Rian mulai bergerak dengan cepat, menghindari serangan bos dan memanfaatkan kelemahannya. Dia menggunakan berbagai skill dan senjata yang dimilikinya untuk mengurangi HP bos dengan cepat.
Namun, bos Dungeon level SSS sangatlah kuat dan sulit dikalahkan. Rian hampir kalah saat bos mulai menggunakan skill yang belum pernah dia lihat sebelumnya.
Rian kemudian mengambil risiko dengan menggunakan skill terlarang yang dia pelajari dari seorang master kuno. Skill ini bisa mengambil HP lawan dengan cepat, tetapi juga dapat mengambil HP Rian secara serius.
Dengan keberanian dan keterampilan yang luar biasa, Rian berhasil melumpuhkan bos dan mengalahkannya. Meskipun HP-nya hampir habis, dia merasa bangga dengan prestasi yang dia capai.
Dia segera menggunakan potion untuk pulih dan mengambil semua hadiah yang dia dapatkan dari bos. Setelah selesai, dia memutuskan untuk melanjutkan petualangannya dan mencari tahu siapa yang berada di balik serangan terhadap dirinya.
"Saya sudah curiga kalau ada sesuatu yang janggal dengan Guild Naga Merah. Terima kasih untuk informasinya, Rian. Saya akan segera menghubungi Presiden."
Jenderal menerima laporan yang diberikan oleh Rianoir, kemudian langsung menindaklanjuti laporan tersebut.
Jendral segera mengeluarkan telepon genggamnya dan menelepon Presiden. Setelah menjelaskan situasi kepada Presiden, mereka berdua sepakat untuk melakukan investigasi terhadap Guild Naga Merah dan membongkar kegiatan ilegal yang mereka lakukan.
Sementara itu, Rian masih berada di ruangan itu dan berusaha memulihkan kondisinya. Dia berpikir bahwa meskipun dia mengalami kekalahan yang telak di dalam dungeon, setidaknya dia telah memberikan petunjuk berharga kepada Jendral dan Presiden untuk membongkar kejahatan Guild Naga Merah. Dia merasa lega bahwa dia telah melakukan sesuatu yang baik meskipun dia harus membayar harganya dengan kekalahan dan cedera yang serius.
Presiden pun marah dan mengeluarkan perintah penangkapan terhadap seluruh anggota Guild Naga Merah dengan segera.
***
Di tempat lain, tim pembersih Dungeon menemukan sebuah bola kristal merah yang memiliki simbol tertentu. Simbol ini mengingatkan Rian dengan lingkaran Sihir yang ada dalam Dungeon Artificial
Setelah tim pembersih Dungeon menemukan bola kristal merah dengan simbol yang sama dengan lingkaran Sihir di dalam Dungeon Artificial, mereka segera melaporkannya ke Presiden.
Presiden lalu menghubungi Rian secara virtual dan meminta keterangan lebih lanjut tentang lingkaran Sihir tersebut.
Di tempat Rianoir dihubungi oleh presiden, ada jenderal yang ikut menyimak pembicaraan mereka berdua mengenai bola kristal tersebut.
"Rianoir, bisakah kamu memberikan informasi lebih lanjut tentang lingkaran Sihir yang kamu sebutkan? Apa yang kamu tahu tentang itu?" tanya Presiden.
"Lingkaran Sihir itu ditemukan dalam Dungeon Artificial, dan sepertinya digunakan untuk memanggil monster-monster kuat. Tapi saya tidak tahu siapa yang membuatnya atau untuk apa tujuan yang sebenarnya," jelas Rian pada presiden.
"Hmm, sepertinya ini semakin terlihat seperti rencana besar dari Guild Naga Merah. Mereka tidak hanya mencoba menghancurkan mu, tapi juga melakukan hal-hal yang lebih besar dari itu. Kita perlu segera menemukan dan mencari tahu apa yang mereka rencanakan," kata Presiden dengan tegas.
"Mungkin lingkaran Sihir ini adalah bagian dari rencana mereka, dan bola kristal merah ini bisa menjadi petunjuk yang berharga," tambah Jendral.
"Saya setuju. Kita harus segera mengumpulkan semua anggota tim untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Tidak boleh ada yang terlewatkan," tegas Presiden.
"Dalam hal ini, saya akan memimpin tim itu," kata Jendral memposisikan dirinya.
"Sangat baik. Kita harus bertindak cepat sebelum rencana jahat Guild Naga Merah terwujud," ujar Presiden.
Tim penyelidik kemudian berangkat menuju tempat di mana lingkaran Sihir ditemukan. Mereka berusaha mencari petunjuk dan informasi yang bisa membantu mereka mengungkap rencana jahat Guild Naga Merah.
***
Di suatu tempat, Manajer Guild Naga Merah sangat kesal dengan semua ini. Ia kemudian meminta tolong Professor Tifallian, dalang dibalik Dungeon Artificial dan item yang Manajer Guild Naga Merah gunakan.
"Professor Tifallian, kami membutuhkan bantuanmu," kata Manajer Guild Naga Merah dengan nada gugup.
"Kami telah mengalami kekalahan yang memalukan, dan kami memerlukan bantuanmu untuk memperkuat senjata kami."
Manajer Guild Naga Merah, yang sangat kesal dengan kekalahan mereka, memutuskan untuk meminta bantuan pada Professor Tifallian, yang dikenal sebagai dalang dibalik Dungeon Artificial dan item yang mereka gunakan, yang tentunya lebih tahu bagaimana cara mengatasinya.
Professor Tifallian, yang duduk di kursinya di depan komputernya, mengangkat kepalanya dan menatap Manajer Guild Naga Merah dengan tatapan tajam. "Apa yang bisa saya bantu?" tanyanya dengan suara serak.
"Kami membutuhkan senjata baru yang lebih kuat," jawab Manajer Guild Naga Merah dengan nada patuh.
"Kami memerlukan sesuatu yang dapat mengalahkan Rian dan seluruh timnya," lanjutnya kemudian, dengan meminta senjata yang lebih mematikan.
Professor Tifallian tersenyum sinis. "Saya bisa memberikan kepada kalian beberapa item yang mungkin bisa membantu, tetapi jangan lupakan harga yang harus kalian bayar," katanya dengan suara dingin.
Manajer Guild Naga Merah mengangguk. "Kami siap membayar berapapun harga yang Professor inginkan. Yang penting adalah kekuatan senjata tersebut."
Ternyata Profesor Tiffalian menyetujuinya, karena persyaratan yang dia minta akan dipenuhi oleh sang Manager. Yaitu syarat untuk memberikan ratusan manusia sebagai objek penelitiannya sang Profesor.
Sebenarnya, Manajer Guild Naga Merah merasa ragu dengan syarat yang diajukan oleh Professor Tifallian, namun akhirnya dia setuju karena merasa dalam keadaan terdesak.
"Baiklah, saya bersedia memberikan ratusan manusia sebagai objek penelitian mu, tetapi saya ingin kamu menjaga kerahasiaan ini," kata Manajer Guild Naga Merah.
"Jangan khawatir, rahasia ini akan selalu terjaga," jawab Professor Tifallian.
Manajer Guild Naga Merah lalu memberikan bola kristal merah yang ditemukan oleh tim pembersih Dungeon kepada Professor Tifallian.
"Apakah kamu bisa mengungkapkan rahasia bola kristal ini?" tanya Manajer Guild Naga Merah.
"Ya, saya bisa. Namun, untuk mengetahuinya, saya harus melakukan penelitian lebih lanjut," jawab Professor Tifallian.
Manajer Guild Naga Merah lalu meninggalkan Professor Tifallian dan menginstruksikan anggota Guild Naga Merah-nya untuk mengumpulkan ratusan manusia sebagai objek penelitian Professor Tifallian. Namun, Manajer Guild Naga Merah merasa sedikit takut dengan apa yang bisa terjadi pada manusia yang diberikan kepada Professor Tifallian.
Professor Tifallian mengangkat tangan dan mengetik sesuatu di komputernya. Beberapa detik kemudian, sebuah portal muncul di hadapan Manajer Guild Naga Merah.
"Ini adalah portal menuju ke dunia tempat item yang kalian butuhkan berada," kata Professor Tifallian sambil menunjuk ke arah portal. "Tetapi ingat, harga yang harus kalian bayar akan sangat mahal."
Manajer Guild Naga Merah mengangguk, lalu melangkah ke dalam portal dan menghilang dari pandangan Professor Tifallian.
Professor Tifallian tersenyum puas, mengetahui bahwa dia telah berhasil mengambil keuntungan dari situasi ini. Dia kemudian kembali menatap komputernya, siap untuk melanjutkan eksperimennya yang gelap dengan semua ambisinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments
Lenkzher Thea
Lanjut thor 👍+🌹
2023-05-28
0