Setelah mereka meninggalkan guild, mereka pun bergegas ke kediaman henderson untuk beristirahat. Sesampainya di rumah henderson terlihat sebuah rumah kosong yang dijual oleh pemiliknya dengan harga yang cukup murah.
"Henderson, apakah rumah itu di jual? Akankah lebih baik apabila kita membeli rumah itu untuk tempat tempat singgah" ucap gabriela yang sedang membujuk rekannya.
"Kurasa itu ide yang bagus, bagaimana dengan mu elvin?" Ucap sebastian yang setuju dengan gagasan gabriela.
"Henderson, apakah lokasi ini cukup strategis untuk dijadikan tempat singgah tim kita?" Ucap elvin yang sedang ragu.
"Yaa, sangat strategis. Lokasi ini cukup dekat dengan tempat tempat penting seperti guild, bar, bengkel pandai besi, perpustakaan, serta pasar" jelas henderson.
"Baiklah mari kita temui pemiliknya, ku harap kita bisa mempererat ikatan tim kita" putus elvin.
Mereka pun menemui untuk melakukan negosiasi perihal pembelian rumah tersebut, setelah menemukan pemilik rumah mereka pun bernegosiasi untuk mendapatkan harga yang bagus bagi kedua belah pihak.
"Hei bukan kah itu cukup mahal?" Ucap sebastian dengan menaikan oktaf bicaranya.
"Lantas kau ingin harga berapa bung" ucap sang pemilik rumah.
"Baiklah bagaimana dengan 50 persen harga awal" ucap sebastian dengan nada membujuk.
"Hei bung, kau terlalu jahat, baiklah aku akan memberikan harga 90 persen dari harga awal" ucap pemilik rumah.
"Tidak tidak. Itu masih terlalu mahal, baiklah aku akan mengajukan harga bagus untuk mu" ucap sebastian yang masih berusaha untuk bernegosiasi.
"Berapa harga yang kau ajukan" ucap sang pemilik rumah.
"Bagaimana dengan 75 persen dari harga awal, itu harga yang bisa kami ajukan. Berbaikhatilah paman kami sedang berusaha untuk bertahan hidup" rayu sebastian.
"Baik lah itu harga yang lumayan, rumah ini milik kalian bung. Rawatlah rumah ini agar kalian dapat sebuah keajaiban" ucap sang pemilik rumah.
Merekapun kebingungan karena ucapan sang pemilik rumah tersebut. Mereka belum menyadari bahwa sang pemilik rumah adalah seorang oracle yang dapat melihat masa depan, walau tak sehebat the great wise wizard ezalor. Ia dapat meramalkan masa depan.
"akhirnya kita mendapatkan rumah singgah, walau tidak besar namun lumayan untuk tempat singgah kita berempat" ucap elvin.
"Ini semua berkat sebastian, kemampuan bernegosiasi yang dimiliki oleh sebastian sangat menakutkan." Ucap gabriela memuji sebastian.
"Hahaha, mari kita masuk kedalam untuk merapihkan rumah ini" ajak henderson.
"Ayo" ucap sebastian, elvin dan gabriela.
Mereka pun mulai melakukan pembagian kamar, setidaknya rumah tersebut memiliki empat buah kamar. Sehingga mereka dapat menjaga privasi satu sama lain. Tak terasa pagi pun tiba, mereka melakukan pembagian tugas rumah. Sebastian dan gabriela pergi ke pasar untuk berbelanja, henderson pergi ke ladang dan hutan dekat kediaman orang tuanya, sedangkan elvin pergi ke kota untuk mencari informasi. Selepas elvin pulang dari kota, elvin pun mengajak sebastian, henderson, dan gabriela untuk berkumpul di rumah mereka.
"Hei kawan, aku mendapatkan informasi tentang batu prasasti ayonima. Batu itu berada di perpustakaan. Apakah kalian tertarik untuk melihatnya" ucap elvin.
"Itulah tujuan ku ikut ke sini elvin, ayo aku akan melihat batu besar itu" ucap gabriela dengan penuh semangat.
"Baiklah, aku akan ikut dengan kalian" ucap henderson dan sebastian.
Merekapun bergegas ke perpustakaan kota untuk melihat batu prasasti ayonima. Sehingga mereka bertemu dengan alice sang penjaga perpustakaan.
"Ada yang bisa ku bantu" ucap alice dengan sangat ramah.
"Kami ingin melihat batu prasasti ayonima yang ditulis oleh sang the great wise wizard ezalor, aku dengar prasasti itu berada disini" ucap gabriela diiringi oleh anggukan dari keempat rekannya.
"Baiklah akan ku antar" alice mengajak mereka ke dalam ruangan prasasti tersebut berada.
Setelah masuk ke ruangan tersebut. Prasasti itu pun bergetar seakan beresonansi dengan mereka ber empat, tanpa disadari oleh siapa pun. Batu tersebut mendapatkan berkah dari ke empat dewa agung yang menjaga surga.
"Elvin batu besar apa ini?, Mengapa batu itu bergetar?" Ucap elvin dengan penuh kebingungan.
"Ini adalah batu prasasti ayonima, yang telah ditulis oleh the great wise wizard dan ditinggalkan selama ber abad abad lamanya. Aku pun tidak tahu mengapa batu itu bergetar, seakan akan batu itu menyambut sesuatu" ucap alice yang sedang kebingungan.
"Bolehkah kami menyentuh prasasti tersebut?" Ucap gabriela dengan rasa penasaran.
"Silahkan, berhati hatilah aku tidak tahu apa yang akan terjadi" alice yang sedang memperingati.
Mereka menyentuh prasasti ayonima. Tiba tiba, prasasti ayonima bereaksi kepada sentuhan mereka. seketika raga mereka pun pingsan seketika, dan kesadaran mereka pun masuk ke dalam prasasti tersebut.
"Selamat datang para pahlawan dunia, aku adalah the great wise wizard." Ucap kesadaran great wise wizard yang tersisa.
"Tempat apa ini" ucap sebastian dengan rasa pusing yang luar biasa.
"Kau adalah the great wise wizard ezalor? Apa yang kau maksud dengan pahlawan dunia?" Ucap gabriela dengan penuh kebingungan.
"Kalian adalah penyelamat dunia ini dari kehancuran yang akan terjadi. Oh sepertinya kita harus berpisah, ada yang ingin bertemu dengan kalian" jelas kesadaran ezalor.
Ezalor pun merapalkan mantra teleportasi ke sebuah tempat. "Teleportation"
Seketika mereka ber empat berpisah.
"Tempat apa lagi ini" ucap sebastian.
"Halo, apakah kau sebastian?" Ucap seseorang.
"Siapa kau, mengapa aku berada disini" ucap sebastian dengan penuh kebingungan.
"Perkenalkan aku pertiwi, aku yang mengendalikan alam dan mengaturnya. Atau lebih singkatnya aku adalah seorang dewi bumi." Ucap dewi pertiwi.
Di sisi lain, elvin terbangun dan tersadar di sebuah tempat yang cukup asing.
"Tempat apa ini, ini sangat indah, dan mengapa aku bisa berada disini" ucap elvin dengan penuh kebingungan.
"Bangunlah pahlawan" teriak seseorang dengan lantang.
"Apa itu dan siapa kau" tanya elvin dengan panik.
"Aku adalah penjaga yang bediri diatas keadilan dan kebenaran, hati mu yang adil dan benar yang membawa mu kesini, namaku adalah Themis sang keadilan" ucap dewa themis dengan lantang dan penuh intimidasi.
Di sisi lain, henderson pun terbangun dengan suasana tenang dan nyaman, seakan akan ia menganggap bahwa ia telah tewas.
"Apakah ini surga, tempat ini sangat nyaman" ucap henderson melirik kesekitar.
"Hai sang pelindung" ucap seseorang.
"Kamu siapa dan dimana ini" ucap henderson.
"Perkenalkan aku adalah ares, yang berdiri atas keteguhan hati. Hatimu lah yang membawa mu kesini" ucap dewa ares dengan penuh intimidasi.
Di sisi lain, gabriela terbangun dan melihat seseorang yang familiar dengannya.
"Aku pernah melihatmu, kau adalah sosok yang kulihat di kuil di masa lalu" ucap gabriela.
"Kau benar aku adalah dewi cupid, yang berdiri atas rasa cinta dan kasih sayang" ucap dewi cupid.
*spoiler alert
"mengapa kalian membawa ku kesini"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments