Elvin, gabriela, henderson, dan sebastian dipanggil oleh ke empat dewa dan dewi surga secara terpisah. Mereka tampak kebingungan dengan apa yang terjadi, akan tetapi mereka merasakan kenyamanan di tempat itu.
"Seperti yang ku bilang, aku membawa mu kesini dengan maksud ingin mewariskan kekuatan ku. Kau adalah manusia yang terpilih, karena kemurnian dari keadilan yang terpancar dari hatimu" Ucap dewa themis.
"Lantas apa yang aku harus lakukan, aku merasa belum mampu untuk melakukan sesuatu yang besar" ucap elvin dengan penuh keraguan.
"Percaya diri lah manusia, kau adalah salah satu dari ke empat pahlawan yang terpilih. Kau juga akan semakin kuat seiring berjalannya waktu, dan berkah ku akan membimbing mu memperoleh kekuatan yang tak bisa dibayangkan oleh siapapun" ucap dewa themis.
"Baiklah hal apa yang aku harus lakukan untuk mu" ucap elvin dengan mengumpulkan segenap keberaniannya.
"Aku suka keberanian mu manusia. Masuklah ke pintu itu, kau akan melalui ujian yang sangat berat. Apabila kau gagal kau akan mati seketika, jika kau berhasil kau akan mendapatkan berkah dari ku. Apakah kau bersedia manusia?" Ucap dewa themis yang sedang menguji elvin.
"Baiklah, aku bersedia" ucap elvin.
"Semoga beruntung manusia" ucap themis.
Elvin pun berjalan memasuki pintu yang disebutkan themis. Di sisi lain, terlihat gabriela yang sedang berbincang dengan dewi cupid.
"Lantas, mengapa kau membawaku kesini wahai sang dewi" ucap gabriela dengan penuh penasaran.
"aku memanggil mu ke sini karena ada pancaran dihatimu, sesuatu yang sangat murni dari perasaan cinta dan kasih sayang yang bertempat di hati mu" ucap dewi cupid yang menjelaskan alasannya.
"Lalu apa yang ingin kau lakukan wahai sang dewi, aku sudah berada di hadapan mu" ucap gabriela.
"Aku akan mewariskan kekuatan ku, sang great wise wizard ezalor sudah melihat apa yang akan terjadi dalam beberapa tahun yang akan datang. Aku harap dengan diwariskannya kekuatan ku, kamu dapat melindungi seluruh umat manusia saat surga dan neraka saling melahap satu dengan yang lainnya" ucap dewi cupid yang menjelaskan maksud dan tujuannya.
"Apa yang aku harus lakukan, untuk menerima berkah dari mu" ucap gabriela dengan rasa penasaran.
"Cukup mudah, kau hanya masuk kedalam pintu itu, dan menyelesaikan masalah yang ada disana" jelas dewi cupid.
"Baiklah aku akan kesana" ucap bagriela yang menerima tawaran dari dewi cupid.
"Semoga sukses manusia" ucap dewi cupid.
"Terimakasih" ucap gabriela.
Gabriela masuk kedalam pintu yang diarahkan oleh dewi cupid. Disisi lain terlihat bahwa henderson berbincang dengan nyaman kepada dewa ares.
"Sungguh indah tempat ini, aku tidak menyangka dapat hadir melihat tempat sebagus ini" ucap henderson yang memuji.
"Terimakasih henderson kau memang manusia yang baik. Dimasa depan akan terjadi beberapa kerusuhan dimana pembatas bumi, neraka, dan surga menghilang. Seakan akan, surga dan neraka saling melahap satu sama lain" ucap ares dengan khawatir.
"Aku akan berusaha sekuat dan segenap raga dan jiwaku. Aku akan melindungi tempat yang menjadi alasan aku dilahirkan dan aku berasal" ucap henderson dengan keteguhan hati yang luar biasa.
"Keteguhan yang luar biasa, maukah kamu menyelesaikan tantangan dari ku untuk mendapatkan kekuatan ku yang akan membantu mu dalam menyelesaikan masalah ini" ucap ares dengan keteguhan hati yang luar biasa.
"Aku bersedia, untuk melindungi tanah air, rekan, orang tua, seluruh aspek di bumi. Aku bersedia" ucap henderson dengan lantang.
"Baiklah, pergi ke pintu itu dan selesaikan masalah yang ada di sana. Semoga beruntung nak" ucap ares dengan nada yang lembur.
"Terimakasih" ucap henderson.
Di sisi lain, terlihat sebastian dengan bahagia. Ia bisa dengan bebas menggunakan kemampuannya untuk berkomunikasi dengan alam. Akan tetapi sebastian teringat sesuatu.
"Hei aku penasaran, apa aku boleh bertanya wahai dewi pertiwi?" Ucap sebastian dengan rasa penasarannya.
"Tentu, apa yang dapat ku bantu untuk mu sebastian" ucap dewi pertiwi.
"Apa tujuan mu memanggil ku kesini, bagaimana keadaan teman teman ku, apakah mereka baik baik saja?" Ucap sebastian dengan penuh kekhawatiran.
"Mereka baik baik saja. mereka sedang berada di tempat lain yaitu di istana ares, kuil cupid, dan benteng themis. Tujuan ku untuk memanggilmu adalah untuk menurunkan kekuatan ku kepadamu melalui berkah" ucap sang dewi pertiwi.
"Mengapa kau menurunkan kekuatan mu kepada ku, peristiwa apa yang mengharuskan kamu menurunkan kekuatan mu kepada ku" ucap sebastian.
"Akan terjadi perang yang maha dasyat di beberapa tahun kedepan. Kejadian itu mengakibatkan bumi hancur dan dilanda kekacauan. Surga dan neraka saling melahap satu sama lain sehingga menyebabkan ketidakaturan yang berbahaya. Aku menurunkan kekuatan ku untuk membimbing mu melindungi apa yang telah ku jaga selama ini, maukah kau menjaga bumi dari kehancuran sebastian."
"Baiklah, aku akan menjaga bumi yang merupakan tempat dimana aku lahir dan tumbuh, lalu untuk sekarang aku harus melakukan apa untuk mendapatkan berkah mu" ucap sebastian.
"Kau akan menyelesaikan ujian dariku sebastian, masuklah ke pintu itu dan selesaikan masalah yang berada di balik pintu itu." Ucap dewi pertiwi.
"Baiklah aku izin memasuki pintu itu" pamit sebastian.
"Semoga berhasil nak, kau harapan kami" ucap dewi pertiwi.
Mereka pun dihadapkan dengan berbagai masalah. Elvin menghadapi masalah ketidakadilan yang dilakukan oleh sebuah kerajaan, gabriela dihadapkan oleh kota yang mempunyai masalah atas kepercayaan dan saling membenci, henderson dihadapkan dengan masalah disebuah negara dimana penghuninya sangat angkuh dan licik, sedangkan sebastian dihadapkan dengan masalah orang orang yang merusak alam.
"Apa apaan ini, mengapa disini sangat tidak adil. Aku harus cepat untuk bertindak dan mengakhiri ketidakadilan ini!" Ucap elvin.
"Apa ini mengapa orang orang tidak memiliki kepercayaan, mengapa kota ini sangat negatif, aku harus mengatasi hal ini dengan cepat. Tempat ini seperti kota mati" ucap gabriela.
"Aku harus bertindak dengan cepat, mereka sangat angkuh dan licik mengakhiri ini" ucap henderson.
"Tidak, mengapa kau melakukan itu. Pohon itu tidak bersalah, mengapa kau begitu kejam. Aku harus menghentikan mereka, alam begitu menjerit atas perilaku mereka" ucap sebastian.
Membutuhkan 6 bulan lamanya untuk mereka dapat menyelesaikan masalah tersebut. Elvin berakhir menjadi raja yang adil pada kerajaan tersebut, gabriela menjadi pembimbing dan saint pada kota tersebut, henderson menjadi kaisar yang teguh, sedangkan sebastian menjadi seorang ranger. Merekapun kembali ke tempat semula dan disambut oleh dewa dan dewi.
"Baiklah elvin karena kau sudah berhasil melewati ujian ku, kau akan mewariskan kekuatan ku, dan aku akan memberikan senjata ku kepada mu yaitu pedang keadilan" ucap themis.
Themis pun memberikan elvin senjata dan membuat tanda pada dahinya sebagai penanda bahwa elvin adalah utusan sang keadilan, pedang yang diberikan oleh themis memiliki keunikan yaitu akan mengenali pemiliknya, apabila pedang itu hilang dan dicuri, pedang itu akan kembali kepemiliknya.
Disisi lain, gabriela pun kembali dan disambut oleh dewi cupid.
"Sesuai janji ku. Aku akan menurunkan kekuatan ku kepada mu dan aku akan memberikan pengetahuan yang hanya dapat membimbing mu, pengetahuan ini akan kumasukan secara langsung ke dalam kepala mu" ucap dewi cupid.
Dewi cupid memasukan pengetahuan kedalam kepala gabriela sehingga gabriela menjadi the great wizard atau setara dengan ezalor the great wise wizard, dan gabriela pun mendapatkan tanda utusan dari kasih sayang dan kepercayaan.
Disisi lain, henderson kembali dan disambut oleh ares.
"Kerja bagus nak, aku akan memenuhi janji ku"
Ares pun menyerahkan kemampuannya kepada henderson, serta memberikan tanda keadilan kepada henderson, sebagai tanda bahwa enderson adalah utusan keadilan.
Sebastian pun kembali dan disambut oleh pertiwi.
"Oh anakku, kerja bagus nak. Aku akan menepati janjiku"
Pertiwi menyerahkan kekuatannya kepada sebastian, seketika kemampuan sebastian meningkat secara drastis, pertiwi juga membuat tanda pada dahinya sebagai penanda bahwa ia adalah utusan bumi.
Terdengar bahwa cupid merapalkan mantra teleportation sehingga themis, elvin, cupid, gabriela, henderson, ares, pertiwi, dan sebastian berkumpul di tempat the great wise wizard.
"Kalian berhasil, aku akan memberikan kalian hadiah" ucap ezalor.
Elvin, henderson, gabriela, dan sebastian saling menatap.
Ezalor memberikan kemampuan untuk mengstabilkan mana yang dimana itu hadiah yang sangat bagus.
"Terimakasih banyak" ucap elvin, gabriela, sebastian, dan henderson.
"Pergi dan lindungi bumi, mulai sekarang kalian adalah utusan kami, semakin kalian berlatih maka semakin kuat juga kemampuan kalian" ucap themis
"Baik kami mengerti, dan terimakasih banyak"
Mereka pun kembali ke raga masing masing, seketika dahi mereka terdapat tanda dari dewa dewi tersebut.
"Mari kita serahkan masa depan kepada mereka" ucap pertiwi.
*spoiler alert.
"kalian merupakan utusan dewa?" ucap seseorang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments