••PCSM-002••
------------***------------
Setelah melakukan perjalanan selama hampir tiga puluh menit. Zean sudah tiba di mansion bersama beberapa bodyguard yang mengikuti mobilnya dari belakang.
Setelah dua tahun berada di luar negeri, Zean akhirnya memutuskan untuk pulang. Dan hari ini tepat dua tahun pernikahannya dengan Bianca.
Zean menikah dengan Bianca yang saat itu masih berusia lima belas tahun. Cukup belia untuk usia gadis sepertinya.
Masih teringat jelas, bagaimana raut wajah Bianca di hari pernikahan mereka. Gadis tersebut menangis selama beberapa hari tanpa mau makan dan juga minum sama sekali. Bahkan sekedar menatap wajah Zean pun tidak mau.
Aluna (Kepala pelayan)
Selamat datang Tuan. (Membungkuk sekilas)
Zeandra Federick
(Berjalan melewati Aluna begitu saja)
Zeandra Federick
(Menghentikan langkahnya)
Zeandra Federick
(Berbalik)
Zeandra Federick
Siapkan air hangat untukku!❄
Aluna (Kepala pelayan)
Baik, Tuan.
Zeandra Federick
Bagaimana dengan gadis itu?!❄
Aluna (Kepala pelayan)
Apa maksud anda nona Bianca, Tuan?
Zeandra Federick
Tentu saja dia, siapa lagi?!❄ (Nada membentak)
Aluna (Kepala pelayan)
Seperti biasa Tuan, nona Bianca--
Zeandra Federick
Lupakan!❄
Zeandra Federick
(Mengabaikan ucapan Aluna)
Zean tidak langsung masuk ke kamarnya, melainkan menuju ke ruangan pribadinya yang berada di lantai bawah.
Aluna (Kepala pelayan)
Sabar Aluna, sabar! Bukankah biasanya Tuan juga selalu seperti ini?
Aluna (Kepala pelayan)
(Berjalan ke kamar utama)
Aluna menghentikan langkahnya saat tepat saat kakinya baru saja menaiki anak tangga. Ia baru ingt kalau kamar utama milik Zean dan Bianca rusak akibat ulah bodyguard yang mendobraknya.
Aluna (Kepala pelayan)
Aduh, bagaimana ini. Nona masih berada di ruangan pribadi Tuan.
Aluna (Kepala pelayan)
Dasar bodoh! Kau benar-benar bodoh Aluna!
Aluna (Kepala pelayan)
(Mengumpat diri sendiri)
Aluna (Kepala pelayan)
Sekarang aku harus menyusulnya sebelum terjadi perang dunia ke lima!
Aluna mengambil langkah seribu, berharap jika ia masih bisa mengejar tuan Zean.
Aluna (Kepala pelayan)
Tuan tunggu!
Namun, semua seakan sia-sia. Pria itu sudah terlebih dulu masuk dan mengunci pintu kamar nya dari dalam.
Aluna (Kepala pelayan)
Haish! (Mengacak-acak rambutnya frustasi)
Mike (Asisten Pribadi)
Ekhem!
Mike (Asisten Pribadi)
Apa yang kau lakukan di sini Aluna?
Mike (Asisten Pribadi)
(Memalingkan wajahnya)
Aluna (Kepala pelayan)
Mike! Akhirnya kau kembali.
Aluna berlari ke arah Mike dan hendak memeluknya. Tapi, Mike sudah terlebih dahulu menahan keningnya dengan jari telunjuk.
Mike (Asisten Pribadi)
Berhenti di sana, Aluna! Dan jangan menyentuhku! (Ketus)
Mike (Asisten Pribadi)
{Kau bisa membangunkannya nanti🥺}
Mike (Asisten Pribadi)
(Kembali stay cool)
Aluna (Kepala pelayan)
Aku sedang dalam masalah besar Mike.
Mike (Asisten Pribadi)
Masalah besar? (Bingung)
Aluna mulai menceritakan semuanya pada Mike, tanpa ada yang terlewat sedikitpun.
Mike (Asisten Pribadi)
Apa katamu?! Bagaimana bisa!
Mike (Asisten Pribadi)
Oh shiit!
Mike (Asisten Pribadi)
Kita tidak mungkin masuk sekarang, berteriak pun percuma.
Mike (Asisten Pribadi)
Kamar tuan di lengkapi pengedap suara 'kan?!
Aluna (Kepala pelayan)
(Mengangguk dan menggigit jari kukunya)
Aluna (Kepala pelayan)
Kau benar Mike. (Menghela nafas)
Mereka berdua hanya bisa pasrah dan menunggu. Entah apa yang akan terjadi di dalam sana nanti.
Zean melepaskan satu persatu kancing kemejanya, lalu berkaca dan melihat dirinya di cermin.
Zeandra Federick
(Melepas celananya)
Dengan cepat Zean meraih handuk lalu ia lilitkan ke pinggangnya. Zean berniat untuk membersihkan diri.
Zeandra Federick
(Menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang)
Zeandra Federick
Aku benar-benar lelah sekali hari ini.❄
Zeandra Federick
(Mengingat sesuatu dan beranjak)
Zean mengambil kotak hitam yang berada di bawah ranjangnya. Lalu membukanya perlahan.
Zeandra Federick
Aku benar-benar merindukanmu. (Ucapnya lirih)
Zeandra Federick
Apa kau juga merindukanku, hum? (Melihat sebuah foto)
Di dalam kotak tersebut ada bingkai foto, gaun pernikahan mereka dan juga cincin berlian yang akan Zein berikan padanya.
Namun, saat hari bahagia yang Zean tunggu tiba. Ia mendapat kabar kalau Selena tewas karena kecelakaan beruntun.
Selena dikabarkan sedang bertengkar dengan adiknya, yaitu Bianca.
Zeandra Federick
(Mengepalkan tangannya erat)
Zeandra Federick
Breng-sek! Lihat saja aku akan membuat perhitungan denganmu!❄
Terdengar suara benda terjatuh dari dalam kamar mandi. Sontak membuat Zean kaget dan kembali meletakkan barang-barang tersebut ke dalam kotak.
Zeandra Federick
Siapa yang sudah berani masuk ke wilayah pribadiku?!❄ (Mengeraskan rahangnya)
Zein memutuskan untuk melihat apa yang terjadi di dalam sana.
Zeandra Federick
(Mengambil pistolnya)
Zeandra Federick
Tidak mungkin kalau ada musuh yang menyelinap masuk ke kamar mandi 'kan?❄ (Tanya nya pada diri sendiri)
Zean sudah berada di depan pintu kamar mandi dan bersiap mendobrak nya. Namun, belum sempat Zean melakukannya. Pintu tersebut terbuka sendiri.
Zeandra Federick
Oh shiit! Apa yang kau lakukan di atas tubuhku hah?!❄
Zeandra Federick
Cepat menyingkir atau--
Kalimat Zean terhenti saat melihat tubuh telan-jang tanpa sehelai benang berada di atasnya.
Bianca Hasley
(Mengedip-kedipkan matanya polos)
Bianca Hasley
Maafkan aku... (Lirihnya)
Udah lama nggak bikin Chat Story keder🙈🕊
Maaf kalau ceritanya agak nggak nyambung🕊
Comments
cayangnya woozi🍚🍑
😂😂😂kasihan kau mike..apalah daya susah berinteraksi sama cewek
2024-03-25
3
its me
sexot
2023-06-28
0
mocha
Ngedit di mana kaa?? picsart kah?
2023-05-15
2