"Anggap saja kalian tidak melihat kedatangan ibu, silahkan di lanjutkan" Ucap ibu suri yang terlihat gugup sambil menutup pintu kamar raja
"Yang mulia, Hamba pamit ke kamar hamba
bolehkah" Ucap arabella
"Ya sudah, Kau kembali saja ke kamar mu" Ucap raja
'Selamat, Untung saja aku tidak sempat di terkam oleh nya' Ucap arabella dalam hati bernafas lega
"Hamba pamit yang mulia" Ucap arabella beranjak turun dari ranjang dan pergi meninggalkan raja
"Akhir nya aku bisa melarikan diri juga dari nya" Ucap arabella sambil berjalan menuju kamar nya
Sesampainya di kamar arabella****.
"Lebih baik aku langsung tidur, Sungguh melelahkan" Ucap arabella langsung naik ke ranjang nya
Arabella pun tertidur dengan sangat nyenyak dengan selimut yang menutupi seluruh tubuh nya.
Pagi pun tiba.
"Hoamm" Arabella terbangun dari tidur nya sambil menguap dan mengucek mata
"Lebih baik aku segera mandi" Ucap arabella beranjak turun dari kasur
Setelah arabella mandi dan bersiap, Arabella memakai baju bercorak bunga dengan make up yang tipis serta warna lipstick yang senada dengan bibir nya.
"Burung permaisuri kok belum datang juga ya
apakah dia gagal membawakan bunga wolfbelnd yang aku suruh" Ucap arabella sambil menatap langit langit di jendela kamar nya, menunggu kedatangan burung permaisuri
Setelah arabella menunggu akhir nya burung yang di tunggu datang dengan membawakan bunga wolfbelnd.
"Hormat hamba permaisuri" Ucap burung permaisuri
"Akhir nya kau datang juga, Setelah aku lama menuggu kedatangan mu" Ucap arabella
"Maafkan hamba permaisuri, Hamba sungguh lamban menjalankan perintah permaisuri" Ucap burung permaisuri
"Tidak apa, Sini berikan bunga nya" Ucap arabella tidak sabaran
Burung permaisuri memberikan bunga wolfbelnd tersebut kepada arabella.
"Aku punya perintah lagi untuk kau jalankan" Ucap arabella
"Apa itu permaisuri" Tanya burung permaisuri
"Tunggu sebentar" Ucap arabella menggambil gelas dan menuangkan sari bunga wolfbelnd ke dalam gelas yang dia bawa
"Taruh lah bunga wolfbelnd ini di kamar selir sarah, Kau harus taruh bunga wolfbelnd ini di bawah tempat tidur nya dan yang paling terpenting adalah kau harus berhati hati" Pinta arabella
"Laksanakan perintah permaisuri" Ucap burung permaisuri segera pergi menuju kamar selir sarah
10 menit kemudian.
"Hamba sudah menjalankan perintah permaisuri" Ucap burung permaisuri
"Baiklah kau boleh pergi" Ucap arabella sambil menggengam bunga wolfbelnd di tangan nya
"Baiklah hamba pamit permaisuri" Ucap burung permaisuri pergi meninggalkan arabella
"Hehehe, Aku akan melanjutkan rencana yang berikut nya dengan menggunakan bunga ini" Ucap arabella tersenyum licik
"Dayang" Teriak arabella memanggil dayang pribadi nya
"Hamba datang permaisuri" Ucap dayang pribadi permaisuri sambil menundukan kepala
"Perintahkan selir sarah untuk segera kemari menemui ku, Dan perintahkan dia juga untuk membuatkan teh kesukaan ku" Pinta arabella
"Laksanakan permaisuri" Ucap dayang pribadi permaisuri pergi menuju kamar selir sarah
Kamar selir sarah.
"Hamba menghadap selir sarah
di utus oleh permaisuri, Untuk meminta selir sarah membuatkan teh kesukaan beliau" Ucap dayang pribadi permaisuri menundukan kepala dengan sangat hormat
"Baiklah aku akan segera ke sana" Ucap selir sarah bangkit dari duduk nya
Sesampainya kamar arabella.
"Hamba datang membawakan teh yang permaisuri minta" Ucap selir sarah menundukan kepala memberikan teh tersebut kepada arabella
'Hehehe, Waktu nya beraksi arabella' Ucap arabella dalam hati
"Selir sarah tataplah mata ku" Pinta arabella
"Tapi permaisuri" Ucap selir sarah
"Jangan membantah" Bentak arabella
"Baiklah permaisuri" Ucap selir bella tersentak kaget
Arabella pun mulai menghipnotis selir sarah dan menjentikan tangan lentik nya ke mata selir sarah.
Tik...Tik...Tik
Suara jentikan jari arabella.
Selir sarah sedang dalam keadaan terhipnotis.
"Setelah aku menaruhkan sari racun bunga wolfbelnd ini ke minuman teh yang kau buat
dan aku seolah olah berpura pura keracunan
kau harus panik sepanik panik nya memanggil tabib istana. Yang harus kau ingat adalah
kau harus melupakan kejadian yang telah menimpa mu" Ucap arabella
"Dan satu hal yang harus kau ingat
kau harus berpura pura bersalah seakan akan racun ini kau yang sengaja menaruhkan nya ke teh yang akan ku minum" Ucap arabella
"Baiklah akan ku laksanakan" Ucap selir sarah
Sebelum arabella menyadarkan kembali hipnotisan nya kepada selir sarah, Arabella membuang setengah teh yang selir sarah buat kan untuk nya dan dia menuangkan sari bunga wolfbelnd itu ke sisa teh yang masih tersisa.
'Hehehe, Kali ini kau akan terkena sial
karena kau yang telah menjerumuskan aku ke dunia ini dengan cara meracuni permaisuri yang sebelum nya' Ucap arabella dalam hati sambil tersenyum licik
Tik...Tik...Tik
Suara jentikan jari arabella menyadarkan kembali selir sarah dari hipnotisan nya.
Arabella pun memulai sandiwara nya dengan cara berpura pura keracunan.
"Permaisuri kau kenapa" Ucap selir sarah panik
"Tabib" Teriak selir sarah memanggil tabib istana
Tabib istana pun datang dengan tergesa gesa.
"Apa yang telah terjadi selir" Tanya tabib istana
"Permaisuri pingsan" Ucap selir sarah terlihat gugup dengan wajah yang luar biasa panik
"Baiklah hamba akan segera memeriksa permaisuri" Ucap tabib istana
Selir sarah pun pergi meninggalkan arabella yang sedang bersandiwara.
Tabib istana memeriksa arabella
arabella pun terbangun.
"Permaisuri" Ucap tabib istana terkejut setelah tahu bahwa arabella hanya bersandiwara
"Diam kau" Ucap arabella dengan tegas
"Tataplah mata ku" Pinta arabella
"Tapi permaisuri" Ucap tabib istana
"Jangan membantah" Bentak arabella
"Baiklah permaisuri" Ucap tabib istana tersentak kaget
Arabella pun memulai menghipnotis tabib istana.
Tik...Tik...Tik
Suara jentikan jari arabella.
Tabib istana sedang dalam keadaan terhipnotis****.
"Kau lupakan yang barusan terjadi, Kau juga harus bilang kepada yang mulia jika aku terkena sari racun bunga wolfbelnd
dan kau harus memeriksa teh yang telah di buat oleh selir sarah yang baru saja dia berikan kepada ku" Ucap arabella
"Baiklah permaisuri" Ucap tabib istana
'Bagus, Rencana ku berjalan dengan lancar' Ucap arabella dalam hati sambil tersenyum licik
Arabella menyadarkan kembali hipnotisan tabib istana.
Tik...Tik...Tik
Suara jentikan jari arabella menyadarkan kembali tabib istana dari hipnotisan nya.
Tabib istana pun langsung pergi menemui raja untuk menyampaikan bahwa arabella terkena sari racun bunga wolfbelnd.
#Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
latishaura
katanya mau menggoda si raja,pas ada kesempatan malah nolak,aneh
2023-12-16
0
Dianita Indra
next
2022-04-25
0
Fenti
ntar mampir lagi yaa kak 😊
2022-01-27
0