"Bibi Merry ...."
Belum Lin Mei menjawab, Xue Shan Shan keluar dengan tubuhnya yang lemah seakan bisa diterbangkan angin kapan saja. Bahkan, suaranya pun terdengar seperti tidak memiliki tenaga.
Melihat Xue Shan Shan keluar dengan bersusah payah seolah-olah sudah mengerahkan seluruh tenaganya yang tersisa, Bibi Merry merasa patah hati dan langsung mendekat untuk memapahnya. "Nona, kenapa kau pucat sekali?"
"Aku baik-baik saja, Bibi Merry ... uhuk ... uhuk." Suara Xue Shan Shan benar-benar lemah, bahkan batuk yang dialaminya barusan membuatnya terlihat semakin lemah dan tak berdaya.
"Nona, kau tidak sehat, jadi harus lebih banyak beristirahat." Bibi Merry dengan penuh kasih sayang menasehati Xue Shan Shan, lalu menatap Lin Mei yang menundukkan kepalanya dengan ekspresi begitu menyedihkan. "Lin Mei, cepat bawa nona pertama masuk dan beristirahat. Di luar anginnya tidak begitu bagus untuk kesehatan nona!"
Begitu mendengar titah Bibi Merry, Lin Mei bergegas mendekati Xue Shan Shan dan membantunya masuk ke dalam.
Sementara itu, Bibi Merry menatap tajam ke semua pelayan yang ada di sana. "Bagaimana kediaman Xue memperlakukan nona pertamanya? Bahkan, saat sakit pun Nyonya Tua Xue tidak bisa bermurah hati untuk melepaskan nona pertama dari tata krama?"
Tepat pada saat itu, Nyonya Tua Xue berjalan ke arah Paviliun Diana dengan dipapah oleh Selir Faye—kekasih masa kecil dan berasal dari desa yang sama dengan Xue Jingguo.
Selir Faye sangat akrab dan sangat disukai oleh Nyonya Tua Xue karena sering merendahkan diri sendiri hanya untuk menyanjung sang mertua.
Begitu tiba di depan Bibi Merry, Selir Faye menyapanya dengan penuh hormat, lalu berkata dengan lemah lembut seolah-olah dialah wanita paling berbudi luhur di muka bumi ini.
"Bibi Merry, jangan salahkan ibu mertua, ini semua salahku. Awalnya, nona pertama dihukum oleh ibu mertua karena sudah mencelakai nona kedua. Semua orang tahu, ibu mertua pasti tidak benar-benar ingin menghukum nona pertama, tetapi mencoba mendidiknya. Namun, kami tidak menyangka bahwa tubuh nona pertama begitu lemah dan tidak bisa menerima didikan."
Dengan kata lain, Selir Faye mencoba membela Nyonya Tua Xue, dia juga rela menyalahkan dirinya sendiri demi bakti seorang menantu pada mertuanya. Akan tetapi, pada dasarnya, dia sedang menumpahkan semua kesalahan pada Xue Shan Shan, bahkan secara tidak langsung mengatakan bahwa gadis muda yang terlihat polos itu tidak bisa dididik.
"Aku juga sangat perhatian pada nona pertama dan menyayanginya sepenuh hati."
Bibi Merry mendengus sinis. Dia adalah wanita yang sudah memasuki usia setengah abad, jadi bagaimana mungkin tidak tahu trik kotor yang sedang dimainkan oleh Selir Faye?
Terlihat lemah lembut, tetapi sebenarnya sangat manipulatif!
"Maksudnya, kau sangat perhatian dan menyayangi nona pertama hingga membiarkan seorang pelayan memaksanya untuk memberi salam pada ibu mertuamu?"
Mendengar itu, Selir Faye langsung menatap Nyonya Tua Xue dan berbicara untuk membelanya. "Ibu tidak mungkin memaksa nona pertama, pasti ada kesalahpahaman."
Kemudian, tatapan Selir Faye beralih pada Bibi Feng dan berkata dengan marah. "Bibi Feng kau pasti bertindak tidak sesuai perintah ibu mertua lagi, kan? Bukankah ibu mertua hanya memintamu untuk menyampaikan perihal undangan dari istana kepada nona pertama, tapi kenapa kau malah memaksanya menghadap ibu?"
"Nyonya, ini ...."
"Kita semua tahu, nona pertama sedang tidak enak badan. Jadi, untuk apa memaksanya? Lagipula, ibu mertua bukanlah orang yang gila kehormatan sehingga harus membuat nona pertama memberi salam padanya dalam keadaan sakit!"
Tidak ingin memberikan kesempatan pada Bibi Feng untuk membela diri, Selir Faye terus menyanjung Nyonya Tua Xue dan melemparkan semua kesalahan pada pelayan tua yang hanya bisa menunduk pasrah.
Nyonya Tua Xue tersenyum puas, merasa bangga pada menantu kesayangannya itu. "Benar, aku tidak mungkin memaksa Shan Shan."
Selir Faye menghela nafas panjang, menggelengkan kepalanya hanya untuk menunjukkan betapa dia kecewa pada Bibi Feng. "Bibi Feng, nona pertama adalah majikanmu dan majikanku juga! Kita tidak boleh bertindak sembarangan."
Mengetahui taktik yang dimainkan selir kesayangannya, Xue Jingguo tentu saja harus bekerja sama. Dia menatap Bibi Feng dengan tatapan kecewa dan berkata dengan datar. "Bibi Feng, kali ini kau cukup keterlaluan!"
Untuk menutup masalah yang ada, Xue Jingguo mengalihkan tatapannya pada pelayan yang ada di belakangnya. "Pelayan, seret Bibi Feng ke gudang kayu belakang untuk menerima hukuman 20 kali pukulan!"
Raungan menyedihkan yang datang dari bibir Bibi Feng ketika pukulan demi pukulan menimpa tubuhnya, seperti tamparan keras bagi Nyonya Tua Xue. Dia sangat murka, tetapi harus menahan diri karena keberadaan Bibi Merry.
"Kakak!" Xue Yuwen dengan wajah lembut perlahan-lahan berjalan memasuki kamar Xue Shan Shan dan duduk di sisi kakaknya yang sedang berbaring lemah tak berdaya.
Xue Shan Shan menatap gadis cantik yang tampak menawan, elegan dan bermartabat di sisinya. Dengan paras dan suara yang begitu indah, pria mana pun akan terpesona hingga jiwa mereka melayang saat melihatnya.
Bahkan, senyumannya saja mampu mencairkan es dan salju.
Apalagi, putra mahkota yang hanya memikirkan ************ wanita sepanjang waktu.
Dalam sekejap, tatapan Xue Shan Shan menyiratkan kesedihan.
Tidak heran jika dia mati dengan begitu tragis!
Kesedihan di dalam mata Xue Shan Shan tidak bertahan lama saat senyum cerah muncul di wajahnya hinga kedua matanya menyipit seperti bulan sabit. "Adik."
"Jangan dimasukkan ke dalam hati sikap Bibi Feng atau pelayan lainnya padamu. Kemarin, ayah baru saja kembali dari luar kota dan membawa beberapa makanan penutup yang lezat. Karena kau sudah bangun dan aku pikir kau menyukai makanan penutup itu, jadi aku meminta nenek untuk memerintahkan Bibi Feng mengundangmu pergi ke Aula Changqiu sekalian membicarakan tentang undangan dari istana."
Senyum Xue Shan Shan semakin lebar. "Adikku baik sekali."
Hmmmm?
Ada sedikit keraguan di mata Xue Yuwen.
Sebelumnya, Xue Shan Shan akan sangat keberatan karena Nyonya Tua Xue tidak mengingatnya ketika mendapatkan sesuatu yang berharga.
Kenapa hari ini dia masih bisa tersenyum begitu cerah?
"Tidak perlu, aku sudah kenyang." Xue Shan Shan memegang perutnya sambil menatap Xue Yuwen dengan tersenyum, suaranya juga terdengar sangat lembut saat kata-kata sarkas yang justru keluar dari bibir seksinya. "Lagipula, apa kau benar-benar rela membagikan makananmu yang enak, atau kau hanya akan memberikan makanan sisa padaku?"
Xue Shan Shan tersenyum tipis, sementara Xue Yuwen membeku hingga wajahnya terlihat pucat.
Di dalam Kediaman Xue, sudah menjadi rahasia umum jika makanan yang diberikan kepada nona pertama adalah makanan sisa yang tidak diinginkan oleh nyonya tua, tuan besar, selir dan anak selir. Bahkan, itu lebih buruk dari makanan pelayan.
Dia bisa memakan makanan lezat hanya jika Kediaman Perdana Menteri mengirimkannya makanan yang layak, itu pun harus dia bagikan terlebih dahulu pada adik kesayangannya.
Jika Xue Shan Shan tidak mengalami hidup setelah mati, maka tidak tahu entah sampai kapan dia akan menerima perlakuan buruk dari semua orang di Kediaman Xue.
Setelah semua yang dia alami di kehidupan sebelumnya, Xue Shan Shan tidak akan dengan lapang dada menerima perlakuan buruk semua orang. Bahkan, dia sudah bertekad untuk mengembalikan hal buruk tersebut kepada pemiliknya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 262 Episodes
Comments
meMyra
prettt
2024-10-03
1
Oi Min
jgn lemah dan lengan Shan Shan
2024-05-30
2
Anna Susiana
good girl xue shan shan kau hrs bangkit dan sehat dg tekad kuat tuk membalas ketidakadilan,perlakuan tidak wajar, yg dilakukan org lain dan keluargamu
2024-04-22
1