••PCSM-006•••
-------------***-------------
Zeandra Federick
Ku bilang tetap di posisimu sekarang, gadis bodoh!❄ (Sentak nya)
Bianca Hasley
T-tapi Kak aku belum memakai pakaianku.
Bianca Hasley
Keluar lah dulu, biar aku menyelesaikan--
Zean menodongkan pisau kecil di perut bianca sampai ujung pisau tajamnya tersebut mengenai kulitnya.
Bianca Hasley
Shh! (Meringis)
Zeandra Federick
Sudah kukatakan untuk tetap diam!❄
Zeandra Federick
(Menjatuhkan pisaunya ke lantai) Jangan bergerak, aku akan membantu mu memakai baju menyebalkan ini❄
Bianca Hasley
(Mengangguk mengerti)
Bianca Hasley
(Menahan nafasnya)
Bianca benar-benar gugup berada di posisi seperti ini. Berbeda dengan saat ia terjatuh di kamar mandi beberapa jam yang lalu.
Ia bisa merasakan hembusan nafas Zean menerpa tengkuk lehernya.
Bianca Hasley
(Merasakan sesuatu menusuk pinggangnya)
Bianca Hasley
(Menelan saliva nya dengan susah payah)
Bianca Hasley
Apa kau membawa tongkat baseball, Kak?
Zeandra Federick
What?! Tongkat baseball?❄ (Bingung)
Dengan polosnya, Zean memikirkan apa yang baru saja Bianca katakan.
Bianca Hasley
(Mengangguk cepat) Rasa nya menusuk punggung bawah ku.
Bianca Hasley
Atau jangan-jangan Kakak ingin memukulku mengunakan benda itu.
Bianca Hasley
Kakak jangan pura-pura bodoh.
Bianca Hasley
Kakak sedang menungguku lengah lalumphh--
Zeandra Federick
(Membungkam bibir Bianca dengan tangannya)
Zeandra Federick
Shut! Diam lah!❄
Zeandra Federick
Kau menganggu konsentrasi ku!❄
Bianca Hasley
(Diam mematung)
Zeandra Federick
(Tubuh mulai panas dingin)
Bagaimana tidak panas dingin, untuk pertama kalinya Zean bersentuhan dengan wanita. Dan dia adalah Bianca.
Dulu saat bersama Selena, mereka jarang bertemu. Karena wanita itu lebih memilih fokus pada karirnya.
Zeandra Federick
{Apa benar milikku sebesar tongkat baseball}
Zeandra Federick
(Menahan senyumnya)
Zeandra Federick
{Ayolah Zean kenapa kau terlihat seperti orang bodoh saat sedang bersama dengannya}
Bianca Hasley
Apa sudah selesai Kak? Tanganku pegal. (Cicitnya)
Zeandra Federick
Iya sebentar lagi. Kau ini cerewet sekali.❄
Zean membalik tubuh bianca agar gadis itu menghadapnya. Lalu mengancingkan satu persatu kancing gaun tidurnya.
Zeandra Federick
(Masih memalingkan wajah)
Bianca Hasley
Apa aku sejelek itu sampai Kakak tidak mau melihat wajahku?
Zeandra Federick
Kau sangat jelek dan--
Tanpa menunggu lama dan juga tanpa meminta ijin dari Zean, Bianca menyentuh sesuatu yang menggembung di balik celana Zean.
Zeandra Federick
K-kau gadis bodoh! Apa yang sedang kau lakukan, hah?!❄
Bianca Hasley
Oh jadi ini tongkat baseball yang sejak tadi menusuk punggungku.
Bianca Hasley
Dasar menyebalkan!
Bianca Hasley
Aku harus membuangnya Kak! Akan aku injak-injak dan juga aku patahkan sekarang juga!
Zeandra Federick
(Merasa ngilu mendengar ucapan Bianca)
Zeandra Federick
Cepat lepaskan!❄
Zeandra Federick
Kau berani sekali menyentuhnya!❄ (Memejamkan matanya menahan sesuatu)
Bianca Hasley
Tentu saja aku berani. (Hendak menarik otoong Zean)
Zeandra Federick
{Oh shiit! Dia benar-benar menguji kesabaranku}
Bisa bayangkan saat ini, Bianca menarik otoong Zean begitu kuat. Hingga Zean tidak bisa berkutik sama sekali.
Hilang sudah wibawanya sebagai seorang mafia kejam dan dingin saat ini.
Mike (Asisten Pribadi)
Tuan maaf, ada yang harus saya--
Mike (Asisten Pribadi)
(Blushh)
Mike (Asisten Pribadi)
(Langsung memalingkan wajahnya)
Mike (Asisten Pribadi)
{Sepertinya aku datang di saat yang tidak tepat}
Mike (Asisten Pribadi)
Maafkan saya Tuan, saya lancang karena masuk tanpa mengetuk pintu. (Hendak pergi)
Zeandra Federick
Siapa yang menyuruhmu untuk pergi! Cepat bantu aku!❄
Bianca Hasley
Tidak boleh! Awas saja kalau kau berani mendekat Mike.
Zeandra Federick
Jangan dengarkan dia Mike. Aku yang membayar mu!❄
Bianca Hasley
Tapi aku istri Kakak!
Mike (Asisten Pribadi)
(Bingung ingin membela siapa) Saya harus bagaimana Tuan?
Zeandra Federick
Shhh!❄ (Menahan desa-han)
Bianca Hasley
(Khawatir melihat raut wajah Zean) Kakak, apa kau sakit?
Bianca Hasley
(Tangan masih memegang si otoong)
Zeandra Federick
(Mengangguk pasrah) Bisakah kau lepaskan tanganmu dari tongkat baseball ku?!❄
Mike (Asisten Pribadi)
What? Tongkat baseball?! (Menganga tak percaya)
Zeandra Federick
Sekarang BIANCA HASLEY!❄ (Melirik tajam)
Bianca Hasley
(Langsung melepaskannya dengan wajah kecewa)
Zeandra Federick
Hufth!❄ (Menghela nafas kasar)
Zeandra Federick
(Melirik Bianca sekilas)
Zeandra Federick
(Merapikan kemejanya) Istirahatlah tapi sebelum itu minta perawat mengobati luka yang ada di perutmu!❄
Mike (Asisten Pribadi)
Sepertinya nona kecewa karena tidak jadi bermain dengan tongkat baseball anda Tuan. (Tersenyum)
Zeandra Federick
(Melempar belati ke arah Mike)
Mike (Asisten Pribadi)
(Berhasil menghindar) Tuan, anda sengaja?!
Zeandra Federick
Apa kau sedang meledekku!❄
Mike mengangguk, namun sesaat kemudian menggeleng.
Zeandra Federick
Katakan ada apa?!❄
Mike (Asisten Pribadi)
Markas kita baru saja di serang Tuan.
Zeandra Federick
(Mengepalkan tangannya erat)
Zeandra Federick
Kita pergi sekarang!❄
Bianca Hasley
(Memeluk Zean dari belakang) Kakak jangan pergi. Tetaplah berada di sini bersamaku.
Zeandra Federick
Lepaskan! Aku bisa terlambat!❄
Bianca Hasley
Kumohon Kak, perasaanku tidak tenang.
Bianca Hasley
Bagaimana kalau terjadi sesuatu padamu. (Ucapnya lirih)
Zeandra Federick
(Mengurai pelukan Bianca) Tidak akan pernah terjadi sesuatu padaku!❄
Setelah mengatakan itu Zean keluar tanpa melihat wajah Bianca sama sekali.
Bianca Hasley
Mike, apa dia akan baik-baik saja?
Mike (Asisten Pribadi)
Tentu Nona. Saya selalu ada bersama Tuan.
Mike (Asisten Pribadi)
Kalau begitu saya permisi.
Mike (Asisten Pribadi)
(Pergi)
Bianca Hasley
(Meremas dadanya) Kenapa perasaanku tidak tenang.
Comments
🥶🥶🥶🥶
aku tahu rasa nya
2023-05-28
1
🌿🌹Evie Kyut🌹🌿
Pasti terjadi sesuatu deh entah pada Bianca atau saja ceunah ngaran lalakina teh poho 😌
2023-05-10
7
Arn_csy📍
lanjut terus ka meyyy
2023-05-10
3