Di sisi lain, sebastian berlatih dengan para elf yang merupakan pengikut dewi pertiwi. Para elf menganggap kemampuan henderson yang mampu berkomunikasi dengan alam adalah berkah yang tak tertandingi, namun ada beberapa peristiwa yang tidak terduga terjadi.
"Sebastian apakah kau disana?" Ucap salah satu elf yang datang untuk mencari henderson.
"Iya aku disini, terimakasih teman teman kecilku, bisa kah kau pergi sejenak?." Ucap sebastian yang sedang berbicara kepada para peri.
"Maaf mengganggu mu sebastian, pendeta memanggilmu. Ada beberapa hal yang ingin beliau sampaikan kepada mu" ucap seorang elf tersebut.
"Baiklah, aku akan segera kembali." Ucap sebastian.
"Aku kemampuan mu. Kau berkembang dengan sangat cepat, aku sungguh terkejut dengan perkembangan mu" ucap seorang elf tersebut.
"Hahaha. Itu hal yang baik bukan, ayo kita kembali. Tidak baik membuat tuan pendeta menunggu kita" ucap sebastian.
Mereka pun bergegas kembali ke desa elf untuk bertemu dengan pendeta elf, sesampainya mereka di desa pendeta elf pun menyanbut sebastian di balai kota.
"Aku melihat perkembangan mu dari hari ke hari sebastian, kau sungguh mengesankan" ucap pendeta elf tersebut dengan ekspresi terkesan.
"Terimakasih tuan, aku menghargai itu. Hal apa yang membuatmu memanggil ku tuan, apakah terjadi sesuatu?" Ucap sebastian.
"Sebenarnya aku merasakan akhir akhir ini ada sesuatu yang janggal, seperti sesuatu yang gelap, menakutkan, menjijikan, dan ketidaksucian yang berasal dalam hutan. Apakah kau merasakannya?" Ucap pendeta tersebut.
"Ya aku sepintas merasakannya, lantas bagaimana untuk mengatasinya" ucap sebastian.
"Apakah kau bersedia untuk menyelidiknya sebastian, anggap saja ini sebagai latihan untuk perkembangan mu" ucap pendeta elf tersebut.
"Baiklah, aku bersedia" ucap sebastian.
"Kau akan ditemani oleh beberapa orang, datanglah kesini hari esok pada pagi hari." Ucap pendeta tersebut.
"Baik, aku akan kesini pada pagi hari" ucap sebastian.
Keesokan harinya, sebastian berkumpul di balai kota elf. Disana terlihat ada beberapa elf yang akan menemani sebastian dalam menyelidiki kejanggalan tersebut.
"Hei selamat pagi sebastian, apakah kau tidur dengan nyenyak malam ini" ucap salah seorang elf.
"Haloo, selamat pagi. Ya aku cukup nyenyak malam ini, bagaimana dengan kalian. Apakah kalian tidur nyenyak semalam" ucap sebastian.
"Sejujurnya ini buruk bung, kami tidak bisa beristirahat dengan tenang, akan tetapi kami dapat mengatasinya dengan mandi" ucap salah seorang elf.
"Hahaha, ide yang bagus bung. Kau dapat mengatasinya dengan baik" ucap sebastian dengan ekspresi tertawanya.
Pendeta dan kepala desa elf pun datang menghampiri sebastian dan ketiga elf tersebut.
"Selamat pagi semuanya, seperti yang ku katakan tempo lalu. Bahwa, kalian akan menyelidiki tentang kejanggalan yang ada di hutan baru baru ini, kalian akan dipimpin oleh sebastian selaku utusan dewi pertiwi. Ingat jangan membahayakan diri kalian, aku memberi waktu 2 hari. Setelah itu kembalilah dan laporkan apa yang sebenarnya terjadi. Apakah kalian sudah membawa persiapan yang matang" ucap pendeta elf tersebut dengan memberi arahan dan bertanya kepada mereka.
"Ya kami membawa persiapan yang cukup matang, mulai dari persenjataan, ramuan, makanan, dan lain lain. Setidaknya kami bisa bertahan selama empat-lima hari. Aku rasa persiapan kami sudah matang" ucap salah seorang elf tersebut.
"Bagus, aku harap kalian aman dan baik baik saja. Karena aku mempunyai firasat buruk tentang hal ini, ingat jangan sampai membahayakan diri kalian. Berhati hatilah, kalian diperbolehkan untuk melangsungkan penyelidikan." ucap pendeta elf tersebut.
Mereka pun melangsungkan perjalanan menuju lokasi yang dirasa terdapat kejanggalan. Di tengah perjalanan mereka merasa kelelahan dan mendirikan tempat peristirahatan sederhana.
"Hai sebastian apakah kau ingin memeriksa kondisi sekitar dengan ku, jujur aku sangat merinding" ucap salah seorang elf.
"Ya aku juga merasakannya, akan tetapi aku mempunyai kemampuan untuk memeriksa kondisi sekitar. Alangkah baiknya kita menggunakan kemampuan ku untuk mengantisipasi kejadian yang tak terduga" ucap sebastian.
"Ide bagus bung, apa yang harus ku lakukan untuk mengaktifkan kemampuan mu?" Ucap elf tersebut.
"Panggil yang lain untuk menjaga ku, ini mungkin akan menarik perhatian beberapa monster atau hewan buas yang menyadarinya" ucap sebastian.
"Siap, sebentar. Akan ku panggil yang lain untuk berjaga" ucap elf tersebut dengan berlari.
Elf tersebut berlari untuk memanggil teman temannya atas permintaan sebastian, setelah mereka berkumpul. Sebastian pun merapalkan mantra untuk mengaktifkan kemampuannya.
"Oh dewi bumi, anakmu ingin meminta izinmu untuk mengenal lingkungan mu, izinkanlah.... Scanning" ucap sebastian yang sedang merapalkan mantra.
Sebastian melihat dalam radius 5 kilo meter yang membentuk lingkaran. sehingga tercipta sebuah lingkaran dengan diameter 10 meter, ada beberapa hal yang di lihat oleh sebastian. seperti rusa, ular, ayam, kambing, monyet, dan beberapa hewan lainnya. Akan tetapi terdapat sesuatu yang gelap pada seekor macan yang mempunyai ukuran tubuh yang tidak normal. Macan terdebut pun menyadari kemampuan sebastian, sehingga macan tersebut berlari menghampiri sebastian.
"Bersiaplah ada sesuatu yang datang, angkat senjata kalian" ucap sebastian.
"Wow, lihatlah macan itu. Aku sungguh merinding, macan itu dapat mengeluarkan aura yang tidak menyenangkan" ucap salah satu elf tersebut.
"Dewi ku berikan kami keberanian, nature encourage. Dewi ku berikan aku kekuatan mu, plant binding" ucap sebastian yang merapalkan mantra untuk menghilangkan ketakutan yang disebabkan oleh macan tersebut, dan sebastian mengucapkan mantra mengikat untuk membatasi ruang gerak macan tersebut.
Mereka pun menghadapi macan tersebut dengan bersusah payah, kemampuan demi kemampuan terus digunakan untuk mengalahkan macan tersebut, sehingga salah satu elf ada yang terluka cukup parah karena serangan dari macan itu.
"Bertahan lah, aku akan kesana, hei sebastian tahanlah macan itu sebentar. aku ingin memberikan ia ramuan penyembuhan" ucap salah satu elf.
"Bergegas lah, aku tidak bisa menahannya terlalu lama" ucap sebastian.
Elf tersebut berlari menuju ke rekannya yang terluka dan memberikan ramuan penyembuhan yang sangat efektif, dan akhirnya mereka dapat mengalahkan macan tersebut dengan bersusah payah.
"Apa apaan itu?, Mengapa macan itu memiliki ukuran yang sangat besar, dan mengapa terpancar aura yang menyeramkan" ucap salah seorang elf.
"Aku tidak tahu, sebaiknya kita kembali. Aku ragu untuk melanjutkan perjalanan ini, setidaknya kita sudah memiliki informasi yang cukup" ucap sebastian.
"Ya aku juga setuju dengan mu bung, terlalu beresiko untuk melanjutkan perjalanan ini, mari berkemas dan kembali ke desa" ucap salah satu elf tersebut.
"Ya mari, dan kita akan melaporkan hal ini kepada pendeta dan kepala desa. Serta mengajukan penyelidikan dengan tingkat bahaya" ucap sebastian.
Mereka pun kembali ke desa dengan membawa mayat macan tersebut.
*spoiler alert.
"apa yang kau bawa?,. mengapa itu memancarkan aura yang menakutkan dan mengapa macan tersebut memiliki ukuran yang tidak lazim".
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments