Pihak militer itu sendiri sebenarnya sudah tidak ada gunanya, kalah sama Guild. Maka dari itu, mereka butuh sosok Hunter kuat seperti Rianoir. Sedangkan pihak militer yang bertanggung jawab menegaskan bahwa militer dan organisasi yang bertanggung jawab dalam menjaga keamanan suatu wilayah memiliki peran yang penting dalam keamanan dan pertahanan negara. Meskipun perannya tidak lagi dianggap.
"Rianoir, kami butuh bantuan mu. Jadi, tolong pikiran dengan matang. Seperti yang kamu tahu, monster semakin menjadi-jadi di daerah ini dan militer kami tidak mampu menghadapinya. Meskipun, guild memiliki kekuatan yang cukup untuk menangani monster. Kami membutuhkan sosok Hunter yang kuat seperti kamu untuk membantu."
Orang dari pihak militer mencoba menegaskan bahwa militer sangat membutuhkan Rianoir agar mau bekerjasama dengan mereka.
"Saya tidak tahu. Saya bukan seorang Hunter dan saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan." Rianoir kembali mengatakan kekhawatirannya, karena dia tidak yakin dengan kemampuannya di dunia nyata ini.
"Tapi Rianoir, ibumu sangat membutuhkan biaya pengobatan. Jika kamu membantu kami, kami akan membayar biaya pengobatan ibumu. Kami tidak bisa menjamin bahwa ibumu akan sembuh, tapi setidaknya kami akan mencoba semampu kami."
Dalam situasi di desak seperti ini, Rianoir harus cepat memutuskan untuk menyetujui atau tidak permintaan militer untuk melawan monster demi keselamatan ibunya, Dia merasa sangat tertekan dan sulit untuk memutuskan apa yang harus dilakukan. Dia tidak memiliki pilihan lain selain menyetujui permintaan militer tersebut agar ibunya bisa mendapatkan perawatan medis yang dia butuhkan, karena dia memang tidak memiliki uang sama sekali.
Rianoir sangat bimbang dan merenungkan segala konsekuensi dari keputusannya nanti. Dia khawatir tentang apa yang akan terjadi pada dirinya sendiri dan orang-orang yang dicintainya jika dia terlibat dalam pertempuran melawan monster. Namun, dia juga tidak ingin meninggalkan ibunya sendirian dan tanpa perawatan medis yang layak karena dalam keadaan koma seperti itu.
Setelah mempertimbangkan segala sesuatunya, Rianoir akhirnya memutuskan untuk menyetujui permintaan militer dan bersedia berpartisipasi dalam pertempuran melawan monster. Meskipun dia merasa khawatir dan tidak yakin apa yang akan terjadi selanjutnya, dia yakin bahwa dia harus melakukan apa yang terbaik untuk ibunya dan orang-orang yang dia cintai.
"Tapi bagaimana jika kamu tidak bisa tawaran ini? Bagaimana dengan ibumu?" tanya Ara dengan maksud mengingatkan Rianoir.
"Kami akan memberikan segala informasi yang kamu butuhkan tentang monster dan tugas-tugas yang harus kamu lakukan. Kami akan melindungi dan membimbingmu selama misi. Kami yakin kamu akan berhasil. Tolong, bantu kami dan demi menyelamatkan ibumu."
Rianoir harus bisa tegar dan berani mengambil keputusan, meskipun dia tahu bahwa dia akan menghadapi banyak tantangan dan rintangan selama pertempuran melawan monster. Namun, dia juga mungkin merasa sedih dan takut, karena dia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya dan apakah dia akan bisa melindungi ibunya dan dirinya sendiri.
Saat akhirnya dia mengambil keputusan untuk menyetujui permintaan militer, dia mengambil napas dalam-dalam dan menenangkan diri. Dia sedikit lega karena telah membuat keputusan yang sulit namun penting untuk ibunya yang telah lama tidak dijumpai. Dalam situasi seperti ini, Rianoir harus bisa mengambil keputusan dengan bijak dan mempertimbangkan segala sesuatunya dengan matang sebelum membuat keputusan yang akan berdampak besar pada hidup seseorang.
Rianoir memejamkan mata dengan menghela nafas berat. "Baiklah, saya akan membantu. Tapi tolong pastikan bahwa ibuku mendapat perawatan terbaik," jawab Rianoir membuat keputusan akhir.
"Terima kasih, Rianoir. Kami akan menjaga dan menepati janji kami. Selamat bergabung dengan militer."
Akhirnya Rianoir yang tidak memiliki uang untuk biaya pengobatan ibunya setuju dengan persyaratan, yaitu ibunya yang koma akibat serangan monster harus selamat.
***
Akhirnya setelah beberapa saat kemudian, sepak terjang Rianoir ini terendus banyak Guild, termasuk salah satu Guild terkuat di indonesia, yaitu Guild Naga Merah. Mereka ingin merekrut Rianoir, tapi diabaikan oleh Rianoir yang sudah bergabung dengan militer. Akhirnya pihak Guild Naga Merah merasa tersinggung dan tersaingi sehingga dendam dan berusaha membunuh Rianoir.
"Kita harus membunuh Rianoir. Dia sudah menolak tawaran kita dan merusak citra kita di mata para hunter lainnya." Salah satu dari anggota Naga Merah tampak geram dengan sikap Rianoir yang menolak tawaran mereka.
"Tapi bagaimana cara kita membunuhnya? Dia sangat kuat dan mungkin akan melawan balik." Temannya yang lain ragu.
Anggota Guild Naga Merah, yang merasa diabaikan oleh Rianoir, merasa sakit hati dan merencanakan untuk membunuhnya. Mereka merasa terancam oleh kekuatan Rianoir dan ingin menghilangkan ancaman tersebut.
"Kita bisa menggunakan strategi untuk mengecoh si Rianoir itu. Kita bisa mengirimkan monster palsu untuk menyerangnya dan ketika dia melemah, kita bisa menyerangnya secara langsung."
"Atau kita bisa mengintai dan menunggu waktu yang tepat untuk menyerangnya. Kita harus bergerak dengan cepat dan tepat sebelum dia memiliki kesempatan untuk kabur. Bukankah itu hal yang menarik?"
Guild Naga Merah akhirnya memutuskan untuk mengirim beberapa anggotanya guna mencari Rianoir dan membunuhnya. Mereka menggunakan berbagai taktik dan strategi untuk menangkap atau membunuh Rianoir dengan kewenangan untuk menyerangnya secara langsung atau mengirimkan monster untuk melawan Rianoir.
Crass
Tag bug
"Arghhh..."
Ketika Rianoir dan Hunter dari Guild Naga Merah bertarung, mereka saling serang dengan serangan jarak dekat dan jauh, menggunakan senjata dan sihir, serta menghindari serangan satu sama lain.
Sayangnya, Rianoir memiliki kemampuan bertarung yang sangat kuat dan mampu menghadapi tantangan dari Guild Naga Merah. Dia dapat menggunakan kecerdasan dan strategi untuk mengalahkan lawannya sehingga bisa menaklukkan serangan mereka dengan mudahnya karena pengalamannya saat berada di dunia tutorial game petualangan.
"Cuihhh, hanya segitu? dasar lemah!"
Bukan hanya serangan secara fisik tapi mental juga di serang Rianoir sehingga lawan marah dan tidak terima dengan ejekannya.
"Kamu memanggilku lemah? Aku akan menunjukkan padamu betapa salah kamu menilai kemampuanku!"
"Tidak, aku tidak bermaksud seperti itu. Aku hanya mengatakan bahwa kita perlu bekerja lebih keras dalam pertarungan ini." Rian menyindir sambil tersenyum miring.
"Sudah terlambat untuk menjelaskan sekarang. Aku akan membuktikan bahwa aku lebih kuat dari kamu. Terima pukulan ini! Hiaaat..."
Dug bug dag dug
"Ehhh..."
"Aku tidak butuh bantuan mu. Kemampuanku sudah cukup untuk mengalahkan siapa saja." Hunter yang tadi terkena serangan Rianoir, meminta temannya yang lain untuk tidak mendekat dan membantunya.
"Baiklah, kalau kamu bilang begitu. Tapi jangan sampai terluka atau celaka!"
"Tentu saja tidak. Aku hanya ingin menunjukkan padanya dan pada siapa saja agar tahu, siapa lebih kuat di antara kami!"
Rianoir hanya tersenyum tipis mendengar perkataan kedua Hunter dari Guild Naga Merah. Dia sendiri tidak tahu, apa maksud mereka yang sebenarnya sehingga menyerangnya secara tiba-tiba.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments