Setelah kejadian itu, berdirilah sebuah akademi yang dibangun oleh raja Ruth untuk mempersiapkan generasi muda yang kuat. Akademi tersebut menghilangkan batasan antara masyarakat umum, sehingga mereka menjadi sederajat. Akan tetapi tetap terjadi beberapa masalah mengenai batasan antara bangsawan dan masyarakat umum. Disuatu waktu terdapat seseorang yang mendapatkan bully an dari bangsawan, Ia bernama henderson.
"untuk apa kelas bawah datang ke akademi ini, seharusnya kelas bawah berada di ladang untuk bertani. Kau sangat tidak cocok untuk bergabung dengan bangsawan seperti kami" ucap seorang bangsawan dengan angkuhnya.
Henderson merupakan anak seorang petani, akan tetapi ia memiliki keteguhan hati yang sangat luar biasa, ia pun hanya tersenyum menanggapi hal tersebut. Ia merupakan sosok yang kuat dan tegar menghadapi sesuatu. Hingga suatu ketika Elvin dan Gabriel tidak sengaja melihat Henderson yang dibully, sehingga mereka pun menghampirinya.
"hei bung apa masalah mu, mengapa kau begitu kejam terhadapnya" ucap Elvin dengan lantang.
"Bukan kah raja mendirikan akademi ini agar bangsawan dan masyarakat umum berinteraksi dengan damai satu dengan lainnya? Kau mencoreng citra raja Ruth!" Ucap Gabriel dengan nada kesal.
"Hei Elvin tenang lah, aku hanya memberi tahu orang ini agar sadar akan tempatnya" ucap bangsawan yang angkuh tersebut.
"akan ku laporkan perbuatanmu kepada raja, kau telah mencoreng nama baik dan martabat raja. Aku tidak tahu hukuman apa yang akan diberikan raja kepada mu" ucap Elvin dengan intimidasinya.
Tingkatan keluarga elvin sangatlah tinggi jika dibandingkan dengan bangsawan lainnya. Jarak antara keluarga elvin dengan keluarga kerajaan sangat lah dekat, karena keluarga elvin adalah salah satu pilar kerajaan. Sehingga elvin sangat disegani oleh siswa lainnya, akan tetapi gabriel lah satu satunya yang mau berteman dengan elvin, karena gabriel melihat ketulusan seorang elvin. Elvin dan gabriel pun melihat kondisi Henderson.
"hei sobat, apakah kau terluka" tanya Elvin dengan penuh kepanikan.
"Tenanglah elvin, akan ku obati luka mu, ini tidak akan lama" ucap gabriel.
Henderson pun tersenyum karena melihat ketulusan yang terpancar dari Elvin dan Gabriel. Gabriel pun merapalkan mantra penyembuhan, ia sangat sepesial karena fenomena kelahirannya yang tidak biasa sehingga dia mampu menggunakan sihir dengan sangat baik.
"terimakasih Elvin dan gabriel, aku tidak tahu harus membalas dengan apa kebaikan kalian" ucap Henderson.
"Hei, santai saja sobat. Aku hanya menjalankan tugas yang diberikan paman ku untuk menjaga akademi ini, terkhususnya dalam bully, oh iya apakah kamu mau berteman dengan ku Henderson"
"Tentu, dengan senang hati" Ucap Henderson.
Gabriel yang melihatnya pun tersenyum dengan sangat tulus.
"oh iya, aku kagum melihatmu sobat, kau hanya tersenyum ketika kau di bully dan tidak membalas. Kau memiliki keteguhan hati yang luar biasa sobat" ucap elvin dengan rasa kagumnya.
"Kau sungguh hebat Henderson, tidak semua orang dapat melakukan hal yang sama dengan apa yang kau lakukan, kau sangat hebat dalam menahan diri" Ucap Gabriel dengan rasa kagumnya.
"Aku diajarkan oleh kedua orang tua ku, walau mereka hanya sebatas petani. Mereka mengajari ku bagaimana berprilaku dan hidup dengan masyarakat, aku sangat bersyukur dengan apa yang diberikan orang tua ku" ucap henderson dengan tulus.
"apakah kami dapat menemui orang tua mu kelak, aku ingin belajar dari orang tua mu terkhususnya dalam bertani. Apa kau tahu, banyak bangsawan yang hanya pintar berbicara, aku ingin belajar bagaimana caranya bertani agar dapat mengerti apa yang dirasakan semua orang" ucap Elvin dengan penuh harapan.
"Tentu, bagaimana dengan liburan akademi. Aku akan mengajak mu ke kota ku" ajak Henderson.
"Ide bagus. Bagaimana dengan mu gabriel, apakah kau akan ikut" ajak Elvin dengan penuh harapan.
"Baiklah, sejujurnya aku tidak tahan dengan Elvin yang dipenuhi harapan. Itu meluluhkan hati, akan tetapi aku senang karena dapat pengalaman yang baru" ucap gabriel dengan tulus.
Disela percakapan mereka, tidak disadari terdapat seseorang yang memperhatikan percakapan mereka. Elvin, gabriel, dan Henderson pun kembali ke kelasnya masing masing pada akademi, Elvin yang berada di kelas penyerang, gabriel yang berada di kelas penyembuhan, sedangkan Henderson yang berada dikelas pelindung. Hingga tak terasa pelajaran di akademi telah selesai, mereka pun berkumpul kembali untuk menghabiskan waktu di taman.
"Ahhhh. Demi senjata dewa, teori itu sungguh melelahkan, aku tidak sanggup menghadapinya. Apakah teori itu sangat diperlukan?" Elvin yang bertanya dengan keluhannya.
"Elvin, aku tidak tahu apa yang kau pikirkan, akan tetapi teori itu sangat penting, ketika kau ada di medan perang kau dapat mengimplementasikan teorinya" ucap gabriel dengan bijaknya.
"Huaaa, aku tidak tahan. Bagaimana dengan mu henderson" tanya Elvin kepada henderson.
"Hmm. Di kelas pelindung mempelajari bagaimana bereaksi terhadap serangan yang mendadak, dan bagaimana cara melindungi penyembuh dan penyihir pada saat medan perang" ucap Henderson.
"Itu pelajaran yang sungguh berguna, dalam medan perang peran seorang penyembuh dan penyihir sangatlah penting, apakah kau mendapatkannya henderson?" Tanya gabriel dengan semangat.
"Iya, aku mengerti dan memahaminya" ucap Henderson.
"Hahaha, kau akan menjadi pelindung terbaik di kerajaan ini henderson, aku percaya itu" puji gabriel dengan penuh semangat.
Ditengah asiknya mereka berbicara, terdapat sesorang yang malu menghampiri mereka.
"bolehkah aku bergabung dan berteman dengan kalian?" Ucap seseorang tersebut.
Tenyata orang tersebut yang memperhatikan Gabriela, Elvin, dan Henderson adalah sebastian yang merupakan siswa dari kelas berburu.
"sangat boleh mengapa tidak, bukan begitu elvin dan Henderson" ucap Gabriela dengan tersenyum tulus.
"Tentu sobat, mari bergabung bersama kami" ajak elvin dengan penuh semangat.
"Mari duduk dan berteman, semakin banyak teman maka semakin baik" ucap Henderson dengan ketulusannya.
"Terimakasih" ucap sebastian.
Sebastian pun duduk bersama elvin, gabriela, dan henderson.
"Sebelum itu, izinkan aku memeperkenalkan diri ku. Aku adalah sebastian dari kelas pemburu, aku harap dapat berteman baik dengan kalian" ucap sebastian dengan penuh harapan.
"Tentu dan selamat bergabung" ucap gabriel, henderson, dan elvin dengan sangat tulus.
Tak terasa waktu menunjukan petang hari, mereka harus bergegas kembali keasrama masing masing dan beristirahat untuk mempersiapkan hari esok.
"Hei sobat, besok berkumpulah disini saat pelajaran akademi selesai" ajak elvin dengan penuh semangat.
"Baiklah, sampai bertemu besok" ucap henderson.
Setelah berpamitan mereka pun kembali keasrama.
"Mereka orang yang sangat baik. Ayah, Ibu aku berhasil menemukan seorang teman, dan mereka sangat tulus" ucap sebastian yang merasakan ketulusan mereka.
Sebastian adalah seorang anak dari pemburu terkenal, sedari kecil ia diajak oleh orang tuanya untuk berburu, dan ia memiliki kemampuan spesial untuk berkomunikasi dengan alam. Sebastian dijauhi oleh teman temanya karena takut akan kemampuan yang dimiliki oleh sebastian. Mereka mempercayai bahwa sebastian adalah anak yang terkutuk.
*spoiler
"langkah mu terlalu tajam bung"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments