"Nona, Nyonya Cheng mengatakan bahwa ada bangsawan yang akan mengunjungi kuil. Sebentar lagi kuil akan ditutup untuk umum, jadi kita harus segera pergi." Ketika suara Lin Mei terdengar, Xue Shan Shan menyadari langit sudah mulai terang, tetapi dia belum sepenuhnya terjaga.
"Ya." Xue Shan Shan bergumam dengan suara pelan dan berusaha membuka matanya yang masih mengantuk. Dia membiarkan Lin Mei membantunya mengenakan pakaian, ketika selembar sapu tangan yang lembut dan basah diletakkan di wajahnya, dia bergidik hingga terbangun sepenuhnya.
Begitu keluar, mereka langsung bertemu dengan Nyonya Ning dan Nyonya Cheng.
Keduanya dalam suasana hati yang baik dan menggandeng Xue Shan Shan dengan maksud membawanya turun gunung dan berjalan-jalan ke kota.
Namun, mereka berpas-pasan dengan tandu bangsawan yang hendak naik gunung di gerbang kuil.
Tandu yang mewah, indah dan prestisius, bahkan spesifikasinya lebih megah daripada milik seorang adipati, membuat mata Xue Shan Shan berkedip.
Itu adalah kereta milik Pangeran Li Xian yang dilihatnya dari balik tirai saat dalam perjalanan ke kuil!
Menyadari kereta kuda yang berhenti di dekatnya adalah milik keluarga kerajaan, Xue Shan Shan langsung menundukkan kepalanya.
Bagaimanapun, dia tidak ingin terlibat dengan orang-orang kerajaan seperti kehidupannya di masa lampau.
Nyonya Ning dan Nyonya Cheng mundur beberapa langkah dan melindungi Xue Shan Shan di belakang tubuh mereka, tetapi tandu Pangeran Li Xian sudah berhenti di samping mereka.
Pangeran Li Xian mengangkat tirai tandu dan melihat Xue Shan Shan yang bersembunyi di belakang dengan pandangan mendalam, tidak ada ekspresi sama sekali di wajahnya yang dingin.
Hal itu hanya terjadi dalam hitungan detik, sebelum akhirnya tirai diturunkan kembali dan kereta bergerak menjauh.
Semua orang tercengang dan bertanya-tanya, apa yang sedang Pangeran Li Xian lihat?
Xue Shan Shan yang menundukkan kepalanya tentu saja tidak tahu bahwa dia yang menjadi pusat perhatian Pangeran Li Xian.
Begitu sudah menjauh, suara Pangeran Li Xian terdengar dari dalam tandu. "Selidiki Xue Shan Shan!"
Seketika, suhu udara tiba-tiba berubah ekstrem, tetapi kembali tenang dengan cepat.
Di sisi lain, Nyonya Ning dan Nyonya Cheng tentu saja tidak langsung membawa Xue Shan Shan kembali ke rumah dan pergi ke Paviliun Yongle, toko terbesar di ibukota yang menjual berbagai kain, gaun, setelan dan aksesoris.
Hati Xue Shan Shan menjadi sedikit sakit saat tiba di depan Paviliun Yongle dan mengingat semua kenangan buruk yang terjadi di sana.
Namun, itu hanya berlangsung beberapa saat, sebelum akhirnya suara yang begitu familiar mengubah suasana hatinya.
"Bungkus ini, ini dan ini untukku."
"Baik, Nona Xue, mohon tunggu sebentar."
"Kenapa membeli begitu banyak?"
"Aku mempunyai seorang kakak perempuan di rumah, jika aku hanya membeli untukku dan tidak ada untuknya, dia pasti akan ...." Xue Yuwen berhenti bicara seolah-olah ragu untuk membicarakan sang kakak, kemudian dia menggelengkan kepalanya. "Sudahlah, lupakan saja. Tidak baik membicarakannya di belakang, lagipula uangku cukup."
"Ah, hatimu benar-benar baik. Jelas-jelas ini adalah uang tabunganmu dan lusa adalah perjamuan istana, tapi kau malah hanya membeli kain untuk membuat beberapa potong pakaian saja. Kenapa keluargamu begitu tidak bijaksana?"
"Jangan berbicara begitu, tidak baik jika didengar orang."
Suara kedua gadis itu tidak kecil, orang-orang di sekitar mereka tentu saja mendengarnya dan mulai bergunjing.
Dalam sekejap, identitas gadis berbudi luhur itu diketahui semua orang.
Dialah putri kedua dari Keluarga Xue, Xue Yuwen!
"Omong kosong!" Amarah Nyonya Cheng langsung berkobar dan ingin masuk ke dalam hanya untuk menutup mulut kedua gadis di dalam.
Akan tetapi, Xue Shan Shan dengan cepat menghentikannya. "Bibi, Anda lebih tua dan terhormat. Jadi, jangan memperdulikan mereka yang lebih muda."
"Apa yang dikatakan Shan Shan benar." Nyonya Ning juga merasa tidak senang, tetapi masih bisa menahan diri. Dia hanya mengerutkan kening dan berkata, "Kakak Ipar, jika kita masuk dan langsung memarahi mereka, itu hanya membuat orang berpikir kita menindas gadis kecil."
Nyonya Cheng mendengus sinis. "Apa kita harus membiarkan orang seperti dia menodai nama Shan Shan kita?"
Xue Shan Shan tersenyum, memperlihatkan lesung pipi yang manis. "Kalau aku membantu melampiaskan amarah Bibi, apakah Bibi bersedia membelikan bebek panggang untukku?"
Nyonya Cheng dan Nyonya Ning tertegun sejenak.
Kenapa Xue Shan Shan meminta imbalan karena sudah melampiaskan amarah pada orang yang sudah menjelek-jelekkan namanya sendiri?
Apakah gadis itu tidak merasa marah seperti yang mereka rasakan?
Sebelum kedua nyonya itu bisa beraksi, Xue Shan Shan sudah beranjak masuk.
Xue Shan Shan memandangi Xue Yuwen dan seorang gadis cantik di sampingnya yang merupakan putri dari selir wali kota, Fu Qingyue.
"Adik." Suara Xue Shan Shan yang lembut berkumandang dan sepasang matanya yang gelap melengkung seperti bulan sabit. "Apakah Adik membeli pakaian di sini?"
Xue Yuwen tidak menyangka akan bertemu dengan Xue Shan Shan di sana dan ketika dia ingin merespon kata-kata sang kakak, Fu Qingyue langsung menghadang dan berdiri di depan.
Dia mengangkat dagunya tinggi-tinggi dan berkata dengan nada mengejek. "Kenapa? Melihat adikmu berbelanja, kau langsung mengikutinya tanpa malu-malu? Baru kali ini aku melihat kakak yang sudah merampok barang adik perempuannya."
"Ternyata, inilah Nona Besar Keluarga Xue. Penampilannya begitu lembut, tetapi sifatnya sangat picik."
"Bukannya Keluarga Xue hanya memiliki satu istri dan satu selir? Apakah Nyonya Xue tidak bisa mentoleransi satu selir?"
Di saat seperti ini, bahkan Nyonya Diana yang tidak tahu apa-apa ikut terlibat.
"Belum pasti, aku rasa ...."
Xue Shan Shan tersenyum lebih bahagia lagi seolah-olah bukan dia yang dibicarakan dengan begitu buruk, dia menjawab dengan lembut. "Nona Fu, aku tidak mengerti apa yang kau katakan."
Kemudian, Xue Shan Shan menambahkan, "Aku ke sini ingin membelikan pakaian untuk adikku sebagai ucapan terima kasih karena sudah membantuku menyimpan barang-barangku selama ini."
"Adik, terima kasih." Xue Shan Shan mendekati Xue Yuwen hanya untuk memegang tangannya dan memandangnya dengan pandangan berbinar, "Adik, pilihlah apa pun yang kau suka. Aku akan membayarnya."
Begitu mendengar kata-kata Xue Shan Shan, jantung Xue Yuwen terasa seperti tertusuk dan berdetak lebih kencang.
Namun, Fu Qingyue langsung membalas, "Apa maksudmu dengan menyimpan barang-barang?"
"Ya, inilah adikku! Barang-barang yang dikirimkan untukku oleh kakek, nenek, kedua bibi dan para sepupuku, semuanya diambil oleh adikku. Katanya, dia akan menyimpannya untukku."
Suara halus Xue Shan Shan berkumandang di tempat yang tiba-tiba menjadi hening, dia pun menarik tangan Xue Yuwen tanpa menghiraukan perubahan suasana di sekitar saat berkata sambil tersenyum. "Lihat, ini adalah giok yang diberikan bibiku. Bibi berkata bahwa gelang ini adalah peninggalan ibunya, tetapi karena dia tidak punya anak perempuan, dia memberikannya padaku."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 262 Episodes
Comments
Syiffa Aulia
jangan berlagak baik xue yuwen
2023-09-05
4
Titin Sampita
Dalam dunia nyatapun ada kejadian seperti ini, manis dimulut tapi manis yg mengandung sianida.
2023-08-30
2
Yayuk Rini
woww asyik ini biar malu itu anak selir yg gak tau diri ya ampuun koq ada ya org yg nggak tau dimana tempatnya owalahh
2023-08-22
0