Akhirnya para perampok itu pun pergi, pas mau turun mereka melihat ada seorang gadis se umuran dengan evan duduk di bangku kedua bersama ibu ibu, kelihatannya dia adalah ibu dari gadis tersebut.
" kamu harus ikut kami, karena kami sudah lelah tapi kami enggak banyak dapat uang banyak jadi kamu harus ikut kami." kata perampok itu sambil menarik gadis tersebut yang memiliki wajah cantik
" jangan pak tolong jangan bawa saya." kata gadis tersebut, tapi tetap di paksa sama perampok itu untuk turun
" tolooong pak jangan bawa anak saya, kalau bapak mau nanti datang saja ke kota ke rumah majikan saya, saya akan pinjam uang ke mereka untuk dikasihkan ke bapak bapak ini." kata ibu yang berada disebelah anak gadis tersebut
Melihat hal tersebut evan enggak bisa tinggal diam. Evan enggak terima melihat kejahatan di depan matanya terjadi.
" kalian sudah mengambil barang barang kami, sekarang masa kalian juga akan bawa gadis itu. Keterlaluan kalian. Dasar bajingan, kalian akan menerima akibat dari per iatan jahat kalian ini." kata evan. Para penumpang terkejut akan keberanian evan.
" hai bocah miskin... Diam saja kamu, jangan ikut campur urusan kami." kata perampok
" sekarang akan menjadi urusan saya, saya enggak mungkin tinggal diam saja melihat kesewenang wenangan kalian, membuat keributan di hadapan saya." kata evan
" dasar bocah miskin, akan aku habisi kamu." kata perampok tersebut. Perampok tersebut pun melepaskan gadis tadi lalu pergi menuju tempat duduk evan. Para penumpang berfikir habislah anak itu, kenapa harus melawan mereka.
Disaat mau mendekati evan, perampok itu pun melayangkan pukulannya.
" swooosh." suara pukulan perampok itu melayang ke kepala evan, sebelum mengenai kepala evan terdengar suara
" Kraaaaaak." suara tulang patah. Para penumpang menyangka bahwa tulang patah itu dari evan
" Aaaaaaaah." teriak perampok tersebut, evan pun menarik perampok tersebut keluar bus, di luar para perampok sedang memindahkan kayu yang menghalangi jalan. Mereka tidak tau bahwa temannya tadi melakukan pemaksaan untuk membawa gadis tersebut, setelah evan dan perampok itu keluar, sang kondektur pun menutup pintu bus, tadinya kalau anak itu kalah dan pata perampok mau masuk ke dalam bus lagi sang sopir bisa tancap gas larena kayu yang menghalangi sudah di pindahkan oleh teman teman perampok tadi.
Sesampainya di bawah sang perampok yang tadi di dalam bus teriak
" kalian patahkan tangan dan kaki bocah ini. Siksa dulu baru habiskan nyawanya." teriak perampok yang tangannya patah tadi. Seketika para perampok yang sudah memindahkan kayu pun berbalik dan melihat temannya sudah meringis kesakitan.
" Bangsaaaat kamu, akan ku patahkan tangan mu bocah." kata perampok lain lalu menerjang evan
" swooosh."
" swooosh." suara tinjuan para perampok tadi
" Plaaaak."
" plaaaak."
" Plaaaak."
" Plaaaak."
evan pun menendang perampok tersebut, para perampok lain pun menerjang evan bersama sama.
" kraaaak."
" kraaaak."
" kraaaaak."
" kraaaaak."
" Buuug.... Buuuug ..... Buuuuug... Buuuuug." para perampok pun terjatuh, mereka meringis kesakitan. Evan mengambil barang barang yang tadi di ambil mereka, lalu menyeret mereka ke belakang bus satu persatu
" Dulja... Dulja.... Dulja." evan menghentakkan kakinya ketanah. Tak lama terdengar suara auman datang dari dalam hutan. Orang dalam bus tidak bisa mendengar dan melihat kejadian yang terjadi di luar karena meteka juga masih ketakutan, merrka menyangka bahwa suara patah tulang tadi dari evan.
" bawa para penjahat ini supaya mereka tidak lagi melakukan kejahatan kedepannya." kata evan
para harimau pun mengaum " Aauuuuuum, Aauuuuum." sambil membawa para penjahat itu ke dalam hutan.
Setelah selesai evan menggedor puntu bus, setelah melihat yang datang itu evan sang kondektur pun membuka pintu, lalu menutup kembali pintu
" sudah pak sopir jalan lagi aja, kita teruskan perjalannya." kata evan
" baik nak, oh iya ngomong ngomong gimana para prampok itu." kata sang kondektur
" sudah biarkan saja, biar dia dimakan harimau, supaya mereka enggak emlakukan lagi kejahatan." kata evan, sang kondektur dan yang lainnya pun terheran heran, apa iya masih ada harimau di daerah itu.
Evan pun masuk ke dalam bus lalu menyerahkan barang barang yang tadi diambil para perampok dari para penumpang.
Para penumpang pun memberikan ucapan terimakasih karena barang barang mereka kembali lagi. Terutama ibu dari gadis tadi yang akan di bawa perampok. Bus pun berjalan kembali
" nak, terimakasih atas pertolongan kamu, kalau enggak ada kamu, saya enggak tau akan seperti apa anak saya ini," kata ibu gadis tersebut
" itu sudah kewajiban saya bu, saya enggak akan diam melihat kesewenang wenangan di depan mata saya." kata evan
" nak ini mau kemana, kalau boleh tau siapa nama kamu nak." kata ibu gadis itu
" nama saya evan bu, saya mau ke kota mencari pekerjaan." kata evan berbohong,
" saya ibu Marni, dan ini putri saya Ella." kata ibu marni
" salam kenal ibu, ella." kata evan
" berapa umur kamu nak, kok mau pergi berkerja di kota kenapa." kata ibu marni
" umur saya 17 tahun bu, saya mau mencari pengalaman saja, siapa tau bisa dapat kerjaan dan bisa membahgiakan iibu dan bapak di kampung." kata evan
" kamu memangnya enggak sekolah." kata ibu marni
" enggak bu untuk melanjutkan sekolah harus pergi ke kota, dan membutuhkan biaya pastinya, sedangkan orangtua enggak sanggup membiayai saya." kata evan
setelah itu evan kembali ke tempat duduknya. Setelah menempuh perjalanan 3 jam akhirnya bus pun sampai di terminal di kota.
Evan turun dari bus, dia juga bingung mau melanjutkan perjalanan kemana, dia lun duduk di kursi tunggu. disaat sedang bingung ibu marni dan ella yang tadi dia tolong menghampiri dia.
" nak, kamu kok masih disini, enggak meneruskan perjalanannya." kta ibu marni
" sejujurnya saya juga bingung mau kemana bu, karena saya tidak memiliki saudara atau kenalan di kota ini." kata evan
" terus sekarang kamu mau kemana." kata ibu marni
" saya belum tau harus kemana," kata evan
" kalau kamu bersedia kamu ikut kami saja dulu bagaimana, hitung hitung ini ucapan terimakasih kami. kalau memang kamu belum tau tujuan kamu dan kerja dimana, nanti saya akan usahakan mencari pekerjaan untuk kamu." kata ibu marni
" iya kak evan, ikut kita aja, ." kata ella.
" boleh bu kalau memang tidak merepotkan." kata evan.
" enggak kok, kami malahan bahagia bisa membantu kamu nak, lagian kamu juga sudah menolong kita, wajar saja kami melakukan hal ini. Kalau begitu ayo kita cari tempat makan dulu, ini sudah siang, setelah makan baru kita melanjutkan perjalanan." kata ibu marni
mereka pun pergi mencari tempat makan, setelah ketemu mereka pun makan disana.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 448 Episodes
Comments
Endro Budi Raharjo
lymayan mkn gratis....
2024-10-13
0
Sang M
memalukan
2024-04-14
1
Sang M
host payah.. gak punya skil pengetahuan. plonga plongo aja
2024-04-14
0