Menjadi Monster

Akhirnya Rianoir berhasil mengalahkan monster tersebut dengan susah payah, yang membuatnya merasa lebih rendah hati dan tidak sombong lagi. Dia menyadari bahwa dia masih memiliki banyak kekurangan dan bahwa dia perlu terus belajar dan berkembang untuk menjadi lebih baik lagi.

Sementara itu, teman yang berkhianat tersebut merasa sangat bersalah atas kesalahannya dan berusaha untuk meminta maaf pada Rian. Dia merasa sangat malu dan menyesal atas tindakannya yang merugikan Rian, yang seharusnya merupakan teman baiknya.

"Rianoir, maafkan aku. A-ku, aku punya kabar buruk untukmu. A-ku baru saja memberikan informasi tentang kelemahanmu pada Profesor Tiffalian. D-ia akan membuat monster khusus yang bisa mengalahkan mu."

Rianoir terkejutnya mendengar pengakuan temannya kali ini. "Apa?! Kau berkhianat?! Bagaimana bisa kau melakukan ini padaku? Aku selalu mempercayaimu sebagai teman seperjuangan."

"Maafkan aku Rianoir, aku tidak punya pilihan lain. Profesor Tiffalian mengancam akan membunuhku jika aku tidak memberikan informasi itu."

Rianoir memejamkan matanya mendengar alasan dari temannya itu.

"Tidak ada maaf-maafan dalam urusan ini. Kau membuat kesalahan besar dan akan ada konsekuensi yang harus kau hadapi. Tapi sekarang yang lebih penting, aku harus menghadapi monster hasil ciptaan profesor Tiffalian."

Temannya gugup dan menunduk. "A-ku mengerti Rian, dan aku siap menanggung akibatnya. Ta-pi tolong, jangan mati di sana. K-amu adalah teman yang sangat berharga bagiku."

"Aku tidak akan mati begitu saja. Aku harus mengalahkan monster ini dan mengakhiri semua ini." Tekad Rianoir.

Setelah itu, Rianoir meninggalkan temannya dan menuju ke lokasi di mana monster hasil ciptaan profesor Tiffalian berada. Meskipun sebenarnya dia juga ada rasa takut, tapi dia mencoba memupuk rasa percaya diri yang tinggi agar tidak gentar.

"Aku tidak boleh takut pada apapun. Aku sudah mengalahkan monster level EX yang merupakan level tertinggi. Aku bisa melawan monster ini dan mengalahkannya dengan mudah."

Sekarang dia memasuki dungeon dan bertemu dengan monster hasil ciptaan profesor Tiffalian. Monster itu begitu kuat dan memiliki kekuatan yang sangat besar. Namun Rianoir tidak mundur. Dia berjuang mati-matian dan akhirnya berhasil mengalahkan monster itu.

"Aku sudah berhasil mengalahkan monster itu. Tidak ada yang bisa mengalahkan ku. Aku adalah Hunter terbaik!"

Dalam hatinya, Rianoir merasa sangat lega dan bangga karena dia telah mengalahkan monster yang begitu kuat. Tapi dia juga merasa sedikit menyesal karena dia telah mempercayai temannya yang berkhianat. Namun, dia tahu bahwa hidup harus terus berjalan dan dia harus fokus pada tugas berikutnya.

***

Di sisi lain, profesor Tiffalian merasa sangat kecewa dengan kegagalan monster ciptaannya. Dia berusaha untuk memperbaiki dan meningkatkan kekuatan monster tersebut agar bisa mengalahkan Rian, tetapi tetap saja monster tersebut tidak mampu melawannya.

Dalam kebingungan dan frustrasi, profesor Tiffalian memutuskan untuk mengubah taktiknya. Dia merasa bahwa dia perlu mengumpulkan data dan informasi yang lebih banyak tentang Rian, sehingga dia bisa mengembangkan monster yang lebih kuat dan lebih mampu mengalahkannya.

Namun, rencana ini terbongkar ketika Rian mengetahui bahwa profesor Tiffalian sedang melakukan pengintaian padanya. Rian merasa sangat marah dan kecewa dengan profesor Tiffalian, yang seharusnya merupakan orang yang dipercayai dan dihormati sebagai seorang ilmuwan.

Akhirnya, Rian dan profesor Tiffalian bertemu dan berbicara tentang masalah tersebut. Rian menunjukkan rasa kecewa dan kebencian yang mendalam terhadap profesor Tiffalian, sementara profesor Tiffalian mencoba untuk meminta maaf dan menjelaskan

Namun demikian, profesor Tiffalian tidak menyerah. Dia semakin penasaran dengan menciptakan monster baru dengan kekuatan yang sama seperti yang dimiliki oleh Rianoir.

Setelah kekalahan monster ciptaannya, Professor Tiffalian menjadi lebih terobsesi untuk menciptakan monster yang lebih kuat lagi. Dia kembali ke laboratoriumnya dan menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengevaluasi data pertempuran terakhir dan mencari tahu di mana ia salah dalam menciptakan monster sebelumnya.

Beberapa hari kemudian, Professor Tiffalian mengumumkan bahwa ia telah berhasil menciptakan monster baru yang dia sebut dengan nama "The Ultimate Beast". Monster ini dikatakan memiliki kekuatan yang bahkan melebihi kekuatan monster level SSS yang Rianoir kalahkan sebelumnya. Tidak hanya itu, monster ini juga memiliki kemampuan regenerasi yang sangat cepat, membuatnya sulit untuk dikalahkan.

Professor Tiffalian mengumumkan keberhasilannya ini di hadapan para penyihir dan monster yang setia kepadanya. Mereka semua sangat senang dan bersorak dengan kemenangan yang akan datang. Tidak hanya itu, Profesor Tiffalian juga memperkenalkan monster baru ini kepada Demon King dan menyatakan bahwa ia akan membantu mereka dalam menaklukkan Bumi.

Professor Tiffalian dengan bangga memperkenalkan hasil penelitiannya. "Saya tidak akan menyerah. Saya yakin masih ada cara untuk mengalahkan Rianoir. Saya akan menciptakan monster baru yang lebih kuat dan menakutkan daripada yang sebelumnya."

Professor Tiffalian kembali melanjutkan kalimatnya setelah berhenti sejenak. "Saya tidak akan terhenti oleh satu kekalahan saja. Saya akan terus mencoba dan menciptakan monster yang lebih hebat lagi."

"Saya tidak akan berhenti sampai saya dapat mengalahkan Rianoir. Saya ingin membuktikan bahwa saya lebih hebat dari dia dalam hal menciptakan monster yang kuat dan tak terkalahkan."

"Saya akan terus bekerja keras untuk menciptakan monster baru yang dapat mengalahkan Rianoir. Tidak ada yang dapat menghentikan saya dalam menggapai tujuan saya ini. Hahaha..."

Pada akhirnya Professor Tiffalian yang ambisius membuat dirinya menjadi monster sendiri dengan kekuatan yang selalu dia tambahkan.

Sayangnya penelitiannya ini tidak menjamin keselamatan profesor Tiffalian sendiri, sehingga dia tidak bisa kembali menjadi manusia biasa dan berakhir menjadi Monster untuk selamanya.

Namun, Rianoir mendengar kabar tentang monster baru ini dan merasa waspada. Ia mengetahui betul bahwa Professor Tiffalian sangat terobsesi dengan kekuatan dan kekuasaan. Rianoir tahu bahwa jika monster baru ini benar-benar kuat, maka ia dan seluruh umat manusia berada dalam bahaya.

Rianoir memutuskan untuk mengambil tindakan dan menyusup ke dalam laboratorium Professor Tiffalian. Ia ingin mencari tahu lebih lanjut tentang monster baru ini dan mencari cara untuk mengalahkannya. Namun, di sana ia disambut oleh monster baru tersebut, yang ternyata jauh lebih kuat dari yang ia bayangkan. Rianoir langsung diserang oleh monster tersebut dan terdesak dalam pertempuran.

Tidak ingin menyerah, Rianoir berusaha untuk mencari kelemahan monster baru ini dan menyerang secara terus-menerus. Setelah beberapa jam pertempuran, Rianoir akhirnya menemukan kelemahan monster tersebut. Ia menggunakan kelemahan itu untuk melumpuhkan monster dan mengalahkannya.

Rianoir segera melaporkan keberhasilannya kepada pemerintah dan memperingatkan mereka tentang bahaya yang mungkin terjadi. Mereka semua setuju bahwa mereka harus mengambil tindakan untuk melindungi diri mereka dari serangan Demon King dan pasukannya.

Sekarang, mereka mulai melakukan persiapan untuk menghadapi serangan tersebut, dan Rianoir siap untuk melindungi dunia dari ancaman yang terus meningkat.

Terpopuler

Comments

Elisabeth Ratna Susanti

Elisabeth Ratna Susanti

sip 👍

2023-06-05

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!