••PCSM-011••
-------------***-------------
Dominic yang baru saja masuk ke markas merasa kesal, langsung melempar senjatanya ke sembarang arah dan mengusap wajahnya frustasi.
Pria itu masih emosi karena gagal mendapatkan Selena. Karena menurut informasi yang ia tahu, terakhir kali Selena menjalin hubungan dengan seorang pria dan bisa dipastikan itu adalah Zean.
Bodyguard
Bodyguard¹:
Selamat datang Tuan. (Membungkuk hormat)
Dominic Luther
Hmm. (Duduk di sofa)
Dominic Luther
(Memijat pangkal hidungnya)
Dominic Luther
Kau yakin 'kan informasi yang kau berikan padaku akurat!
Bodyguard
Bodyguard¹:
Tentu saja Tuan. Mereka berdua pernah menjalin hubungan selama dua tahun.
Bodyguard
Bodyguard¹:
Dan saat itu juga nona Selena masih berstatus sebagai kekasih anda.
Dominic Luther
Jadi? (Melirik tajam bodyguard)
Bodyguard
Bodyguard¹:
Besar kemungkinan bayi itu milik salah satu diantara kalian. (Gugup)
Dominic Luther
Oh begitu ya. (Beranjak dari tempat duduknya)
Dengan langkah perlahan namun pasti Dominic mendekati bodyguardnya.
Dominic Luther
(Menarik kerah bodyguard) Aku bahkan belum pernah menidurinya sama sekali, bodoh!
Dominic Luther
Kau tahu, meski aku breng-sek tapi aku masih bisa menjaga keperjakaan ku sialan! (Umpatnya kesal)
Dominic Luther
Dia adikku, bagaimana bisa aku meleceh-kannnya! (Bicara dengan nada tinggi)
Bodyguard
Bodyguard¹:
Tapi dia bukan adik kandung anda.
Dominic Luther
Kau berani membantahku, hah!
Bodyguard
Bodyguard¹:
Maafkan saya Tuan, tapi--
Dominic Luther
Tapi apa, hah?! Aku bicara seperti itu hanya untuk menggertak Zean!
Dominic Luther
Kalaupun sekarang Selena hamil, bisa dipastikan bayi yang dia kandung adalah milik pria lain.
Dominic Luther
(Mendorong bodyguard)
Bodyguard
Bodyguard¹:
(Tewas dengan perut dan kepala bocor)
Dominic Luther
Stupid! Apa dia pikir bisa membodohi ku!
Terdengar suara langkah kaki mendekat ke arah Dominic.
Ya, tentu saja dia tahu siapa pria yang sedang menghampirinya saat ini.
Kenzi Luther
Kalau kau tahu dia sedang membodohi mu, kenapa kau masih menyerangnya, Dominic Emilio!❄
Dominic Luther
(Berdecak kesal seraya menoleh ke asal suara)
Dominic Luther
Kenzi Luther! Aku tahu kau pasti datang.
Kenzi Luther
Panggil aku Daddy, Dom! Aku Daddy mu!❄
Dominic Luther
(Mengepalkan tangannya erat) Sejak kapan kau pernah menganggap ku putramu! Sejak kapan!
Dominic Luther
(Jatuh tersungkur ke lantai)
Dominic Luther
Argh! Shiit! (Mengusap sudut bibirnya yang berdarah)
Kenzi Luther
(Menarik ke belakang rambut Dominic) Jangan pernah membuat Daddy marah Dom! Atau Daddy tidak akan segan² menghabisi mu!❄
Dominic Luther
(Tersenyum kecut) Kau melakukan ini demi Zean, bukan. Sekali lagi kau memperlakukan aku seperti bukan putra kandungmu!
Dominic Luther
Kau selalu membela Zean! Padahal sudah jelas kalau Zean sudah membunuh istrimu, Mommy ku!
Kali ini bukanlah sebuah pukulan, melainkan tendangan kuat yang Kenzi layangkan ke perut Dominic.
Pria itu hampir saja tidak sadarkan diri karena ulah Daddy nya. Jangan lupa kalau Kenzi juga pria kejam yang tak pandang bulu saat menghajar mangsanya.
Dominic Luther
Bunuh saja aku Dad! Bunuh!
Dominic Luther
Kau tidak hanya menyiksa fisikku tapi juga batinku, Dad!
Kenzi Luther
Ya, Daddy akan melakukannya di saat yang tepat!❄
Kenzi Luther
Daddy pastikan lehermu itu akan terpisah dari tempatnya, jika kau masih menyakiti Zean!❄
Kenzi Luther
(Pergi meninggalkan Dominic)
Dominic Luther
Arghh!!!! Aku membenci mu Kenzi Luther!!! (Mengacak² rambut frustasi)
Di sinilah Zean berada. Ia memutuskan untuk berendam air dingin tengah malam. Kepalanya terasa pusing akibat terlalu banyak mengkonsumsi alkohol juga sedikit kesal melihat kedekatan El dan Bianca.
Zean bahkan tidak peduli dengan peluru yang masih bersarang di lengan kanannya. Karena sejak kecil, Kenzi dan Rey sudah mengajarinya bagaimana cara bertahan di saat seperti ini.
Zeandra Federick
(Menenggelamkan kepalanya ke dalam bathub)
Bianca Hasley
(Masuk dan menutup kembali pintunya)
Bianca Hasley
(Berdiri di depan cermin)
Bianca Hasley
Ternyata dia belum kembali. (Raut wajah berubah murung)
Bianca Hasley
Apa malam ini dia tidak akan pulang lagi sama seperti malam² sebelumnya. (Gumamnya lirih)
Bianca Hasley
Sampai kapan aku harus menjalani kehidupan pernikahan yang seperti ini.
Zeandra Federick
(Seperti mendengar sesuatu tapi tidak ia pedulikan)
Bianca Hasley
(Tiba² teringat ucapan Rafaell)
"Cobalah memakai pakaian seksi atau tidak sama sekali untuk merayu Zean. Jangan sampai malam ini kalian tidak melakukannya, kakak ipar!"
Bianca Hasley
(Menepuk kedua pipinya) Tidak Bianca! Kau mikir apa sih.
Bianca Hasley
Dasar Rafaell menyebalkan!! (Berteriak)
Zeandra Federick
(Muncul ke permukaan) Berisik sekali! Siapa yang--
Bianca Hasley
(Menoleh) Kakak!
Zeandra Federick
(Kedua mata membola sempurna tak berkedip sama sekali)
Karena tidak terlilit dengan benar, handuk yang Bianca pakai terlepas dari tempatnya. Ya, kalian tahu apa yang sedang Zean lihat saat ini, bukan?
Zeandra Federick
(Glup + menelan saliva nya dengan susah payah)
_______________________________
Sampek segitunya Gak kedip🙈🕊
Comments
Afria Susanti
sayangku cintaku manisku
2023-06-07
0
I'm a queen👑
sayangku😢
2023-05-20
3
~M.A cnx👌~
hayo lho Bianca hati-hati🤭
2023-05-12
1