Mereka pun tiba di markas, dan berdiskusi apa yang akan mereka lakukan hingga waktunya tiba.
"Menurut mu apa yang akan kita lakukan?, henderson sedang melakukan pelatihan bersama nona anne" ucap elvin dengan bingung.
"Menurutku benar juga apa yang dikatakan oleh tuan foster, kita harus meningkatkan kemampuan kita" ucap gabriela.
"Benar aku juga setuju dengan gabriela, karena dewa telah mengutus kita untuk menjaga bumi dari kejamnya neraka" ucap sebastian.
"Baiklah, aku punya ide. Bagaimana kita ke guild untuk melaksanakan setidaknya satu misi dan setelah selesai kita berpisah untuk beberapa waktu kedepan untuk berlatih, aku dan gabriela akan kembali ke kerajaan. Kau akan pergi ke hutan sesuai dengan arahan tuan foster. Bagaimana?" Tawar elvin.
"Ide bagus aku setuju" ucap gabriela dan sebastian dengan bersamaan.
Setelah mereka beristirahat mereka pun pergi ke guild untuk mengambil misi terakhir sebelum mereka meninggalkan kota. Dan bertemu lah mereka dengan davion selaku ketua guild.
"Hei nak apakah kalian bertemu dengan tuan foster?, Dimana henderson?" Tanya davion.
"Ya kami bertemu dengan tuan foster beberapa waktu lalu. untuk henderson, ia sedang menerima pelatihan bersama kuil ares dan nona anne." Ucap elvin.
"Oohh. Lantas apa yang membuat mu kesini anak muda" ucap davion.
"Kami ingin mengambil bagian kami dari misi terakhir dan ingin mengambil misi, setelah itu kami akan berpisah untuk berlatih" ucap sebastian.
"Baiklah aku ada misi berburu serigala di hutan, apakah kalian tertarik?, Kalian hanya perlu mengumpulkan 3 mayat serigala" ucap davion.
"Baiklah kami akan menerimanya" ucap elvin, gabriela, dan sebastian secara bersamaan.
Mereka pun pergi ke hutan untuk berburu serigala. Sesampainya mereka di hutan terdapat keberuntungan di pihak mereka, terlihat serigala tersebut sedang beristirahat.
"Hei sebastian apakah kau mahir dalam memanah?" Ucap elvin.
"Ya aku sangat mahir untuk memanah, aku akan memanah mereka. Elvin kau tarik perhatian mereka ketika mereka sadar" perintah sebastian.
"Baiklah, ehh apa ini" ucap elvin dengan kaget.
"Power, strength, agility, lion hart, blessing. Ini untuk mu, agar misi kita lebih cepat" ucap gabriela yang sedang merapalkan mantra.
"Wow. Terimakasih" ucap elvin.
Sebastian membidik salah satu serigala tersebut, dan anak panah yang di luncurkan oleh sebastian berhasil mengenai titik vital dari salah satu serigala tersebut. Sehingga, serigala itu mati seketika. Menyadari rekannya yang tewas, serigala itu menyerang elvin, sebastian, dan gabriela.
"Aku lawan mu, hadapi aku serigala jelek" ucap elvin.
"Magic roar" ucap gabriela yang sedang merapalkan mantra.
Seketika serigala itu mundur beberapa langkah karena efek ketakutan yang disebabkan gabriela, dilain sisi sebastian berhasil mengenai titik vital serigala tersebut. Sehingga, serigala itu tewas. Dan elvin dapat membunuh serigala yang tersisah.
"Fiuh...akhirnya misi kita selesai" ucap elvin.
"Benar, ayo kita bawa mayat ini ke guild" ucap gabriela
"Sebentar, aku merasakan sebuah panggilan" ucap sebastian.
Mendengar hal itu mereka bergegas menghampiri sumber suara tersebut, alangkah terkejutnya mereka. Terdapat sebuah kuil yang dikelilingi oleh elf yang sedang berdoa.
"Permisi, apakah aku boleh bertanya? Kuil apakah ini?" Tanya sebastian pada seorang elf.
"Siapa kau manusia, berani beraninya kau mengganggu upacara persembahan kami kepada dewi bumi" ucap salah satu elf.
"Maaf, kami hanya ingin tahu kami tidak ingin mengganggu" ucap elvin pada elf tersebut.
"Tunggu, dewi bumi? Apakah kalian pengikut dewi pertiwi? Jika iya maukah kalian memastikan sesuatu?" Ucap sebastian.
"Betul manusia, kami adalah pengikut dewi pertiwi. Kau ingin kami memastikan apa" ucap elf tersebut dengan sangat waspada.
Sebastian pun menunjukan tanda kebesaran dewi pertiwi yang ada di dahinya. Seketika upacara pun di hentikan.
"Nak kemarilah aku akan memeriksanya" ucap pendeta elf terdebut.
Sebastian pun menghampiri pendeta elf tersebut.
"Oh dewi ku, jika benar manusia ini adalah utusan mu, maka tunjukanlah kebesaran mu" ucap pendeta elf terdebut. Seketika tanda yang ada di dahi sebastian pun bersinar, pohon pohon bergoyang seakan menyambut sesuatu, peri peri pun bernyanyi.
"wahai pengikut ku, aku titip kan anak ini kepada kalian. Bimbinglah, dia akan menjadi salah satu pilar yang menjaga tatanan bumi ini" ucap dewi pertiwi yang merasuki tubuh sebastian.
"Baiklah dewi ku, hamba mengerti" ucap pendeta itu.
"Apakah kalian akan membawa sebastian?" Ucap gabriela.
"Iya itu adalah perintah dewi kami, apakah kalian merupakan utusan juga?" Ucap salah satu elf.
"Sejujurnya kami masih ragu" ucap elvin dan gabriela yang menunjukan tanda kebesaran dewa dan dewinya.
"Astaga, maaf atas ketidaksopanan kami. Kami sarankan untuk tuan dan nona agar bergegas jangan membuang waktu" ucap pendeta elf.
"Baiklah kami akan bergegas, kami titipkan sebastian pada kalian. Jika ia telah selesai, sampaikan kami akan menemuinya di markas" ucap elvin.
"Baiklah, kami mohon pamit tuan dan nona" ucap pendeta tersebut.
Elvin dan gabriela pun kembali ke guild, dengan membawa serigala itu. Setelah mereka menerima bayaran, mereka pun kembali ke kerajaan untuk menunaikan perjalanan suci ke kuil masing masing. Sesampainya di kerajaan mereka pun berpisah.
"Gabriela kita akan berpisah disini, temui aku di rumah ku apabila kau sudah selesai" ucap elvin
"Baiklah" ucap gabriela.
Setelah gabriela sampai di kuilnya, kejadian yang dialami oleh sebastian dan henderson pun terjadi di kuil dewi cupid. Sedangkan di kediaman elvin.
"Aku pulang" ucap elvin.
"Hei nak kau cepat sekali, apa yang kau dapat nak" ucap ayahnya.
"Itu tidak penting, ayah aku mohon antar aku ke kuil dewa themis sekarang" ucap elvin kepada ayahnya.
"Kenapa kau ingin kesana nak" ucap ayahnya.
Elvin pun memperlihatkan tanda yang ada di dahinya, alangkah terkejut keluarganya sehingga mereka bergegas ke kuil dewa themis, dan kejadian yang dialami oleh sebastian, henderson, gabriela pun terjadi pada elvin.
"astaga apa yang anak ku perbuat beberapa waktu lalu, mengapa ia menjadi utusan dewa themis" ucap ayahnya.
Di lain sisi. riki seorang pemburu harta sedang berburu, akan tetapi ia dihadapkan dengan sesuatu yang tidak bisa ia definisikan dengan kata kata, yaitu terbukanya pintu neraka. Riki pun berlari, riki yang mengetahui hal itu, ia langsung bergegas menuju ke kota untuk melaporkan kejadian itu.
"DAVION... DAVION... SANGAT GAWAT" ucap riki dengan sangat panik.
"Apa yang terjadi, mengapa kau seperti ini bung" ucap davion.
"Pintu neraka sudah terbuka, kehancuran yang tercatat pada ramalan ayonima telah dimulai" ucap riki.
"Aku harus menyampaikan hal ini ke tuan foster" ucap davion.
Tuan foster yang mendengar laporan dari davion pun sangat panik, beberapa prajurit dikirimkan untuk menyelidiki retakan tersebut, dan keamanan kota pun di perkuat.
*Spoiler alert
"Lebih tajam henderson" ucap seorang wanita.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments