Nyonya Ning memegang tangan Xue Shan Shan, lalu kembali berbicara dengan lembut. "Shan Shan, pilih barang dengan teliti, Bibi akan membelikan semuanya untukmu."
Xue Shan Shan sangat bahagia, senyum di wajahnya pun semakin cerah dan berbinar sehingga membuat hati Nyonya Ning semakin melunak.
"Oh, cantiknya Shan Shan-ku." Nyonya Ning tidak tahan untuk tidak mencium wajah Xue Shan Shan, menganggapnya seperti gadis kecil berusia delapan tahun.
Setelah itu, Nyonya Ning membawa Nyonya Cheng memilih dan membeli semua barang yang cocok untuk Shan Shan dan meminta penjaga toko untuk mengirimkannya ke Kediaman Perdana Menteri.
"Keluarga kita tidak memiliki anak perempuan, jadi semua yang yang dihasilkan oleh paman-pamanmu akan dipakai untuk mendandanimu."
"Bagaimana dengan kakak-kakakku?" Xue Shan Shan merasa tidak adil untuk kakak-kakak sepupunya.
"Biarkan saja mereka," sahut Nyonya Ning tidak peduli, sementara Nyonya Cheng hanya mengangguk setuju.
Begitu naik ke atas kereta kuda, Nyonya Cheng berkata sambil tersenyum. "Omong-omong, kemarin aku baru saja mendapatkan satu set perhiasan dari bahan batu giok putih. Aku rasa perhiasan itu akan sangat cocok jika dipakai oleh Shan Shan saat perjamuan istana nanti."
Mendengar itu, wajah Nyonya Ning langsung berbinar dan dia segera menimpali, "Bagus sekali, aku rasa perhiasanmu itu juga akan sangat serasi jika dikenakan dengan gaun yang aku siapkan untuk Shan Shan."
Begitu saja, Xue Shan Shan hanya bisa pasrah dan menerima semua kebaikan hati kedua bibinya yang terus berbincang hingga mereka tiba di Kediaman Perdana Menteri.
Malam harinya, Lin Mei tidak bisa menahan diri untuk tidak berdecak kagum saat melihat gaun lavender yang dikirimkan oleh Nyonya Ning dan perhiasan giok putih dari Nyonya Cheng.
"Luar biasa, gaun dan perhiasan yang sangat indah. Anda pasti akan sangat cantik ketika memakai keduanya, Nona."
Xue Shan Shan menjulurkan jari telunjuknya yang ramping dan menjentikkan jarinya di dahi Lin Mei. "Jika kau suka, aku akan memberikannya padamu."
Lin Mei menggelengkan kepalanya dan berkata dengan sungguh-sungguh. "Hanya nona bangsawan yang layak memakai gaun dan perhiasan seperti ini."
Walaupun tahu kata-kata Lin Mei bukanlah pujian, Xue Shan Shan tetap merasa hatinya menghangat.
Pagi hari di Kediaman Perdana Menteri ....
Di kamarnya, Xue Shan Shan sedang berbaring telungkup di atas kasur sembari meletakkan dagu dan wajahnya di kedua telapak tangan yang bertumpu pada siku.
"Bagaimana caranya aku memberitahu semua orang tentang hubungan Pangeran Mahkota dengan Ye Zhiyun?" Xue Shan Shan bergumam, sementara otaknya sedang bekerja keras.
Dia mencoba memikirkan cara mengungkap skandal Pangeran Mahkota di depan keluarganya agar mereka menentang anugerah yang akan diberikan oleh Kaisar pada hari perjamuan istana nanti.
Saat Xue Shan Shan sibuk dengan pemikirannya, Nenek Lee diam-diam mengendap masuk ke dalam kamar bersama Bibi Merry di belakangnya.
Mendengar suara langkah kaki yang berjalan mendekat, Xue Shan Shan bergegas meletakkan wajahnya di atas bantal dan menutup mata.
"Anak pemalas, kamu masih belum bangun, ya?" Suara Nenek Lee yang lemah lembut dan penuh kasih terdengar, sebelum akhirnya wanita renta itu duduk di sisi ranjang. "Bukankah kau bilang akan ikut nenek ke istana hari ini?"
Xue Shan Shan memindahkan kepalanya di pangkuan sang nenek, lalu berkata dengan manja. "Aku masih ngantuk, tidak mau bangun."
Nenek Lee tersenyum lembut dan menggeleng "Apa kamu tidak mau pergi ke istana?"
"Pergi, aku mau pergi," sahut Xue Shan Shan cepat, tetapi dia masih belum beranjak dari pangkuan sang nenek.
"Kalau begitu, ayo, cepat bangun." Nenek Lee mengusap puncak kepala Xue Shan Shan dengan penuh kasih.
"Tapi, Nenek ...." Xue Shan Shan mendongak, menatap Nenek Lee dengan keraguan.
"Ada apa, hmmmm?" Nenek Lee mengusap pipi Xue Shan Shan yang berdaging.
Xue Shan Shan tidak langsung bicara, dia beranjak duduk di hadapan sang nenek. "Ada yang ingin aku katakan padamu dan kakek, juga pada kedua paman dan bibi."
Melihat keseriusan di wajah imut cucunya, Nenek Lee mengerutkan keningnya. "Apa yang ingin kamu bicarakan?"
Melihat Xue Shan Shan hanya diam dengan wajah menunduk, Nenek Lee menghela nafas. Dia berpikir bahwa sang cucu membutuhkan waktu untuk mengatakan apa yang mengganggu hati dan pikirannya.
"Baiklah, kamu mandi dan bersiaplah dulu. Nenek akan menunggumu di Aula Mu'an, kita sarapan bersama di sana."
Mendengar itu, Xue Shan Shan langsung mengangguk setuju.
Nenek Lee hanya tersenyum, sebelum akhirnya beranjak keluar dari kamar Xue Shan Shan yang diam-diam tersenyum miring di belakangnya.
Sebelumnya, Xue Shan Shan sengaja memasang sikap penuh keraguan hanya untuk menarik simpati sang nenek agar wanita tua itu berpikir bahwa apa yang akan dia sampaikan nanti begitu berat baginya.
Bahkan, nanti dia kan bersandiwara lebih maksimal lagi hanya untuk membuat semua orang berpikir bahwa dirinya benar-benar tersakiti atas sikap Pangeran Mahkota.
Dengan begitu, Xue Shan Shan yakin bahwa semua orang di keluarganya tidak akan menerima anugerah dari Kaisar.
***
"Shan Shan, apa benar yang kamu katakan itu?" Lee Wushang, orang tua berwajah bulat dan penuh kasih sayang menatap Xue Shan Shan dengan terkejut.
Tidak hanya sang kakek, bahkan semua orang yang ada di meja makan menatap Xue Shan Shan dengan pandangan yang menyiratkan ketidakpercayaan.
Saat ini, Xue Shan Shan sedang duduk di depan peralatan makan yang berisi berbagai jenis makanan kesukaannya dengan dikelilingi oleh seluruh anggota Keluarga Perdana Menteri.
Alih-alih sedang menikmati sarapan pagi dengan hikmat, Xue Shan Shan justru terlihat seperti sedang diadili karena sudah melakukan kesalahan besar.
Terlebih, tatapan semua orang yang tertuju padanya sedang menuntut penjelasan.
"Iya." Xue Shan Shan mengangguk, sementara mulutnya tidak berhenti mengunyah.
"Pangeran Mahkota berhubungan dengan pelayan dan menghamilinya?" Lee Zhejiang, paman pertama yang mewarisi wajah tegas neneknya mengulangi apa yang Xue Shan Shan katakan beberapa detik lalu.
"Iya." Xue Shan Shan kembali mengangguk, bersikap biasa saja seolah-olah apa yang dia katakan barusan bukanlah sesuatu yang mengejutkan.
Paman keduanya, Lee Chenyuan yang mewarisi wajah kakek dan neneknya ikut menimpali, "Dari mana kamu mendapatkan rumor ini? Kamu tidak boleh membuat dan menyebarkan rumor sembarangan, terlebih ini mengenai anggota keluarga Kaisar."
"Shan Shan, kamu juga tahu bahwa rumor lebih ganas daripada seekor harimau, bukan? Jadi, kamu tidak boleh sembarangan." Nyonya Ning ketakutan, dia melihat sekitar hanya untuk memastikan tidak ada orang luar yang mendengar dan akan menyebarkan pembicaraan mereka.
Jika hal ini tersebar keluar, maka bukan hanya Xue Shan Shan dan anggota Keluarga Perdana Menteri yang berada dalam bahaya.
Namun, seluruh Klan Lee akan terlibat!
Nyonya Diana juga tidak ketinggalan memperingati sang putri. "Shan Shan, jangan lagi bicara sembarangan. Meskipun benar, kamu bisa dihukum berat jika menyebarkannya."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 262 Episodes
Comments
Mami El
jd bingung buat beritahu skandal putra mahkota 🤔🤔pada gak percaya sih ...
2023-09-28
4