Mereka pun melakukan perjalanan dengan penuh rasa bahagia dan penuh rasa semangat. Jarak dari kerajaan ke kota sangatlah jauh, dibutuhkan satu minggu untuk sampai ke kota yang dituju. Mereka sangat menikmati perjalanan, sehingga tak terasa sang surya telah berganti dengan rembulan.
"Hei, apakah kalian ingin bermalam disini? Kita dapat mendirikan tenda untuk bermalam" ucap henderson.
"Kita harus bermalam disini, karena jika kita melanjutkan perjalanan itu sangat berbahaya, banyak hewan buas dan monster yang berkeliaran" ucap sebastian memperingati kawannya.
"Hei, sepertinya kau tahu banyak tentang kehidupan di alam liar, apakah kau mempelajari itu di akademi? Sial aku iri dengan mu bung hahahaha" ucap elvin dengan senang.
"Ya kau benar, aku memang mempelajari hal itu di akademi, akan tetapi aku mempunyai orang tua yang berprofesi sebagai pemburu, sehingga hidup di alam liar adalah kehidupan ku. Hei elvin bisakah kau membantu ku untuk memasang jebakan" ucap sebastian.
"Baiklah aku dan gabriela akan membuat api unggun. Hei apakah kau bisa menggunakan sihir api?" Ucap henderson.
"Bisa, tapi aku belum mahir, aku terbiasa menggunakan sihir penyembuhan" ucap gabriela.
"Tak apa itu sudah lebih, dari cukup. Karena disini banyak sekali ranting pohon jadi kita tidak perlu mencarinya lagi, ini sebuah keberuntungan" ucap henderson dengan bahagia.
Mereka pun mengerjakan tugasnya masing masih, sebastian dan elvin memasang jebakan di sekitar tenda, sedangkan henderson dan gabriela sedang membuat api unggun. Akan tetapi sebastian dan elvin menemukan sesuatu yang membuatnya terkejut.
"Hei, sebastian apakah kau tahu apa itu? Itu sangat berkilau" ucap elvin dengan penuh kebingungan.
"Itu adalah danau, kita sangat beruntung bung. Ayo kita kesana barang kali ada ikan untuk dimakan" ajak sebastian.
Mereka pun kedanau tersebut tanpa mengkhawatirkan bahaya yang sedang mengintai mereka. Dan benar, gabriela dan henderson pun mendengar teriakan sebastian dengan sangat keras.
"Sebastian kau tidak apa apa?" Ucap elvin yang mengkhawatirkan sebastian.
"Aku tidak apa apa, akan tetapi kita harus fokus dengan mereka" ucap sebastian.
"Kau benar" ucap elvin yang sedang bersiap untuk menyerang.
Mereka menghadapi kerumunan serigala liar, sesampainya henderson dan gabriela pada tempat sumber teriakan, mereka pun terkejut atas kerumunan serigala yang berjumlah enam ekor.
"Sial, gabriela lindungi elvin dan sebastian, aku akan memprovokasi serigala itu" ucap henderson yang sedang berlari.
"Baiklah" ucap gabriela.
"Haaaaaa, maju kau serigala rendahan" teriak henderson yang sedang mengaktifkan kemampuan provokatifnya.
"lihatlah serigala itu terprovokatif oleh henderson, kita harus membantu henderson secepatnya" ucap sebastian dengan penuh kepanikan.
"Iron wall, ayo hadapi aku serigala serigala lemah. Aku tidak akan membiarkan kalian menyakiti teman teman ku" ucap henderson yang sedang mengaktifkan kemampuannya.
"God blessing, kalian berdua majulah. Aku sudah memperkuat kalian dengan kemampuan ku" ucap gabriela yang merapalkan mantra penguatan kepada elvin dan sebastian.
Mereka pun menghadapi sekumpulan serigala itu dengan sengit, akan tetapi durasi kemampuan henderson hampir habis.
"Elvin, sebastian bergegaslah. Aku tidak mampu menahan lebih lama lagi" ucap henderson yang sedang mengaktifkan kemampuannya.
"Tahan lah henderson, sedikit lagi" ucap sebastian.
"Argghhh, sial. Terima pukulan ku" ucap henderson yang sedang terluka karena serangan serigala itu dan menghempaskan serigala itu.
Pada akhirnya mereka pun berhasil mengalahkan serigala itu.
"Izinkan ku menyembuhkan mu. Oh dewi ku berikanlah kesembuhan dan berkah mu" ucap gabriela yang sedang merapalkan mantra.
"Terimakasih gabriela, kalian harus lebih hati hati lagi sobat, ini adalah hutan, bahaya selalu mengintai kita." Ucap henderson yang sedang memperingati elvin dan sebastian.
"Baiklah kami menyesal, kami akan lebih berhati hati" ucap elvin dengan penuh penyesalan.
"Hei, bantu aku untuk mengambil kulit serigala ini. Ini dapat dijual di serikat, setidaknya kita dapat penghasilan" ucap sebastian dengan penuh kebahagiaan.
"Hei kau....." Tatap henderson dengan tatapan tajamnya.
"Biarkanlah, henderson selalu ada hikmah dibalik musibah" ucap gabriela.
"Huhhh..." Henderson pun menghela nafas.
Mereka pun kembali ke tenda yang telah mereka bangun, mereka memasak makanan untuk mereka konsumsi pada di malam itu. Gabriela dan elvin pun kembali ke tenda untuk beristirahat. Henderson yang hendak untuk kembali ke tenda melihat kejanggalan yang dilakukan oleh sebastian.
"Hei, mengapa kau berbicara sendiri? Apa itu?" Ucap henderson yang sudah bersiap menggunakan pedang kecil dan perisainya.
"Tenanglah ini sahabatku, aku mempunyai kekuatan untuk berbicara kepada alam, mereka yang akan melindungi kita pada saat kita tidur" ucap sebastian.
Kelegaan muncul di wajah henderson, dan menurunkan kewaspadaannya.
"Mengapa kau tidak menceritakan hal ini kepada kita semua?" Tanya henderson kepada sebastian.
"Aku takut kalian menjauhi ku" ucap sebastian.
"Tenanglah kita adalah sahabat, kau bisa berbagi kepada kita bung" ucap henderson.
"Terima kasih" ucap sebastian.
Sebastian menceritakan kisahnya dan menceritakan masalalunya, tak terasa mereka bercerita hingga sang surya terbit menggantikan sang rembulan.
"Ayo kita bersiap dan melanjutkan perjalanan" ucap sebastian.
"Aku akan membangunkan gabriela dan elvin" ucap henderson.
Henderson pun membangunkan gabriela dan elvin. Selepas mereka bersiap, mereka pun melanjutkan perjalanan.
Hari demi hari pun silih berganti. tentu saja, serangan dari makhluk buas tidak berhenti. Mereka sudah dekat dengan kota, karena mereka melihat beberapa petualang yang sedang berburu.
"hei lihat itu henderson" ucap beberapa petualang.
Sejujurnya, henderson cukup populer di kalangan warga kota, karena keteguhan hati dan kebaikan henderson mereka dapat mengenal henderson dengan baik. Henderson pun menyapa balik para petualang tersebut dan memberikan sedikit bekal yang ia punya kepada henderson. Lalu, mereka kembali melanjutkan perjalanan.
"akhirnya kita sampai di kota" ucap henderson yang sedang mengendarai kereta kuda.
"Aku ingin lihat bagaimana kondisi kotanya" ucap gabriela dengan penuh semangat.
"Hei lihat gabriela sangat bersemangat hari ini" ucap elvin dengan nada mengejek.
"Biarkanlah vin, biarkan dia menikmatinya" ucap sebastian.
Akhirnya mereka sampai ke kota. sebelum mereka ke kediaman henderson, mereka pergi ke guild untuk menjual kulit serigala.
"Hei anak muda, perihal apa yang membawa kalian kesini, anak muda" ucap davion selaku ketua guild.
"Kami ingin menjual beberapa kulit serigala, mohon diperiksa dan hargai dengan harga yang bagus" ucap sebastian.
"Hahaha kau sangat pintar anak muda" ucap davion.
Akan tetapi davion merasakan getaran yang aneh dari ke empat orang tersebut, sehingga davion menawarkan beberapa penawaran.
"Hei ini uang mu, ku beli dengan harga bagus. Apakah kalian tertarik untuk menjadi petualang?" Ucap davion.
"Iya kami tertarik" ucap elvin.
"Hahaha bagus, mari ikut aku untuk mendaftar" ucap davion.
Mereka pun mengikuti davion untuk mendaftar sebagai petualang, dan akhirnya mereka resmi menjadi petualang. Para petualang, memiliki tingkatan seperti perunggu, perak, emas, berlian, ruby. Setiap tingkatan mempengaruhi misi yang mereka dapatkan.
Davion yang dipenuhi rasa penasaran melaporkan hal yang ia rasakan kepada alice setelah keempat pemuda itu pergi. Sehinga alice mengingat prasasti ayonima.
*spoiler alert
"batu besar apa ini"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments