Level SSS

Setelah itu, Rian melaporkan kejadian ini ke pihak berwenang dan meminta bantuan untuk menghadapi Demon King dan pasukannya.

Selama 30 hari, Rian dan teman-temannya bekerja sama dengan pihak berwenang dan masyarakat lokal untuk mempersiapkan diri menghadapi serangan besar-besaran dari pasukan Demon King.

Dalam waktu 30 hari, Demon King dan pasukannya akhirnya turun ke Bumi dan menyerang dengan brutal. Namun, Rian dan pasukan yang telah dipersiapkan berhasil mengalahkan mereka dan menyelamatkan dunia dari kehancuran.

Kejadian ini membuat Rian semakin sadar betapa pentingnya persiapan dan kerja sama dalam menghadapi ancaman besar seperti Demon King. Ia bersumpah akan terus belajar dan mengasah kemampuannya untuk menjadi lebih kuat dan melindungi dunia dari ancaman monster.

Ada salah satu temannya Rianoir, sesama Hunter yang berkhianat dengan memberikan penjelasan pada profesor Tiffalian akan kelemahan Rianoir.

Situasi ini sangat kritis, karena pengkhianatan yang dilakukan oleh teman Rianoir telah memberikan keuntungan besar pada Profesor Tiffalian dalam mempersiapkan monster ciptaannya untuk melawan Rianoir.

Rianoir merasa sangat kecewa dan marah, bahwa temannya bisa berkhianat seperti itu.

Rianoir mendekati temannya dan bertanya, "Mengapa kau berkhianat pada kami? Kau tahu betapa pentingnya persahabatan dan kepercayaan dalam menjalankan misi ini."

Teman Rianoir hanya terdiam dan tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Rianoir kemudian pergi untuk melanjutkan misinya sendirian.

Di sisi lain, Profesor Tiffalian merasa senang dan berterima kasih pada teman Rianoir yang memberikan kelemahan Rianoir. "Terima kasih, kau telah memberikan informasi yang sangat berharga bagi saya. Sekarang aku bisa mempersiapkan monster ciptaan saya dengan lebih baik lagi."

Teman Rianoir hanya menunduk dan merasa bersalah atas tindakannya. "Maafkan aku, Rianoir. Aku hanya ingin melindungi diriku sendiri," gumamnya.

Namun, Profesor Tiffalian tidak terlalu peduli dengan perasaan teman Rianoir. Ia hanya ingin mengalahkan Rianoir dan membuka pintu dimensi untuk menguasai Bumi.

"Ayo kita persiapkan monster ciptaan ini dengan lebih baik. Kita harus mengalahkan Rianoir dan menyelesaikan misi ini secepat mungkin," ujarnya pada timnya.

Sementara itu, Rianoir terus berjuang menghadapi monster ciptaan Profesor Tiffalian yang sangat kuat. Ia menghindari serangan monster dan berusaha untuk menemukan kelemahan mereka.

Setelah berjuang melawan monster tersebut selama beberapa waktu, Rianoir akhirnya menemukan kelemahan monster ciptaan Profesor Tiffalian dan berhasil mengalahkan mereka satu per satu.

"Aku tidak akan menyerah dan aku akan melindungi teman-temanku dan Bumi dari ancaman ini," ucap Rianoir dengan penuh semangat.

Setelah berhasil mengalahkan monster tersebut, Rianoir melanjutkan misinya untuk menyelesaikan Dungeon dan mengalahkan Profesor Tiffalian. Ia berharap dapat menghentikan Profesor Tiffalian dan mencegah Demon King menguasai Bumi.

Tapi karena Rianoir baru saja mengalahkan Monster dengan level SSS, dia bisa berbangga diri dan tidak takut pada apapun. Sedangkan monster ciptaan profesor Tiffalian juga memiliki level yang sama, jadi tidak ada yang perlu ditakutkan.

Sayangnya apa yang dikatakan oleh temannya yang berkhianat salah.

Rianoir memang baru saja mengalahkan boss dungeon dengan level SSS, tetapi itu bukan berarti dia tidak bisa kalah. Dia merasa senang dan bangga dengan pencapaiannya, dan berharap bisa terus berkembang dan mengalahkan lebih banyak musuh lagi.

Namun, salah satu temannya berkhianat dengan memberikan informasi tentang kelemahan Rianoir kepada Profesor Tiffalian. Informasi itu bisa digunakan untuk membuat monster ciptaan profesor menjadi lebih kuat dan sulit dikalahkan. Namun, Rianoir tetap merasa percaya diri dan tidak memperhatikan peringatan temannya.

Sementara itu, Profesor Tiffalian merasa senang karena kota Nusantara telah berubah menjadi Dungeon yang ia ciptakan. Dia berencana menggunakan monster yang diciptakannya untuk menguasai kota dan memperoleh sumber daya yang dibutuhkan untuk pasukan Demon King.

Tiba-tiba, monster ciptaan profesor muncul dari sudut kota dan menyerang warga yang tidak bersalah. Rianoir dan teman-temannya berusaha melindungi warga dan mengalahkan monster tersebut. Namun, mereka kesulitan karena monster tersebut sangat kuat dan memiliki kemampuan yang sulit dihindari.

Rianoir mencoba memanfaatkan skill dan status atributnya untuk mengalahkan monster, tetapi dia menyadari bahwa itu tidak cukup. Dia perlu belajar bela diri dan meningkatkan kemampuannya dalam pertarungan jarak dekat. Dia tidak ingin terlalu mengandalkan skill dan status atributnya karena itu bisa menjadi kelemahannya.

Sementara itu, temannya yang berkhianat merasa bersalah karena telah memberikan informasi tentang kelemahan Rianoir kepada Profesor Tiffalian. Dia mencoba meminta maaf kepada Rianoir dan membantunya mengalahkan monster ciptaan profesor.

"Rian, maafkan aku. Aku telah berkhianat dan memberikan informasi tentang kelemahanmu pada profesor Tiffalian," kata temannya sambil menangis.

Rianoir terkejut mendengar pengakuan temannya. Namun, dia tidak merasa marah atau dendam. Dia hanya ingin mengalahkan monster ciptaan profesor dan melindungi warga yang tidak bersalah.

"Tenang saja, aku tidak marah. Kita harus bekerja sama untuk mengalahkan monster ini," kata Rianoir.

Profesor Tiffalian melihat pertarungan dari kejauhan dan merasa senang dengan kemampuan monster ciptaannya. Namun, dia tidak tahu bahwa Rianoir dan temannya sedang berusaha untuk mengalahkannya.

"Tolong singkirkan variable berbahaya itu, Profesor," kata Demon King yang muncul di dekat Profesor Tiffalian.

"Sudah aku siapkan, tuan. Monster ciptaan saya akan menghancurkan semua yang menghalangi kita," jawab Profesor Tiffalian.

Rianoir dan temannya terus berjuang melawan monster ciptaan profesor. Mereka mengeluarkan semua kemampuan yang mereka miliki dan berusaha keras untuk melindungi warga dan mengalahkan monster tersebut.

Setelah Rianoir berhasil mengalahkan monster dengan level SSS, dia merasa sangat bangga dengan dirinya sendiri dan merasa tidak ada yang bisa menantangnya. Rian benar-benar merasa sangat kuat dan tidak takut pada apa pun, apalagi pada monster ciptaan profesor Tiffalian yang memiliki level yang sama.

Namun, apa yang dikatakan oleh temannya yang berkhianat ternyata salah. Monster yang berhasil dikalahkan oleh Rianoir sebelumnya bukanlah monster level SSS, melainkan monster dengan level EX, yang merupakan level tertinggi atau level dewa.

Dalam waktu singkat, Rianoir menjadi sangat sombong dan merasa sangat yakin bahwa dia bisa mengalahkan monster apa pun dengan mudah.

Tentu saja, hal ini membuat Rianoir sangat kecewa ketika dia melawan monster ciptaan profesor Tiffalian dan merasa kesulitan untuk mengalahkan monster tersebut. Dia merasa terkejut dan kewalahan dengan kekuatan dan kemampuan monster tersebut, yang ternyata jauh lebih kuat daripada yang dia duga sebelumnya.

Rianoir terpaksa mengeluarkan seluruh kemampuan dan keahliannya untuk mengalahkan monster ciptaan profesor Tiffalian, yang tak lain adalah monster dengan level EX yang seharusnya tidak bisa dikalahkan dengan mudah. Rianoir harus menghadapi monster tersebut dengan strategi dan kecerdikan yang lebih matang, karena monster tersebut memiliki kemampuan dan kekuatan yang jauh di atas level SSS.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!