

Thor, tolong update secepatnya ya! Gak sabar nunggu!

2023-07-19

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!