480 tahun setelah tersegelnya The Great Wise Wizard, banyak petualang yang berlomba lomba untuk membuktikan dan mencari tahu kebenaran tentang prasasti Ayonima. Salah satu petualang yang tertarik adalah riki sang bounty hunter, riki adalah tentara bayaran dengan kemampuan berburu yang sempurna. Akan tetapi, karena kecerobohannya dia sering kali terkena masalah. Di suatu waktu, ia menjelajahi dungeon kuno hingga dia menemukan sesuatu yang janggal.
"hahaha mengapa dungeon ini sangat mudah untuk diselesaikan, lalu kunci apa ini? Mengapa kunci ini memiliki bentuk yang sangat aneh dan diselimuti aura yang sangat kuat? Sebaiknya aku menemui davion untuk menannyakan kunci ini!" Ucap riki dengan penuh semangat.
Riki pun kembali ke kota untuk menemui davion untuk bertanya perihal kunci yang ia temukan di dungeon. Sesampainya di kota, riki langsung menemui davion di guild.
"hei bung apa kabar? Bagaimana dengan penyelesaian dungeon mu? Apakah ada masalah" ucap davion penuh dengan rasa penasaran.
"Halo davion, sejujurnya aku merasakan keanehan pada dungeonnya, itu terlalu mudah untuk diselesaikan dan aku menemukan kunci yang sangat mencurigakan" ucap Riki penuh dengan kemalasan.
"Hahaha. Kau masih sama saja biang masalah, bisa kah ku melihat kunci yang kau dapatkan pada saat menyelasaikan dungeon? Ucap davion dengan penuh penyelidikan.
"tentu mengapa tidak" ucap riki yang sedang menunjukan kunci yang ia temui pada saat menyelesaikan dungeon.
"Hei bung, kunci ini sangat menyeramkan, aku dibuat merinding olehnya" ucap davion dengan ketakutan.
"Awalnya aku juga seperti itu. Hei bung apakah kau tertarik dengan peninggalan The Great Wise Wizard Ezalor?" Ucap riki yang penuh dengan penasaran.
"Sejujurnya aku juga penasaran. itu adalah sebuah legenda 480 tahun yang lalu, akan tetapi aku merasa itu bukan hanya sekedar legenda. Baiklah apakah kau ingin mengunjungi menara itu?" Ucap davion.
"apakah kau tahu letak dari menara itu, bung?" Ucap Riki yang penuh penasaran.
"Hahaha, tentu tidak. Tapi aku tau siapa yang dapat membantu, pergilah ke bar dan temui Lupin" Ucap davion dengan rasa senang.
"Hei lupin, apakah kau ada disana" ucap riki dengan penuh selidik.
"Ya, aku ada disini pembuat masalah" ucap lupin dengan sinis.
"Santai bung, aku hanya ingin bertanya" ucap riki yang sedang menenangkan lupin.
"Perihal apa yang membawamu kesini bung?" tanya lupin dengan penuh selidik.
"Aku ingin bertanya, apakah kau tertarik dengan peninggalan The Great Wise Wizard Ezalor?, Sejujurnya aku dan Davion sangat tertarik mengenai hal itu" ucap Riki dengan penuh penasaran.
"Hemm, aku tahu lokasinya dan aku berniat untuk melihat langsung, akan tetapi aku tidak punya rekan" ucap lupin dengan putus asa.
"Tenang bung mari menjelajah bersama ku dan davion" ajak riki.
"Sungguh?, Hei bung aku ingin meminta bantuan kepada mu, pergilah ke pusat alkemis, pandai besi, dan toko. Ajaklah mereka semua!" Ucap lupin.
"baiklah" ucap riki yang meninggalkan bar tersebut.
Riki pun pergi ke pandai besi untuk berbicara dengan jah'rakal, akan tetapi dewi keberuntungan ada di pihaknya.
"Tidak ku sangka, aku hendak menemui kalian semua dan kalian berkumpul disini hahaha" ucap Riki yang penuh dengan kesenangan.
"Ada perlu apa kau menemui kami kesini pembuat onar?" Ucap alice sang alchemist.
"Kami setuju dengan alice, perihal apa yang membuat kau datang menemui kami" ucap greg dan grog pemilik toko bersaudara.
Jah'Rakal dan ron pun keluar dari bengkelnya dan terkejut melihat kedatangan Riki.
"sejujurnya aku tertarik, menurut rumornya disana banyak buku pengetahuan yang melegenda, baiklah aku akan ikut. Aku akan menutup pabrik ku untuk sementara. Mungkin aku akan menemukan sesuatu yang berharga disana" ucap alice.
"Hei alice kau sangat serakah, kami juga akan ikut. Kesempatan ini sangat langka, bagaimana dengan mu bung" ucap greg dan grog bersaudara.
"Ron bisa kah kau menjaga bengkel ini selagi ku pergi?" Ucap penuh harapan dari jah'rakal.
"Baiklah bung, selamat bersenang senang. Nikmati waktumu aku akan menjaga bengkel" ucap ron.
"Nanti akan ku bawakan sesuatu untuk mu bung. Hahaha" ucap jah'rakal dengan puas.
"Mari menemui lupin, persiapkan barang bawaan dan senjata kalian" ucap Riki.
"Baiklah" ucap alice, grog, greg, dan jah'rakal.
Mereka pun pergi menemui lupin. sesampainya di bar, mereka mengajak lupin dan lupin pun menyetujuinya, sehingga mereka membuat permintaan ke davion yang berada di guild.
"Hei bung, kami ingin pergi ke menara itu. Bisakah kami mengurus perizinannya?" Ucap Riki.
"Sangat bisa tapi ada syarat yang harus kau penuhi" ucap davion.
"Apa itu?" Ucap lupin.
"Aku ingin ikut" ucap davion.
"Ayo lah bung. Yang benar saja" ucap alice dengan malas.
"Baiklah kau boleh ikut" ucap lupin.
"Hore. Terimakasih bung, aku akan mempersiapkan diriku"
Setelah mereka bersiap-siap, mereka pergi ke hutan Yoman. Tanpa mereka sadari, terdapat kekuatan gelap yang mengintai mereka. Setibanya di menara, mereka disambut oleh Familiar The Great Wise Wizard yang bertugas menjaga menara itu.
"angkat senjata kalian, bersiaplah apabila ada serangan" Ucap Riki.
"Tenang kami tidak ingin menyerang mu, kami adalah familiar The great wise wizard ezalor yang bertugas untuk menjaga tempat ini" ucap familiar the great wise wizard.
Mereka pun menghilangkan kewaspadaanya dan bertanya kepada familiar itu.
"Apa yang ditinggalkan oleh ezalor?" Ucap alice dengan penuh penasaran.
Familiar the great wise wizard ezalor pun menjelaskan apa yang dilihat masternya pada 480 tahun yang lalu, Hingga mereka tiba dihadapan prasasti ayonima. Akan tetapi ada sesuatu kejanggalan yang terjadi.
"Hei mengapa kunci mu bergetar" ucap davion dengan kebingungan.
"Entah lah" ucap Riki yang kebingungan.
Kunci yang dibawa davion pun melayang dan hancur. Seketika muncul kegelapan dan cahaya yang melahap satu sama lain. Seketika, prasasti Ayonima bersinar, familiar The great wise wizard pun bersujud.
"kalian telah memulai Ramalan Ayonima, kalian harus mencari empat pahlawan yang diberkahi oleh surga dan menghentikan empat perusak yang memiliki kekuatan neraka. Bawa prasasti ini ke tempat yang layak. Agar aku bisa membimbing pahlawan tersebut" ucap jiwa The Great Wise Wizard yang tersegel.
Seketika dari hutan yoman terdengar suara yang menyeramkan.
"suara apa itu?" Ucap greg dan grog.
"Sial aku takut" Ucap riki dengan penuh kepanikan.
"Angkat senjata kalian" ucap jah'rakal.
"Tidak, kami akan mengurusnya disini. Kalian bawa saja prasasti itu dan barang barang ezalor ketempat yang aman" ucap familiar ezalor yang sudah siap menghalau serangan.
"Baiklah" ucap lupin dengan penuh kepanikan.
Mereka pun mengemasi barang barang ezalor dan membawa prasasti Ayonima ke kota. Sesampainya di kota mereka pun berkumpul di bar milik lupin.
"Apa yang telah terjadi?" ucap davion.
"Entahlah, aku sangat pusing" ucap riki.
"Setidaknya kita bisa keluar dengan selamat" ucap greg dan grog penuh kelegaan.
"Davion, segera laporkan hasil penemuan kita ke tuan foster" ucap lupin dengan penuh kepanikan.
"Menurut catatan, kehancuran dimulai setelah 500 tahun sejak ezalor menyegel jiwanya" ucap alice.
"Alice bisakah kau mempelajari peninggalan ezalor?" Ucap jah'rakal penuh dengan harapan.
"Sangat bisa" ucap alice.
"Baiklah serahkan kepadaku, agar aku bisa membuat laporan ke tuan foster" ucap davion.
"Baiklah" ucap alice.
Setelah alice mempelajari peninggalan ezalor dan menyerahkan hasilnya kepada davion. Ia pun menuliskan laporan dan mengirimkannya kepada tuan foster yang merupakan walikota dari kota tersebut, dan tuan foster pun menerimanya.
"Apa ini, aku harus meneruskannya kepada raja" ucap tuan foster penuh dengan ketakutan.
Informasi tersebut di teruskan kepada raja. Setelah menerima informasi yang di terima, raja pun meningkatkan pertahanan hingga pahlawan suci ditemukan.
*spoiler alert
"apa kau terluka?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
FADLURROHMAN
keren deh pokoknya
2023-06-12
0