Setelah beberapa saat, Ryan berhasil menemukan kesempatan yang tepat untuk menyerang Guild Master Naga Merah. Ia menyerang dari arah yang tidak terduga dan berhasil menghantam Guild Master Naga Merah. Serangan Ryan yang kuat dan tiba-tiba berhasil membuat Guild Master Naga Merah terkejut dan tidak bisa menghindar.
Namun, Ryan masih harus berhati-hati karena ia masih menerima serangan balik dari Guild Master Naga Merah. Ryan terus menghindari serangan Guild Master Naga Merah dan menyerang dari arah yang tidak terduga.
Trang clang slass
Tag bug bag dug
Ryan terus memukul senjata Guild Master hingga akhirnya senjata tersebut hancur.
Setelah Ryan berhasil menemukan kesempatan yang tepat untuk menyerang Guild Master Naga Merah, ia terus melancarkan serangannya dengan penuh semangat dan kekuatan. Ryan terus memukul senjata Guild Master Naga Merah hingga akhirnya senjata itu hancur. Serangan Ryan begitu kuat dan tak henti-hentinya sehingga senjata legendaris itu akhirnya tidak bisa bertahan lagi.
Saat senjata Guild Master Naga Merah hancur, Ryan segera memanfaatkan kesempatan itu untuk menghajar Guild Master Naga Merah hingga tewas. Ryan mengejar Guild Master Naga Merah yang berusaha untuk melarikan diri, dan berhasil menangkapnya di tengah perjalanan. Tanpa rasa takut atau ampun, Ryan terus memukul dan menendang Guild Master Naga Merah dengan penuh kemarahan, hingga akhirnya tewas di tangan Ryan.
Setelah berhasil mengalahkan Guild Master Naga Merah dan membalas dendam atas serangan yang diterimanya sebelumnya, Ryan merasa sangat lega dan puas. Ia merasa bahwa ia telah membuktikan kekuatannya dan menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Ryan kemudian mengambil barang-barang berharga dari Guild Master Naga Merah dan meninggalkan dungeon dengan kepala tegak.
Perjalanan Ryan sebagai petualang berlanjut, dengan banyak tantangan dan rintangan yang harus ia hadapi di masa depan. Namun, Ryan siap menghadapi semua tantangan dan menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Ia merasa bahwa kemenangan atas Guild Master Naga Merah telah memberinya motivasi dan keyakinan untuk melanjutkan perjalanannya sebagai petualang.
Setelah berhasil mengalahkan Guild Master Naga Merah, Ryan merasa lega dan merasa bahwa ia sudah membuktikan kekuatannya sebagai seorang petualang. Namun, tiba-tiba Manajer Guild Naga Merah melarikan diri dengan menggunakan teleport, membuat Ryan merasa frustasi dan merasa bahwa rencananya telah gagal.
'Hahhh, aku harus segera pergi dari sini!'
Manager Guild Naga Merah ketakutan dan meninggalkan Rian dengan cepat.
Namun, Ryan tidak putus asa dan pergi untuk menghadapi Boss Level SSS. Mereka bertarung sengit dan Ryan menggunakan segala kemampuannya untuk mengalahkan bos tersebut. Setelah pertarungan yang sengit dan panjang, Ryan akhirnya berhasil mengalahkan bos tersebut dan merasa senang karena telah berhasil melewati tantangan tersebut.
Namun, kondisi Ryan sangat kritis karena HP-nya tinggal 1%. Ryan merasa lelah dan kehilangan banyak darah dalam pertarungan yang sengit tersebut. Ia merasa bahwa ia tidak bisa lagi bertahan dalam keadaan seperti ini dan membutuhkan pertolongan segera.
"Huhfff... Huhfff..."
"Hahhh... a-ku, aku tidak bisa melakukan apa-apa lagi."
Ryan merasa khawatir karena ia tidak tahu bagaimana cara untuk menyembuhkan dirinya dalam keadaan seperti ini. Ia merasa kesulitan untuk bergerak dan merasa bahwa tubuhnya semakin melemah. Ia mencoba untuk mencari obat-obatan atau barang-barang yang bisa membantunya tetapi tidak berhasil menemukannya.
Akhirnya, Ryan memutuskan untuk mencari bantuan dari para petualang yang berada di sekitarnya. Ia mencoba untuk berteriak minta tolong, namun tidak ada yang merespon. Ryan merasa semakin putus asa dan merasa bahwa ia tidak akan bisa bertahan dalam keadaan seperti ini.
"A-pa aku akan mati di sini?"
Kondisi Ryan semakin memburuk, hingga akhirnya ia kehilangan kesadaran. Ryan terkapar di lantai dan tidak bisa bergerak lagi. Ia merasa bahwa hidupnya akan berakhir di sini dan ia akan meninggalkan dunia ini dengan tangan hampa.
Namun, pada saat yang sama, datanglah seorang petualang yang melihat kondisi Ryan dan langsung memberikan pertolongan. Ia memberikan obat-obatan dan melakukan pertolongan pertama pada Ryan. Setelah beberapa saat, Ryan mulai merasa lebih baik dan kesadarannya kembali.
"Terima kasih banyak, kawan. Kamu telah menyelamatkan hidupku." Rianoir mengucapkan terima kasih.
"Tidak perlu berterima kasih, teman. Kita adalah sesama petualang dan harus saling membantu."
Ryanoir tersenyum tipis mendengar jawaban atas ucapan terima kasihnya. "Saya merasa sangat berutang budi padamu. Bagaimana aku bisa membayar bantuanmu?" tanyanya kemudian..
Petualang tersebut mengelengkan kepalanya beberapa kali. "Tidak perlu membayar apa-apa, teman. Hanya ada satu hal yang kamu bisa lakukan, yaitu terus berjuang dan menjadi Hunter yang lebih baik lagi."
Ryan merasa sangat bersyukur karena berhasil diselamatkan oleh petualang yang baik hati. Ia merasa bahwa ia telah belajar sebuah pelajaran penting, yaitu bahwa dalam dunia petualangan, kita tidak pernah bisa bertahan sendiri dan selalu membutuhkan bantuan dari orang lain.
Dengan semangat yang baru, Ryan siap melanjutkan petualangannya dan menghadapi tantangan-tantangan yang lebih berat di masa depan. Ia berjanji untuk selalu menjadi petualang yang kuat dan berani, serta selalu siap membantu orang lain ketika mereka membutuhkan bantuan.
"Aku akan selalu mengingat bantuanmu dan berusaha untuk menjadi petualang yang lebih tangguh. Terima kasih lagi."
"Aku selalu siap membantu jika kamu membutuhkan bantuan, teman. Dan jangan lupa, selalu berhati-hati dalam setiap misi yang harus kamu selesaikan."
Ternyata Rian sadar baru dari komanya. Ternyata ia telah tidur selama 3 hari. Rian kemudian bercerita apa yang terjadi di dalam.
Mendengar bahwa Guild Naga Merah ada di balik semua ini, Jendral langsung menghubungi Presiden.
Rian yang baru saja sadar dari komanya tentu masih merasa sedikit bingung dengan apa yang terjadi. Dia kemudian melihat sekelilingnya dan menyadari bahwa dia berada di ruangan yang asing baginya.
"Kamu sudah bangun, Rian?" tanya seseorang yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan.
"Sudah, siapa kamu?" jawab Rian dengan perlahan karena masih merasa sedikit pusing.
"Saya Jendral, teman dari Presiden. Kamu ingat apa yang terjadi di dalam dungeon?" kata Jendral.
Rian memejamkan mata sejenak dan mencoba mengingat kembali apa yang terjadi di dalam dungeon. "Ya, aku ingat. A-ku diserang oleh Guild Naga Merah dan kemudian aku melawan Boss Level SSS."
Jendral mengangguk. "Presiden ingin bertemu denganmu untuk mendengar langsung ceritamu. Tapi sebelum itu, bisakah kamu menceritakan apa yang kamu ingat tentang Guild Naga Merah?"
Rian mengambil napas dalam-dalam dan memulai ceritanya, "Saya ingat ketika saya menggunakan Skill God Mode, tiba-tiba tubuh saya melemah dan skill tersebut langsung non-aktif. Itu semua adalah perbuatan Guild Naga Merah."
"Mereka menggunakan sebuah item aneh yang dapat membuat orang yang ada dalam radius tertentu melemah, kecuali orang tersebut telah ditandai karena Guild Naga Merah memang tidak suka dengan saya."
Jenderal mendengarkan cerita Rianoir dengan seksama agar bisa lebih paham.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments
Elisabeth Ratna Susanti
👍👍👍👍👍👍
2023-06-03
0