Melihat ekspresi bingung di wajah Xue Shan Shan, Lin Mei pun mencoba menjelaskan. "Nona, kau dikirim ke desa selama satu minggu untuk introspeksi diri karena sudah membuat nona kedua jatuh dan tiga hari lalu masa hukumanmu berakhir, tapi saat dalam perjalanan pulang, kau justru bertemu para bandit dan mengalami kecelakaan."
Itu artinya, Xue Shan Shan sudah pingsan selama tiga hari!
Namun, Xue Shan Shan ingat bahwa saat dia beserta rombongan dicegat dan dicederai oleh sekelompok bandit, itu terjadi dua tahun sebelum dirinya dieksekusi mati oleh Ding Peng atas tuduhan pembunuhan.
Xue Shan Shan tidak tahu apakah saat ini dia sudah kembali ke kehidupan dua tahun sebelum mengalami kematian yang tragis dan tidak adil, atau baru saja mengalami mimpi buruk yang menjelaskan bagaimana dirinya menjalani kehidupan selanjutnya.
Entah hidup kembali atau mengalami mimpi, Xue Shan Shan merasa semuanya sangat nyata dan dia juga tidak peduli.
Setidaknya, Xue Shan Shan harus bersyukur karena dengan semua pengetahuan masa depan yang didapatnya, dia bisa merubah takdir buruknya.
Bagaimanapun, dendam ini harus dibalaskan!
Rasa sakit dan penderitaan yang dialaminya akan dia kembalikan berkali-kali lipat pada mereka!
"Ah, kepalaku." Xue Shan Shan menyentuh kepalanya yang terbungkus perban dan bergumam saat merasakan sakit.
"Tidak apa-apa, jangan khawatir. Kata tabib, itu hanya luka kecil." Nyonya Diana mencoba menenangkan Xue Shan Shan seolah-olah dirinya tidak pernah mengkhawatirkan sang putri hingga rela tidak tidur selama berhari-hari. "Namun, entah bagaimana kau bisa pingsan selama tiga hari dengan luka sekecil itu."
"Kau membuat ibu takut." Nyonya Diana menggenggam kedua tangan Xue Shan Shan, ada ekspresi lega di wajahnya saat ekspresi khawatir perlahan memudar.
"Ibu, maafkan aku." Xue Shan Shan tidak bisa menahan perasaan bahagianya dan langsung memeluk Nyonya Diana hanya untuk membuktikan bahwa apa yang dia alami benar-benar nyata.
Mereka belum mati!
"Tidak masalah, yang penting kau baik-baik saja." Nyonya Diana mengusap lembut punggung Xue Shan Shan, sebelum akhirnya melerai pelukan mereka dan menatap Lin Mei yang masih berdiri patuh di belakang. "Lin Mei, beritahu Tuan Besar kalau Shan Shan sudah bangun. Panggilkan juga tabib untuk memeriksanya."
"Baik, Nyonya." Lin Mei sudah mengangguk dengan patuh dan hendak berbalik ketika suara Xue Shan Shan terdengar.
"Lin Mei, tidak perlu."
"Nona."
"Shan Shan."
Lin Mei dan Nyonya Diana mengerutkan kening mereka masing-masing, menatap Xue Shan Shan dengan bingung.
Xue Shan Shan tersenyum tipis, menampakkan sedikit lubang pada wajahnya yang tidak lagi terlihat tembam karena jarang diberikan makan ketika berada di pedesaan.
"Tidak perlu memanggil tabib ataupun ayah, aku baik-baik saja."
"Setidaknya, kau harus diperiksa untuk memastikan kau memang baik-baik saja. Ayahmu juga harus tahu kalau kau sudah bangun, dia sangat mengkhawatirkanmu."
Xue Shan Shan tersenyum sinis, tetapi tidak mengatakan apa pun di depan Nyonya Diana dan Lin Mei. Dia hanya mendengus di dalam hati. 'Hah, khawatir?'
Omong kosong!
Sebelum mengalami begitu banyak kejadian buruk hingga membuatnya mati dengan kepala dan tubuh terpisah, Xue Shan Shan pasti akan percaya bahwa Xue Jingguo mengkhawatirkannya, bahkan sangat menyayanginya.
Xue Jingguo sangat baik kepada Shan Shan, tetapi sangat ketat pada Xue Yuwen—anak keduanya yang lahir dari rahim Selir Faye.
Awalnya, Xue Shan Shan berpikir bahwa ayahnya sangat menyukainya. Tidak disangka, itu hanyalah trik menyanjung untuk merusak dirinya.
Xue Jingguo hanya melatih Xue Yuwen dengan lebih tegas agar menjadi orang yang berbakat, sementara dirinya dibuat menjadi orang yang tidak berguna.
Saat ini, semua orang tahu bahwa keluarga Xue memiliki dua anak perempuan.
Xue Yuwen mahir memainkan alat musik, melukis, menunggang kuda dan ilmu pedang, sedangkan Xue Shan Shan hanya tahu makan, minum dan bersenang-senang.
Itu semua berkat Xue Jingguo!
Setelah semua yang terjadi ....
Xue Shan Shan menggelengkan kepalanya, lalu menatap Nyonya Diana dengan wajah menyedihkan seperti baru saja dianiaya. "Ibu, aku lapar."
***
Enam hidangan dan satu bubur sudah tersaji, semuanya merupakan makanan kesukaan Xue Shan Shan.
Hidangan utamanya adalah roti kristal lengkeng, pangsit udang, kue wijen, kue teratai dan kue osmanthus. Lauknya merupakan campuran sayur dan daging yang sangat harum sampai menggugah selera orang yang melihatnya.
Bubur nasinya pun sangat harum dan lembut, disertai dengan beragam rempah yang diiris, membuat Xue Shan Shan tidak berhenti menyuapkan makanannya ke dalam mulut seperti orang kelaparan yang tidak pernah bertemu makanan selama berabad-abad.
Padahal, dia hanya tidak bisa menikmati makanan enak selama menjalani masa hukuman di pedesaan.
Nyonya Diana yang menyantap hidangannya dengan elegan dan sangat beretika hanya bisa menggelengkan kepala dan tersenyum tanpa daya ketika melihat cara Xue Shan Shan makan. "Pelan-pelan, sudah sakit begitu lama, tidak boleh makan terburu-buru."
"Ibu, kau juga tahu berapa lama aku tidak makan." Pipi Xue Shan Shan tampak mengembung. "Aku sangat kelaparan."
Tiga hari terbaring di atas ranjang benar-benar membuatnya kelaparan sehingga tidak bisa lagi memperdulikan etika atau yang lainnya.
Lagipula, biasanya Xue Shan Shan bisa memakan makanan pokok lebih dari lima kali sehari dengan tambahan makanan ringan. Akan tetapi, dia tidak hanya tidak mendapatkan makanan yang layak saat di pedesaan, tetapi juga sudah pingsan selama tiga hari.
Jadi, bisa dibayangkan betapa kelaparannya dia saat ini.
"Bagaimana bisa pelan-pelan?" Xue Shan Shan menolak mangkuk bubur, lalu mengambil kue osmanthus dan memakannya dengan lahap.
"Namun, jika menyuap begitu banyak sekaligus, takutnya akan melukai lambungmu."
"Orang harus bernyawa dulu baru memikirkan lambung."
Dalam sekejap, semua makanan yang dihidangkan oleh pelayan atas perintah Nyonya Diana sudah berpindah ke dalam perut Xue Shan Shan.
Sementara itu, suara ketukan pintu dari luar Paviliun Bulan tidak berhenti terdengar disertai dengan teriakan yang datang dari tenggorokan Bibi Feng, pelayan pribadi Nyonya Tua Xue.
"Nona Pertama, kau sudah bangun, 'kan? Kenapa kau tidak langsung datang dan memberi salam pada nyonya tua?"
Kebetulan, saat itu masih pagi ketika Xue Shan Shan bangun setelah pingsan selama tiga hari.
Sesuai aturan rumah, setiap anggota keluarga memang diwajibkan memberi salam kepada nyonya tua setiap pagi dan malam hari.
Namun, Nyonya Tua Xue yang berasal dari desa tidak menyukai Nyonya Diana hanya karena menantunya itu adalah wanita elegan di Kediaman Perdana Menteri.
Dengan itu, Nyonya Tua Xue berpikir bahwa dia tidak bisa melampaui, bahkan mengontrol Nyonya Diana hingga menghapuskan aturan tersebut.
Nyonya Diana memiliki sifat yang polos, dia pun tidak muncul di hadapan Nyonya Tua Xue begitu tahu dirinya tidak disukai.
Ternyata, hal itu justru membuat Nyonya Tua Xue semakin terpancing dan merasa Nyonya Diana meremehkannya.
Sekarang, begitu mengetahui Xue Shan Shan sudah bangun, tetapi belum datang menghadap padanya, tentu saja Nyonya Tua Xue merasa tidak senang dan langsung mengirimkan Bibi Feng untuk memperingatinya.
"Nona muda baru saja bangun, tubuhnya belum sepenuhnya sehat. Jadi, dia tidak bisa pergi menemui nyonya tua." Meski merasa geram, Lin Mei tetap mengeluarkan suara lemah lembut dari balik pintu kamar Xue Shan Shan yang masih tertutup rapat.
"Tidak bisa pergi juga harus tetap pergi!" Bibi Feng mendengus tak senang. "Tuan Besar dan semua orang sudah berkumpul, jadi jangankan sakit, bahkan kalau nona pertama mati pun harus ikut pergi bersamaku!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 262 Episodes
Comments
meMyra
Dan orang pertama yg harus diberi pelajaran adalah bibi feng ini
2024-10-03
1
Al^Grizzly🐨
Novel Tiongkok kuno..ada nama Diana...nama anak dan suami beda ya...aneh...kayaknya thor tdak ada rekomendasi nama lainya?
2024-04-17
3
Denita
Cok seru banget bacanya gregetan bacanya!
2024-04-03
1