Bertemu Dengan Ibu

"I-bu?"

"Ibu!"

Saat berbincang-bincang dengan tentara perempuan, yang akhirnya memperkenalkan namanya, Ara, Rianoir seperti melihat sosok Ibunya yang sedang berjalan.

"Ibu!"

"Ibu Jenny. Ibu Jenny!" panggil Rianoir pada sosok perempuan paruh baya tersebut, dengan menyebutkan namanya juga

Ibu Rianoir, Jenny, menoleh ke arah orang yang memanggil namanya. "Ri-an," panggil Jenny ragu.

Ibu Rianoir, Jenny sedang berjalan dengan membawa selebaran pencarian orang hilang di tangganya. Yaitu selembaran untuk mencari Rianoir yang sudah hilang selama 5 tahun lamanya. Begitu melihat Rianoir, Jenny yang awalnya melihat dengan ragu mulai tersenyum senang.

"Rian..."

Mereka berdua akhirnya berpelukan, menyalurkan rasa rindu antara ibu dan anak.

Di sisi kanan dan kiri mereka tampak kacau akibat adanya dungeon yang muncul dengan adanya monster tadi. Bahkan serpihan badan monster berserakan dimana-mana, ada juga di dekat Rianoir dengan ibunya yang sedang berpelukan dan berbincang-bincang.

"Ibu..."

"Rian. Kamu ke mana saja, Nak?"

"Ibu! Akhirnya Rian bisa bertemu dengan ibu lagi setelah mencari-cari keberadaan ibu." Rianoir melepaskan pelukannya, kemudian bertanya pada Ibunya.

Ibu Rianoir terharu dengan pertemuannya dengan anaknya, Rianoir, yang telah lama hilang selama 5 tahun.

"Rianoir... anakku... Ibu begitu bahagia bisa melihatmu lagi, hiksss hiks hiks..."

"Ibu, maaf."

Rianoir mengucapkan permintaan maafnya kepada Jenny, karena di masa lalunya, pada waktu 5 tahun lalu, dia sering kali membangkang dan tidak mau mendengarkan perkataan serta nasehat dari ibunya.

Mereka berdua kembali berpelukan dengan sesenggukan menahan tangis.

"Kamu kemana saja? Apa yang terjadi selama lima tahun ini? Bagaimana bisa kamu menghilang?" Jenny mengajukan pertanyaan demi pertanyaan yang menjadi pertanyannya selama ini.

Rianoir mengelengkan kepalanya beberapa kali. "Saat itu, Rian sedang melakukan top up di Indoapril. Rian ikut mendaftarkan diri sebagai calon tutorial di game petualangan. Maaf, Bu."

Rianoir tidak bisa menjelaskan tentang keadaan dirinya sendiri saat berada di dunia tutorial game. Dia tidak mau jika ibunya akan merasa sedih karena dia tidak beruntung di dunia tutorial sehingga terjebak selama lima tahun di sana.

"Hiksss... rumah kita hancur Rian. Untuk sementara waktu, ibu ikut tinggal di markas militer." Jenny memberitahu pada Rian, di mana dia tinggal selama rumahnya hancur.

"Iya, Bu. Syukurlah."

Mereka baru saja mau berpelukan lagi, tapi secara tiba-tiba ada sesuatu yang bergerak dengan cepat menyerang Jenny.

"Arghhh..."

"I-ibu..."

Ternyata, monster yang tadi dibunuh Rianoir belum benar-benar mati. Dengan segenap tenaga, ekor monster itu menusuk punggung ibunya Rianoir.

Saat ibu Rianoir ditusuk oleh ekor monster, suasana seketika menjadi mencekam. Rianoir melihat dengan ngeri saat ibunya jatuh tersungkur ke tanah. Darah segar membasahi pakaian ibunya dan meluber ke sekitar mereka.

Dengan kemampuannya dalam memusnahkan monster, Rianoir dengan mudah menghancurkan ekor monster tersebut sehingga lepas dari tubuh ibunya.

Crass

Shuuut

Bruakkk

Ibu Rianoir terlihat sangat lemah dan kesakitan, sementara Rianoir merasa sangat panik dan takut kehilangan ibunya. Dia langsung berlari mendekati ibunya dan mencoba menolongnya. Dia melihat dengan penuh duka saat ibunya kesulitan bernafas dan kehilangan kesadaran.

"Ibu... Ibu..."

Para anggota militer yang hadir segera bergerak cepat dan membawa ibu Rianoir ke tempat yang aman dan memberikan perawatan yang intensif. Namun, keadaan ibu Rianoir terus memburuk dan tidak sadarkan diri. Rianoir panik dan memanggil-manggil ibunya dengan membawa kepala ibunya untuk dia peluk di pangkuannya.

"Ibu, jangan tinggalkan Rian Bu!"

"Ibu..."

"Ibu Anda masih bernafas, kita harus segera membawanya ke rumah sakit."

Rian mendongak menatap ke arah sumber suara. Ternyata orang tersebut adalah anggota militer temannya Ara. Orang tersebut membantu Rian membawa ibunya ke rumah sakit dengan mengunakan mobil patroli, karena ambulan yang biasanya sedang membawa korban lainnya yang lebih dulu terluka saat monster datang.

"Ibu. Ibu harus bertahan."

Rian dengan setia berada di samping ibunya, menggenggam tangan ibunya yang mulai melemah. Dia tidak mau kehilangan ibunya, apalagi dia sudah berjanji akan patuh pada perintah dan perkataan ibunya yang dia abaikan selama ini.

"Ibu..."

Rianoir merasa putus asa dan sedih melihat ibunya dalam kondisi seperti itu. Dia tahu bahwa dia harus berjuang untuk menyelamatkan ibunya dan mencari jalan untuk membantunya bangkit dari koma tersebut. Bagi Rianoir, kejadian ini menjadi pelajaran penting bahwa bahaya selalu mengintai dan dia harus lebih waspada dan siap menghadapi situasi apapun yang akan datang.

***

Tiba di rumah sakit, ibunya Rian langsung mendapatkan penanganan medis secara serius. Rian sendiri menunggu di luar ruangan dengan perasaan cemas.

"Ibu, bertahanlah. Jangan tinggalkan Rian. Rian janji tidak akan bandel lagi, Bu."

Rian terus bergumam seorang diri, merapalkan beberapa janji yang diucapkan untuk ibunya.

Clek

Pintu ruangan IGD terbuka. Dokter keluar mencari anggota keluarga pasien yang sedang dia tannggani karena luka yang sangat serius di area punggung akibat serangan monster.

"Keluarga ibu Jenny?"

"Saya, Dok!"

Cepat Rian datang ke arah dokter berdiri, yaitu tepat di depan pintu ruangan IGD. Dokter bicara tentang keadaan dan kondisi Jenny yang belum sadarkan diri.

"Untungnya ibu Jenny selamat, hanya saja dia dalam kondisi koma."

Rian terkejut dengan keterangan yang diberikan oleh dokter. Dia tidak percaya dengan perkataan dokter yang baru saja dia dengar tadi.

"Koma, Dok?" tanya Rian memastikan.

Dengan keadaan ibunya yang koma, bisa dipastikan jika biaya perawatan akan sangat mahal. Rian tidak bekerja dan tidak memiliki uang sepeserpun.

"Ta-pi, sa-ya tidak punya uang untuk biaya pengobatan ibu." Rian berbicara dengan terbata-bata dan gugup.

Pihak militer yang mendengar pembicaraan mereka, berinisiatif mendekat. "Kami, pihak militer bersedia merawat dan membiayai pengobatan ibumu Rian. Asal kamu mau bergabung dengan militer.

"Rianoir, kami sangat menghargai keberanianmu dalam membunuh monster itu. Kamu memiliki kemampuan yang luar biasa dan kami yakin kamu akan menjadi aset yang berharga bagi militer kami. Kami sudah berdiskusi untuk mengajakmu bergabung."

Ara ikut memberikan penjelasan kepada Rianoir supaya tidak salah paham. Apalagi tadi, Ara juga sudah sempat memberinya penawaran tapi Rianoir belum menanggapi.

"Terima kasih, Pak, Ara. Tapi saya bukanlah seorang prajurit, saya hanya seorang pemburu monster biasa di dunia tutorial."

"Kamu mungkin tidak menyadari, tapi saat tadi kamu telah menyelamatkan nyawa kami semua. Kami membutuhkan orang seperti kamu untuk membantu menjaga keamanan wilayah ini."

Rianoir terdiam sejenak mendengar perkataan pihak militer. "Saya mengerti, tapi apa yang akan terjadi pada ibu saya? Bagaimana dengan biaya perawatannya?"

"Jangan khawatir tentang itu. Jika kamu bergabung dengan militer, kami akan membiayai semua biaya perawatan ibumu dan memberikan pengobatan yang terbaik untuknya. Kami akan memberikan segala yang dibutuhkan untuk kesembuhannya."

Mendengar penjelasan yang diberikan oleh pihak militer, Rian berpikir sejenak kemudian memberikan jawabannya. "Saya sangat menghargai tawaran itu, Pak. Tapi apakah saya harus saya lakukan?"

Terpopuler

Comments

Abbie Jard

Abbie Jard

bodoh terlalu ceroboh...

2024-11-12

0

Muhammad dafin Arrifad

Muhammad dafin Arrifad

mc tolol kan ada skill heal knp gk di pakee

2024-04-28

0

Dr. Rin

Dr. Rin

jadi Hunter OP nak biar kaya

2023-05-25

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!