••PCSM-016••
---------------***---------------
Kecupan yang Zean berikan membuat Bianca terdiam tanpa bisa menolak sedikitpun. Karena memang sesungguhnya inilah yang dia inginkan, menjerat seorang Zeandra Federick.
Bianca Hasley
(Memejamkan mata menikmati) Upmhh...
Zeandra Federick
(Menekan tengkuk leher Bianca semakin dekat)
Ciuman yang awalnya biasa saja, berubah sedikit menuntut. Zean mencium Bianca tanpa memberi jeda sedikitpun.
Zeandra Federick
(Melu-mat bibir Bianca)
Zeandra Federick
(Memasukkan lidahnya ke dalam)
Bianca Hasley
Umphh! (Hanya bisa pasrah)
Bianca Hasley
(Membalas luma-tan Zean)
Tak tinggal diam, tangan Zean sudah berada di punggung Bianca dan masuk ke dalam gaun yang ia kenakan.
Zeandra Federick
{Sial! Bibirnya benar-benar sangat manis. Aku tidak bisa menghentikannya sama sekali}
Bianca Hasley
{Terus lakukan ini Zean. Lakukan sampai kau tidak bisa melupakan ciuman panas kita}
Mereka berdua sama-sama fokus pada lamunan masing-masing dengan bibir yang masih menyatu.
Rafaell Federick
(Mengedip²kan matanya polos) Apa mereka sama sekali tidak menganggap ku ada di sini?!
Rafaell Federick
Sepertinya aku harus segera pergi sebelum El junior memuntahkan panasnya di sini! (Gumamnya lirih)
Rafaell Federick
(Beranjak+hendak pergi)
Zeandra Federick
(Melepaskan ciumannya)
Zeandra Federick
Satu langkah saja kau berani kabur dari sini akan aku patahkan kakimu El!❄
Rafaell Federick
(Glup+menelan saliva susah payah)
Rafaell Federick
Lalu kau pikir aku harus diam di sini menyaksikan kemesraan kalian berdua, hah?!
Zeandra Federick
Ya! Kau harus melakukan itu. Anggap saja sebagai hukuman karena kau sudah membuat istriku berpikir yang tidak² tentang aku!❄
Rafaell Federick
Tidak mau. Kau tidka bisa berbuat seperti ini padaku, Kak! (Berteriak tak terima)
Mike (Asisten Pribadi)
Ya Tuan! (Membungkuk sekilas)
Zeandra Federick
Tahan dia jangan sampai pergi dari sini!❄ (Menyeringai tipis)
Rafaell Federick
(Mengepalkan tangan erat) Kau gila Kak!
Mike (Asisten Pribadi)
Baik Tuan. (Menahan Rafaell)
Rafaell Federick
Lepaskan aku Mike! (Menatap tajam)
Mike (Asisten Pribadi)
Tolong kerja samanya Tuan Muda. Jangan mempersulit saya.
Mike (Asisten Pribadi)
Kita sama² menangis saja disini melihat mereka berdua. (Bisik lirih)
Rafaell Federick
Sialan kau Mike!
Sedangkan Bianca, ia terus mendongak dan menatap Zean lekat. Mau di lihat dari segi manapun, Zean tetap terlihat tampan.
Zeandra Federick
Kondisikan matamu!❄
Zeandra Federick
Jika kau terus menatapku seperti itu, kau bisa jatuh cinta padaku.❄ (Bicara tanpa menatap Bianca sama sekali)
Bianca Hasley
Ck! Terlalu percaya diri sekali. (Memalingkan wajah)
Zeandra Federick
(Menarik dagu Bianca agar menghadapnya)
Zeandra Federick
Jangan pernah memalingkan wajahmu dariku, Bianca.❄
Bianca Hasley
(Kedua mata saling bertemu)
Entah suara jantung siapa yang saat ini berdetak dengan kencang. Yang pasti kedua manik mata mereka masih terus beradu.
Sampai benda kenyal milik Zean kembali menyatu dengan bibir Bianca.
Ciuman yang lembut dan mendominasi, berbeda dengan ciuman mereka sebelumnya.
Cukup lama mereka berdua melakukannya. Hingga Bianca mulai memukul dada Zean pertanda kalau dirinya sudah hampir kehabisan nafas.
Zeandra Federick
(Melepaskan ciumannya)
Bianca Hasley
Hah...Hah... (Mengatur nafas)
Zeandra Federick
(Mengusap sudut bibir Bianca) Ciuman mu payah!❄
Bianca Hasley
Apa Kakak bilang? Tentu saja payah karena ini pertama kalinya untukku dan--
Zeandra Federick
Dan apa, hah?!❄ (Memicing mata curiga)
Bianca Hasley
(Hendak pergi dari sana)
Zeandra Federick
Aku belum menyuruhmu pergi!❄ (Menarik tangan Bianca)
Zeandra Federick
Ikutlah bersamaku ke kantor. Aku ingin memperkenalkan mu sebagai istri pada mereka semua!❄
Bianca Hasley
Maafkan aku Kak, tapi hari ini aku harus pergi bersama El ke kampus. (Melirik Rafaell)
Zeandra Federick
(Tatapan membunuh)
Rafaell Federick
(Mengangkat kedua bahu acuh)
Baby Queen Federick (Mom)
Lebih baik Bianca ikut El. Bukankah dia mau kuliah?
Reynand Federick (Dad)
Ya kau benar sayang. (Memeluk Baby posesif)
Zeandra Federick
Lakukan saja sesuka hati kalian, aku tidak peduli!❄ (Pergi)
Mike (Asisten Pribadi)
Permisi semua. (Menyusul Zean)
Bianca Hasley
Kak, lain kali aku akan ikut.
Bianca merasa bersalah karena sudah menolak Zean.
Rafaell Federick
(Tersenyum penuh kemenangan) Sudahlah semua akan baik² saja.
Rafaell Federick
Kita pergi sekarang.
Bianca Hasley
(Mengangguk) Iya El.
___________________________
Jangan nakal ya El, aku cubit kamu nanti🤣🕊
Comments
fransisca brahara
gajelas skli anda
2023-05-23
0
🦋ꪖꪗꪖ𝕫 •*ᥫ᭡
Nakal aja gppa El, aku suka ko 🙂
2023-05-15
0
lav
next kk
2023-05-15
0