Ella yang mengetahui evan terluka, dia langsung membawa evan ke dalam rumah.
" ellla kenapa nak evan, kok berdarah seperti itu." kata ibu marni yang mengetahui ada darah dan kaos yang dipakai evan sobek. Ibu marni keluar kamar setelah menenangkan dirinya.
" itu bu tadi entah kenapa genting gazebo jatuh dan menimpa bahu kak evan." kata ella
" iya udah nak evan buka bajunya, biar ibu obati lukanya." kata ibu marni
" enggak apa apa bu, ini hanya luka kecil aja kok." jawab evan
" walaupun kecil tetap harus di obati, takut infeksi." kata ibu marni memaksa evan supaya mau diobati, evan enggak bisa menolaknya lagi. Evan membuka kaosnya
" maaf bu jadi merepotkan ibu." kata evan.
Ibu marni entah mengapa semenjak dari bus tadi dia merasakan perasaan lain terhadap evan. Bu marni pun mengobati luka evan. Dia pun melihat kalung yang dikenakan evan. Seketika hatinya berdebar rasa rindu terhadap anaknya semakin menjadi sehingga dia tidak bisa fokus mengobati luka evan, karena kalung yang dieknakan evan sama persis dengan yang dikenakannya waktu bayi. bu marni pun mengingat tanda lahir anaknya yang ada dibahu kiri. Dia pun melihat bahwa evan pun sama memiliki tanda di bahu kirinya. Rasa ingin memeluk anaknya yang sudah lama meningkat, akan tetapi dia masih bisa menahannya karena takut hanya kebetulan saja, jadi bu marni berencana menanyakannya terlebih dahulu nanti.
" sudah nak, sudah ibu bersihkan." kata ibu marni
" terimakasih banyak bu, maaf merepotkan ibu jadinya." kata evan
" saya pergi bersih bersih dulu ya bu." kata evan pamit ke ibu marni. Bu marni hanya mengangguk dan dia pun pergi ke kamarnya.
" apa benar dia anak ku. Kalau memang dia anak ku, apakah dia mau menerima ku yang sudah menelantar dia." lirih bu marni.
Waktu pun berjalan dengan cepat, bu marni ingin menanyakan langsung ke evan.
" ella panggil nak evan, ada yang mau ibu bicarakan sama dia." kata ibu marni
" iya bu, ella panggil kak evan sekarang." kata ella lalu pergi ke kamar yang ditempati evan
Tok.... Tok..... tok
" kak maaf, ibu manggil, katanya ada yangbl ingin ibu sampaikan ke kakak." kata ella
" iya, sebentar." kata evan lalu dia bangkit dari kasur membuka pintu. Evan dan ella pun pergi ke ruang keluarga.
" nak mau minum apa, apa boleh ibu menanyakan sesuatu kepada kamu." kata ibu marni
" enggak usah bu terimakasih, iya bu silahkan." jawab evan
" apa kamu lahir di kampung C,." kata ibu marni
" saya enggak tau lahir dimana bu, karena kemarin bapak dan ibu memberitahukan saya bahwa saya bukan anak kandung mereka." kata evan
" dimana bapak dan ibu kamu waktu itu menemukan kamu." tanya ibu marni, yang sekarang membuat dia lebih yakin bahwa anak yang ada didepannya itu adalah anak kandungnya
" bapak bilang beliau menemukan saya di pematang sawah di pinggir kali, sewaktu bapak pulang menggarap sawahnya." kata evan
" apa bapak atau ibu kamu memberikan sesuatu ke kamu. Apa kalung yang kamu pakai itu ada semenjak dulu." kata ibu marni
" kalung ini memang sejak dulu ada di leher saya, iya bu bapak kemarin memberikan saya sesuatu. Kok ibu bisa tau." kata evan
" ibu ada apa sih, kok tanya tanya kak evan seperti itu." kata ella
" sebentar ya sayang, nanti juga kamu bakalan tau kok,oh iya nak boleh ibu lihat dan barang tersebut kamu bawa." kata ibu marni
" ada di tas bu, sebentar saya ambil." kata evan lalu berdiri mau mengambil barang tersebut, evan pun merasa sedikit lebih mudah untuk mengetahui identitas dirinya. Setelah mengambil barang tersebut evan pun kembali ke ruang keluarga, lalu memberikannya ke ibu marni, evan tidak merasa khawatir memberikan itu ke ibu marni malahan dia merasa seolah olah beban yang ada difikirannya menjadi lebih enteng.
Sambil melihat kotak yang diberikan evan, seketika ibu marni menangis karena dia tau dari surat yang ada bahwa itu adalah tulisan tangannya.
" kenapa ibu menangis melihat surat tersebut, apa ibu tau siapa orang tua saya." kata evan.
ibu marni enggak menjawabnya dia berdiri dari duduk dan menghampiri evan lalu memeluknya.
" nak, ini ibu mu, surat ini ibu yang menulisnya." kata ibu marni. Evan dan ella pun terperanjat mendengar penuturan bu marni.
" ibu bener kak evan kakak ella." kata ella.
bu marni memberikan surat yang ada di tangannya kepada ella. Sedangkan evan hanya terdiam dengan kondisi tersebut karena begitu mudahnya dia bisa mengetahui keberadaan orangtuanya dan secepat itu dan dengan kejadian yang tak terduga pula.
" mungkin kamu belum bisa menyakini bahwa ibu adalah ibu kandung kamu nak." kata ibu marni.
Dia pun pergi ke kamarnya mengambil barang yang sama dengan yang ada di kalung evan dan dia pun membawa kertas dan pulpen. Lalu dia menulis sesuai dengan apa yang ada di surat tadi.
" ini, kamu lihat sendiri nak." kata ibu murni lalu memberikan barang yang dia pegang dan tulisan yang baru dia buat diserahkan kepada evan. Evan membandingkan tulisan tersebut dan melihat benda yang sama dengan apa yang ada di kalungnya. Tulusannya pun sama persis seperti yang ada di surat tersebut.
" nak, kamu benar anak ibu, maafkan ibu sayang, ibu sudah mencari kamu ke kampung C tapi ibu enggak menemukan mu." kata ibu marni
" ibu..... Ibu..... Ibu....." hanya kata itu yang keluar dari mulut evan
" iya nak, ini ibu kamu, kamu mau memaafkan ibu kan." kata ibu marni
" ibu benar ibu saya." kata evan yang masih belum percaya. Ibu marni mengambil sebuah photo, dimana disitu ada anak bayi yang memakai kalung sama seperti evan pakai,
" itu photo kamu waktu lahir nak." kata ibu marni
" maaf kan ibu, ibu melakukan hal itu hanya ingin melindungi kamu nak," kata ibu marni menceritakan kisah waktu itu.
" saya tau bu, ibu enggak ada maksud membuang saya, ibu mau melindungi saya." kata evan lalu memeluk ibu marni
" akhirnya aku bisa berkumpul sama kamu nak, awalnya ibu takut kamu diketahui oleh orang orang jahat itu." kata ibu marni terus menangis
" ibu jangan menangis lagi, sekarang ada evan bu. Evan bisa melindungi ibu dan ella." kata evan
" bu beneran kak evan adalah kakak ella." kata ella
" iya nak, kak evan adalah kakak kamu." jawab ibu marni
" kak... Kak evan, ella kangen sama kakak." kata ella lalu memeluk evan, evan pun membalas pelukan ella
" ayah mana bu." kata evan
" ayah kamu sudah meninggal nak, beberapa waktu habis kejadian itu ibu datang kesini, ayah kamu terluka dan berada di ruangan bawah, 2 tahun kemudian ella lahir dan 2 bulan setelah itu ayah kamu dirampok lagi waktu hendak pulang dari kantor, nyawa ayah kamu enggak bisa tertolong." kata ibu marni
" terimakasih ya Tuhan engkau telah mengirimkan kembali anak hamba." kata ibu marni
" kak jangan tinggalin kita ya, ella rindu sama kakak." kata ella
" iya, kakak enggak akan pergi lagi." kata evan
" benar kamu enggak boleh ninggalin ibu sama ella, besok kita ke makam ayah kamu dan nanti kita ke tempat orangtua yang mengurus kamu." kata ibu marni. Mereka pun melepas rindu dengan saling bercerita.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 448 Episodes
Comments
Deny Khoirul Anshori
namanya juga cerita, jd ya manut ajalah... 😁😁🙏 maaf suhuu... emang agak anyep gk tau kurangnya dimana, udh gt ceritanya terkesan dipercepat, terus logikanya kenapa sewaktu ayahnya evan sudah merasa aman bisa kerja di kantor nggak mencari evan, misal menunggu di pematang sawah tempat evan ditaruh,, siapa tahu orang yg menemukan evan ketemu gt...
2024-11-09
0
Restu Apih
jagoan pingsan
2024-09-24
0
Karya Sujana
kurang bumbu
anyep
2024-04-19
0