Chapter 03. Sihir Pemulihan

Sementara itu, Arthur yang telah sampai di depan kuil langsung bertemu dengan seorang wanita dengan pakaian serba putih yang mungkin bekerja disana.

"Permisi, kudengar tempat ini bisa menyembuhkan luka dengan sihir cahaya, bisakah kamu menolongku menyembuhkan gadis kecil ini?" tanya arthur dengan terburu-buru.

Wanita kuil itu kemudian menengok ke arah arthur dan gadis kecil yang dibawanya "Baik saya mengerti, akan saya panggilkan pendeta, silahkan tunggu disini !!" jawab wanita itu dengan wajah datar.

Untungnya tidak butuh waktu lama ketika pendeta tidak sengaja melewati mereka, jadi gadis kuil itu langsung mendekat dan menceritakan apa yang terjadi.

"Jadi kamu mau menyembuhkan anak ini?" tanya pendeta kuil cahaya itu.

Pendeta itu mengenakan pakaian mewah dengan warna yang didominasi warna putih dan emas.

Dia juga mengenakan cincin, kalung dan gelang emas yang menghiasi tubuhnya.

Tubuhnya gendut dan jujur saja perasaan arthur sudah tidak enak ketika melihat pria itu, rasanya seperti melihat seorang bos yang korup seperti di cerita cerita fantasi.

(Apakah orang ini juga seperti orang korup di cerita cerita yang pernah kubaca?, huh..semoga saja tidak!?, terkadang jangan pernah melihat orang dari sampulnya saja !) pikir arthur sambil mengingat kembali pria berpenampilan baik yang sebelumnya memukuli gadis kecil yang dibawanya.

"Benar tuan pendeta, tolong selamatkan gadis kecil ini !" ucap arthur dengan sungguh-sungguh.

"Aku mengerti tapi kau harus bayar dimuka, untuk luka seperti ini akan sulit, semuanya akan menjadi 10 juta emiris (10 koin emas)"

"Hah !, bisakah anda berkata sekali lagi tuan pendeta!?" arthur masih terkejut dengan harganya dan menanyakan kembali apakah kupingnya tidak salah dengar.

"Apa kau tuli, semuanya akan menjadi 10 juta emiris " dengan wajah marah seperti babi.

"Tuan bukankah itu terlalu mahal?" Tanya arthur gugup

"Jika kamu tidak punya uang maka pergilah!!, tempat ini bukanlah tempat amal" arthur sebenarnya ingin bernegosiasi tapi sepertinya dia gagal.

(Jadi orang ini memang brengsek seperti yang terlihat) disini arthur mulai jengkel dengan pendeta cahaya itu

"Tuan tetapi-" arthur kembali mencoba bernegosiasi, tetapi dengan kasarnya pendeta cahaya itu memotong perkataan arthur.

"Jika memang tidak punya uang pergilah!!, kau membuang waktuku" masih bersikukuh pendeta itu-pun berjalan pergi.

Sebenarnya arthur ingin membiarkan pendeta itu pergi saja dan meminta tolong pendeta lain karena terlalu malas berhadapan dengan pendeta korup seperti itu.

Tetapi ketika arthur mendengar rintihan gadis kecil yang dibawanya, arthur tidak tega melihat gadis itu semakin melemah dan mungkin meninggal kapan saja.

Mau tidak mau, arthur mulai memikirkan cara lain untuk memuaskan pria korup itu.

Sambil merogoh sakunya, arthur kemudian memiliki ide bagus untuk bernegosiasi dengan pendeta itu.

"Tunggu tuan pendeta, aku memang tidak memiliki uang sebanyak itu, tetapi aku memiliki barang menarik yang mungkin akan senilai dengan 10 juta emiris" celetuk arthur.

"Apa kamu coba mempermainkanku?" tanya pendeta kuil cahaya itu hanya melirik sekilas.

"Tentu saja tidak tuan pendeta !" jawab arthur sambil mengeluarkan ponsel dari sakunya.

"Lihat ini, namanya smartphone benda ini memiliki banyak fungsi dan salah satunya untuk menggambar objek dengan sangat cepat" ucap arthur menjelaskan dengan cara mudah agar orang awam mengerti.

"Biar aku berikan contoh !" untuk memberikan presentasi, arthur segera mengambil gambar pendeta itu dengan kamera ponsel.

"Lihat ini adalah hasil gambar yang ditangkap oleh benda ini! " seru arthur sambil memperlihatkan layar ponsel yang menunjukkan foto pria gemuk yang tidak lain adalah pendeta kuil cahaya itu sendiri.

"Oh.. oh.. oh..  apakah itu sebuah relic ?? , berikan benda itu !!" Teriak pendeta cahaya itu mengambil paksa ponsel dari lengan arthur. "Luar biasa ini adalah aku, tunggu bukankah seharusnya aku lebih tampan?" Tambahnya dengan sikap seolah tidak pernah bercermin, lalu pergi melupakan arthur.

Arthur tidak tahu apa itu relic?, tapi melihat sebuah kesempatan, arthur tidak ingin melepaskannya.

"Tunggu tuan ! bagaimana dengan pengobatan anak ini?" tanya arthur pada pendeta itu yang sudah berjalan pergi.

"Huh.., kau benar, baiklah ajarkan aku cara menggunakan alat ini !!, setelah aku menyembuhkan tikus kotor ini" balasnya.

"Aku mengerti" meskipun arthur jengkel pada pendeta cahaya itu, tapi karena arthur membutuhkan kemampuan sihirnya untuk mengobati gadis kecil yang dibawanya, mau tidak mau, arthur hanya bisa menahannya.

Pendeta kuil cahaya itu mendekat kearah gadis sekarat yang arthur bawa sambil menutup hidungnya dengan kain.

"Dengan berkah sihir dari dewi lux, berikan kesembuhan pada semuanya....[HEAL] " ucap pendeta itu mengeluarkan mantra dari mulutnya.

Tiba tiba saja atmosfer mulai berubah disekitar lengan pendeta itu. Setelahnya cahaya putih menyilaukan terbentuk seperti bola di tangan pendeta itu.

Bola cahaya yang telah terbentuk kemudian masuk kedalam tubuh gadis kecil itu.

Disana arthur melihat keajaiban sihir untuk pertama kalinya selain kejadian Supernatural perpindahan dimensi yang dia alami.

Tangan gadis yang menekuk ke arah berbeda mulai kembali ke posisinya, lalu luka lebam dan robek di tubuhnya juga perlahan menghilang sampai tidak tersisa.

Bahkan luka yang terlihat sudah lama juga ikut menghilang.

Gadis yang sebelumnya babak belur, sudah naik tingkat menjadi gadis kecil yang kotor.

"Cih, tikus ini benar benar bau" jawab pendeta kuil cahaya itu sambil mengelap tangannya yang digunakan saat menyentuh gadis itu.

(Jadi ini kemampuan sihir cahaya ?, keren sekali !, kupikir 10 koin emas bukanlah hal yang berlebihan ?, lagipula semua luka baru dan luka lamanya juga sudah sembuh total !) Pikir arthur merasa takjub dengan kehebatan sihir.

"Terima kasih banyak tuan pendeta !!" Dengan segera arthur mengucapkan terima kasih pada pendeta itu."Sekarang aku akan menepati janjiku!!" 

Setelah mengobati gadis itu, arthur mulai menjelaskan beberapa fitur handphone sampai hari hampir gelap.

Sementara gadis kecil itu masih tertidur di lantai. tadinya arthur ingin menaruhnya di tempat duduk hanya saja gadis kuil sebelumnya melarang gadis kecil itu untuk ditidurkan di kursi karena takut akan mengotori kursi kuil.

Sebenarnya arthur sangat marah, tapi melihat pendeta kuil yang setuju dengan gadis kuil itu, mau tidak mau arthur hanya bisa menahannya

(Uang dan kekuasaan jika saja aku memilikinya mungkin aku tidak akan diperlakukan seperti ini?) Pikir arthur.

Setelah memberitahukan beberapa hal simple tentang ponsel, arthur pergi keluar kuil sambil menggendong gadis kecil sebelumnya.

Arthur berencana untuk membawanya ke tempat penginapan yang rencananya akan arthur tinggali.

Sambil berjalan dengan cepat ke arah penginapan, tidak sengaja arthur mendengar suara perut keroncongan.

Melihat ke arah sumber suara, arthur melihat sepasang mata hijau gelap sedang memperhatikannya.

"Kamu sudah sadar?" Tanya arthur pada sosok kecil itu.

Sumber suara sebelumnya ternyata datang dari gadis kecil yang telah arthur tolong sebelumnya. 

Gadis kecil itu memiliki rambut kemerahan dengan mata hijau gelap, dan dilihat dari seberapa kecil dia, arthur bisa memperkirakan umurnya mungkin baru sekitar 5 sampai 6 tahun.

Mengingat kembali gadis sekecil ini mengalami penyiksaan seperti itu, arthur belajar bahwa dunia baru ini sangat kejam dan keras.

Terpopuler

Comments

Hajime Nagumo

Hajime Nagumo

Hebatnya!

2023-07-19

1

Lindy Studíøs

Lindy Studíøs

Satu kata: masterpiece.

2023-07-19

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!