Melihat langit yang masih cerah Arthur melihat handphone nya dan ternyata hari sudah mencapai pukul 14.23, sudah 4 jam berlalu sejak dia berada didunia ini.
Karena takut hari menjadi gelap , arthur berjalan mengikuti arahan gadis pelayan sebelumnya untuk menemukan penginapan yang dimaksud.
Beberapa ratus meter dari rumah makan, langkahnya tiba tiba terhenti ketika arthur melihat sesuatu yang membuatnya terkejut.
Disana Arthur melihat seorang gadis kecil sedang dipukuli oleh seorang pria. Tetapi anehnya orang-orang disekitar mereka tidak melakukan apapun.
Tempat ini tentu saja memiliki tentara penjaga dan arthur sudah melihatnya di sepanjang jalan ketika mereka sedang berpatroli, tetapi anehnya para penjaga berseragam besi itu hanya berjalan melewati mereka tanpa memperdulikannya.
Arthur melihat kembali kearah pria yang memukuli gadis itu, pria itu mengenakan pakaian yang sangat bagus mewah, terlebih ada kereta kuda besar yang diparkir dekat dengannya.
(Apakah dia seorang bangsawan atau sejenisnya?) Pikir arthur.
(Jika iya apakah aku bisa menolong gadis itu?, tapi jika aku menolongnya apa yang akan terjadi padaku nantinya)
(Aku tidak punya kekuatan dan uang, bahkan koneksi pun tidak ada, jika aku ikut campur sekarang, bagaimana aku bisa hidup didunia ini apabila aku membuat musuh bangsawan tanpa persiapan?...aku?..aku?)
Pikiran arthur mulai berpacu dengan hebat, tetapi tubuhnya hanya bisa diam dan tidak bisa melakukan apapun.
Menit rasanya seperti jam, arthur hanya bisa melihat gadis itu dipukuli hingga tidak bergerak, ketika bangsawan itu sudah merasa bosan, dia pergi menaiki keretanya dan pergi menjauh.
Sementara itu, orang orang disekitarnya tetap diam dan melanjutkan aktifitas mereka.
Dari jauh arthur melihat seorang pedagang buah sedang bergumam kesal sambil menyeret tubuh gadis itu ke pinggir, sambil memberanikan diri arthur mendekat ke arahnya.
"Sial, inilah yang terjadi jika kalian para tikus berani menyenggol para bangsawan, paling tidak jangan kotori wilayah dagangku, gadis kotor" seru pedagang itu, pada tubuh gadis yang babak belur.
"Paman apa yang kau lakukan?" tanya arthur pada pria itu.
"Apa kamu tidak lihat?, aku sedang menyingkirkan tikus dari daerah kumuh ini, dia tidak sengaja mengenai pakaian bangsawan itu ketika membeli buahku..huh sekarang aku harus membersihkan kekacauan nya"
"Jadi dia pelangganmu?, lalu kenapa kamu tidak membelanya?"
"Hahhh, apa kamu tidak dengar?, orang itu bangsawan lagipula bocah ini hanya membeli satu apelku dengan uang recehnya, aku yakin dia mencurinya dari suatu tempat"
(Brengsek !! , tidak !!, bukan pedagang atau bangsawan itu saja, aku juga brengsek yang hanya bisa melihat, aku tahu yang mereka lakukan adalah kesalahan tetapi aku hanya bisa diam, akulah yang paling brengsek !) Pikir arthur.
(Pria di kedai itu benar, aku memang pecundang !)
Mendekat kearah gadis kecil itu. Arthur menggendong tubuh ringannya yang penuh darah dan lebam.
"Paman apa kamu tahu dokter?, tabib? atau apapun tempat yang mungkin bisa mengobatinya?" Tanya arthur.
"Huh !!..apa kamu sudah gila?, apa kamu mau menolong gadis itu? , lihat saja dia !!, dia sudah sekarat, gadis itu tidak akan bisa diselamatkan bahkan oleh dokter, tangannya saja sudah menekuk ke arah yang aneh ! tidak ada yang bisa menyelamatkan dia!-" balas pedagang buah itu yang kemudian dipotong oleh seseorang..
"Kamu bisa membawanya ke kuil cahaya !, hanya dengan penyembuhan dari kuil kamu bisa menyelamatkan dia, disana ada pendeta yang bisa menggunakan sihir cahaya untuk pemulihan" jawab suara dari sebelah arthur dan pedagang buah tersebut. Yang mana orang tersebut adalah seorang penjual daging
(Sihir, jadi di dunia ini ada sihir?) Pikir arthur sedikit terkejut dengan fakta baru ini.
"Kuil cahaya, dimana itu?" tanya arthur pada penjual daging tersebut.
"Oy-" tegur pedagang buah itu mencoba bergabung dalam pembicaraan
"Kamu melihat bangunan putih besar di sana?, itu adalah tempatnya, cepatlah gadis itu sepertinya akan mati !!" sebelum pedagang buah berkata apapun, penjual daging sudah memotongnya dan menunjuk ke arah bangunan putih besar.
"Terima kasih" balas arthur.
Melihat ke arah bangunan putih besar yang dimaksud ! arthur berjalan cepat sambil berusaha untuk tidak memberikan banyak guncangan pada gadis kecil yang dibawanya.
***
[PoV Samuel karakter sampingan]
Ketika arthur sudah pergi, kedua pedagang itu langsung membicarakan Arthur.
"Greg, kau benar benar menakutkan, kau tahu para pendeta di kuil itu hanya para lintah yang meminta uang besar sebagai bayaran untuk sihir penyembuhan mereka!?" seru pemilik buah sebelumnya sambil terlihat kesal.
"Hahaha.. Samuel aku paling benci tipe orang sepertinya, dia terlihat marah padamu tapi sebelumnya dia juga hanya melihat gadis itu dipukuli !. Lagipula aku yakin pria itu tidak akan mau membayar biaya pengobatan sihir di kuil itu ketika tahu harganya !" jawab penjual daging yang sebelumnya memberitahukan lokasi kuil pada Arthur.
(Cih, jangan salahkan aku gadis kecil, salahkan orang tuamu yang membuatmu terlahir di daerah kumuh !) Pikir samuel
Samuel sebenarnya tidak membenci gadis itu dan justru sebaliknya, alasan mengapa dia bersikap kasar adalah untuk dirinya sendiri.
Dia tidak ingin terlihat baik ketika dia tidak bisa melakukan apapun.
Dia ingin menghukum dirinya sendiri.
Sambil mengingat gadis kurus yang mencoba membeli apelnya sambil memegang koin perunggu dengan tangan gemetar dan perut keroncongan.
Samuel mulai berpikir seberapa lemah dirinya.
—
(Sebelumnya)
"Paman, aku ingin membeli sebuah apel apakah uang ini cukup?' seru gadis kecil kurus dengan pakaian lusuh yang kotor sambil memegang 1 koin perunggu di tangannya yang bergetar.
Lengannya sangat kurus seperti ranting dan perutnya terus berbunyi.
Jujur Samuel merasa iba, jadi dia memberikan sebuah apel padanya meskipun uang yang dimiliki gadis itu kurang, karena harga dari 1 apel adalah 5 koin perunggu atau 5 ribu emiris.
"Ini ambillah" meskipun terdengar kasar, samuel memberikan gadis itu apel dan mengambil koin yang diberikan olehnya.
"Terima kasih banyak" jawab gadis itu sambil menunduk hormat.
Mungkin karena pusing belum makan, gadis itu mulai sempoyongan ketika mengangkat kepalanya dan tidak sengaja mengenai seorang bangsawan di belakangnya.
"Ahh.. ma-maaf" seru gadis itu sambil menunduk lagi.
Tetapi tidak ada balasan apapun dari pria yang ditabraknya.
Tidak lama pukulan datang menghantam wajah gadis itu. Karena tidak kuat, gadis itu tersingkir ke tanah menjatuhkan apelnya.
Melihat apelnya menggelinding menjauh dia mencoba mengambil kembali apel tersebut tanpa memperdulikan rasa sakit di wajahnya.
Tetapi tiba-tiba lengannya ditendang oleh pria sebelumnya hingga bengkok.
Crackkkk..
"SAKITTTTT" teriak gadis itu, tetapi teriakan itu tidak berlangsung lama karena pria sebelumnya mulai menghujani-nya dengan tendangan.
"Kamu bilang sakit hah?, apakah kamu tahu harga baju ini?, apakah kamu tahu kamu telah mengotori baju kesayangan ku..hah? Dasar tikus kotor" cacian dan tendangan dilontarkan oleh pria itu tanpa belas kasihan
"ma-ma-af..ma-af" sementara gadis itu hanya mencoba meminta maaf sambil terkulai lemas.
"Cih, aku lelah, tikus ini benar benar membuatku jengkel" ucap pria itu sambil berjalan pergi menaiki kereta.
Pria bangsawan itu adalah Viscount Philip Churchill. seorang bangsawan yang terkenal pemarah di kota ini.
Karena merasa pakaiannya kotor, Viscount Churchill memukuli gadis itu hingga sekarat. Sebenarnya Samuel ingin menolongnya tetapi dia terlalu takut pada bangsawan.
Terlebih karena Samuel punya keluarga, dia sangat takut keluarganya nanti juga akan ikut terseret jika dia ikut campur dan menolong gadis itu.
Orang-orang disekitar Samuel juga tidak ada yang berani menghentikan Viscount Churchill bahkan penjaga sekalipun.
Jadi Samuel hanya bisa menutup mata sambil berusaha untuk berpikir bahwa semua ini terjadi bukan karena kesalahannya.
Mendekat ke arah gadis itu samuel bisa mendengar gumam-an kecil darinya.
"ma-af..ma-af sso-ni-a.. sall-ahh- mam-af"
"ma-ma to-long so-ni-a, sa..kkit..sa..kitt"
Mendengarnya membuat samual merasa marah pada dirinya sendiri, dia ingin seseorang menghukumnya ! dia ingin seseorang menghinanya ! dia ingin seseorang memukulnya ! dia ingin membuat semua orang tahu betapa menyedihkan dirinya karena tidak bisa menolong gadis kecil itu.
Jadi dia sengaja memilih untuk berkata kasar pada gadis itu agar ada yang menghajarnya.
(Kembali ke masa sekarang)
"Kau kenapa samuel?" Tanya greg si penjual daging
"Bukan apa apa !, aku hanya mengingat sesuatu yang memuak-kan" balas samuel
"Ooh"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 27 Episodes
Comments
Claudia - creepy
Gak sabar lanjutin!
2023-07-18
1
Alphonse Elric
Halaman terakhir bikin aku ngerasa kosong, seharusnya ada kelanjutannya lagi😔
2023-07-18
1
Pajar
Terima kasih, cerita ini sangat menghiburku.
2023-07-18
1