Chapter 01. Dunia Lain

Setelah keluar dari toko Arthur berjalan mengitari kota sambil mencari penginapan.

Tetapi sebelum menemukan penginapan perut arthur keburu berbunyi, jadi dia memilih untuk masuk ke dalam sebuah bar terlebih dahulu.

Didalamnya cukup rapi dan ketika arthur sudah duduk di meja-nya, seorang pelayan cantik datang sambil mengenakan gaun yang terbuka di bagian bahu.

Jujur saja penampilannya cantik, dan arthur tergoda. Mau bagaimana lagi? Arthur masih dalam masa pubernya.

"Selamat datang tuan, anda mau pesan apa?" Tanya pelayan itu sambil menunduk mencoba membuat belahan dada yang tidak ada.

"Bolehkah aku lihat menunya?" jawab arthur, tetapi pikirannya ke arah yang lain.

(Tidak apa-apa nona cantik, beberapa orang diluar sana tidak mempermasalahkan ukuran dada, termasuk diriku) pikir arthur.

"Tentu saja tuan, silahkan!" sambil mengedipkan mata, gadis itu kemudian menyerahkan papan menu padaku.

(Ahhh..suki, ai ai ai aishiteru !) Pikir arthur terpesona dengan wajah datar.

Dengan bodohnya arthur termakan rayuan sehingga arthur memesan yang termahal agar terlihat hebat di depannya.

"Aku pesan menu spesial hari ini!" sambil mengembalikan menu, arthur mencoba memegang tangannya, tapi sayang itu hanya sebentar.

"Tentu, silahkan tunggu sebentar!" dengan gemulai gadis itu pergi ke arah konter dimana dapur berada.

Harga kisaran makanan termurah ditempat ini adalah roti putih seharga 5 ribu emiris atau 8 perunggu. Sampai dengan menu termahal yaitu 1 piring besar daging seharga 100 ribu, dan dan 1 ekor kalkun panggang seharga 100 ribu emiris.

Oleh karenanya arthur memesan kalkun panggang, dan juga anggur (wine).

Karena bosan, Arthur mulai memperhatikan sekitarnya. Arthur merasa tempat ini cukup bersih meskipun tidak sebersih rumah makan di bumi.

Meskipun ada orang berisik tetapi banyak juga orang yang dengan tenang menyantap makanan mereka.

Ketika arthur sedang memperhatikan sekitar, tiba-tiba saja matanya berhenti pada sebuah meja dengan 5 kursi yang terisi penuh.

Arthur bisa melihat 2 orang wanita dan juga 3 pria yang sedang makan disana, seharusnya semuanya terlihat biasa saja. Tetapi yang membuat mereka menonjol adalah pakaian mereka.

Dengan balutan pakaian kulit ringan yang kemungkinan di design untuk pakaian dibalik  armor.

(Tidak salah lagi , mereka berlima kemungkinan adalah petualang ?) dengan insting wibu-nya Arthur menyimpulkan.

Merasakan pandangan arthur salah satu wanita menengok ke arahnya, dan mata mereka bertemu.

Arthur bisa melihat matanya yang berwarna hijau cerah cukup tajam namun indah secara bersamaan. Jika dilihat lagi wajahnya terlihat sangat elegan mungkin wanita tipe keren dan bukan tipe imut.

Dengan rambut keemasan bergelombang yang terbelah dua di atas dahinya, dia terlihat seperti sosok wanita kesatria yang pernah arthur baca pada novel anime fantasy kebanyakan.

Arthur dibuat terpesona sampai tidak sadar mengedipkan matanya.

Hormon-nya sedang berada di titik terpuncak karena euphoria perpindahan dunia yang selalu diimpikan.

Disini Arthur sudah menganggap dirinya adalah protagonis anime isekai pada umumnya.

Semua wanita tidak akan ada yang menolaknya !! itulah keadaan pikiran arthur saat ini.

Dan tentu saja wanita itu langsung kehilangan minat pada Arthur, lalu berpaling tanpa memperdulikannya.

Lagipula ini adalah kenyataan, bukan sebuah cerita protagonis luar biasa.

Karena merasa tidak sopan kalau terus meliriknya, arthur mulai berpaling karena takut dengan seorang pria di kelompok itu yang melihat arthur dengan amarah.

Saat arthur melihat pedang yang disarungkan di pinggang pria itu, arthur sedikit ciut.

Meskipun arthur memiliki otot yang besar dan ketinggian arthur mencapai 190 cm. Tetapi arthur hanya diam dirumah selama 2 tahun dan selalu berolahraga mengangkat beban saja, tanpa memiliki keberanian dan pengalaman bertarung sama sekali.

"Pecundang" terdengar suara pria yang berasal dari kelompok itu menghina Arthur, tetapi arthur hanya bisa diam dan tidak membalas sambil berpura-pura tidak tahu dan tidak mendengar.

Memang menyedihkan, tapi arthur adalah orang seperti itu.

(Ughhh, lihat saja kau !, aku memang tidak kuat saat ini, tapi aku akan menjadi kuat dan kaya hingga bisa menginjak injak kesombonganmu nantinya) pikir arthur dengan kesal sambil bisa mendengar sedikit percakapan mereka yang terdengar seperti pria barusan sedang menjelek-jelekanya di depan kelompok tersebut.

Tidak lama kemudian pelayan datang dengan pesanan arthur, arthur melihat 1 ekor kalkun panggang yang harum diatas piring besar bersama dengan anggur (wine) yang dipesannya.

Minuman anggur sendiri dibandrol seharga 10 ribu per botolnya, jadi arthur telah menghabiskan 110 ribu emiris untuk sekali makan.

Sebuah angka yang fantastis jika saja arthur memahami apa yang dipesannya adalah menu kalkun yang biasa dimakan kelompok 7 orang.

"Sepertinya hewan dan tumbuhan di dunia ini terlihat sama" gumam arthur sambil menyantap makanan yang lumayan enak.

Butuh beberapa waktu untuk arthur menghabiskan 1 ekor kalkun, tapi dia merasa puas dengan rasanya.

"Pelayan aku sudah selesai, aku ingin membayar.." ujar arthur pada wanita pelayan yang berbeda dari sebelumnya.

"Semuanya menjadi 110 ribu emiris" kata pelayan wanita itu dengan nada datar.

(Tipe kuudere ya?, bagus… Aku suka tempat ini !) Pikir arthur sambil menyerahkan 2 koin perak pada pelayan tersebut.

"Silahkan tunggu sebentar!" setelah pergi sebentar, pelayan itu kembali menyerahkan 9 koin tembaga untuk kembalian-nya.

"Terima kasih, ngomong ngomong nona?, aku seorang musafir bisakah kamu menceritakan padaku ! apakah ada penginapan dekat sini yang cukup baik!?" tanya arthur pada gadis itu sambil memberikan tips 3 koin tembaga.

Sebenarnya Arthur ingin memberikan dia 1 perak, tapi arthur perlu menyimpan uangnya untuk dana tidak terduga. Lagipula uangnya saat ini hanya tersisa 1 koin emas 3 koin perak dan juga 5 koin tembaga.

Gadis itu lalu menerimanya dan memasukkan kedua koin itu ke dalam belahan dadanya yang cukup besar.

(Bagus sekali, uhhh..suki) pikir arthur merasa senang dengan fanservice barusan.

"Ada penginapan bernama penginapan kayu manis sejauh 200 meter dari sini, saya merekomendasikan penginapan itu tuan !... Anda hanya perlu berbelok ke timur dari sini, lalu berjalan lurus hingga tuan bisa melihat sebuah penginapan dengan lambang pohon di depannya!." masih dengan nada datarnya pelayan itu menceritakan lokasi penginapan yang dimaksud.

"Aku mengerti terima kasih banyak"

"Silahkan datang kembali!" sambil mencoba tersenyum gadis itu terlihat seperti robot yang manis.

(Suki !!)

Setelah menyelesaikan pembayaran, arthur berjalan ke arah pintu keluar, hanya saja untuk mencapai pintu keluar arthur harus melewati meja dimana kelima orang petualang sebelumnya berada.

Ketika arthur berjalan melewati mereka, arthur mendengar pria itu berkata "Jaga matamu jika kamu tidak ingin ada yang mencongkelnya !!, pecundang!! " seru pria yang mengancam arthur sebelumnya.

Arthur hanya bisa terdiam sambil mengepalkan tangannya, sampai dia mendengar suara elegan wanita membalas perkataan pria itu.

"August hentikan!!" ujar wanita yang kemungkinan adalah wanita berambut pirang yang disukai arthur.

Arthur tidak berbalik dan memilih untuk keluar, sambil mengingat wajah pria itu dan berencana untuk mengembalikan penghinaan ini dimasa depan.

Wajah pria itu sangat disesalkan terlihat cukup tampan ! dengan mata biru dan rambut merah, lalu bekas luka keren di mata kirinya.

Ughhh sial, dimana cheatku ??.

Terpopuler

Comments

Halu

Halu

bingung lah singkat aja pake tembaga perak sama emas aja.

2023-08-03

1

Helen

Helen

Mantap lah!

2023-07-18

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!