"Lancang! Beraninya kau berkata begitu pada Kaisar! Penjaga, pancung dia!" ucap salah satu selir yang berdiri di samping kaisar.
"Siapa yang memerintah mu melakukan ini!" hardik kaisar.
"Kaisar, ta-tapi dia sudah keterlaluan," jawab selir itu gugup.
"Penjaga, bawa selir ini dan hukum dia 70 kali cambuk!" perintah kaisar.
"Baik kaisar," jawab penjaga itu memegang tangan selirnya.
"Kaisar! Kaisar! Aku hanya ingin membelamu dari sampah itu! Kenapa aku yang kau hukum, bukan dia!" teriak selit itu sambil berontak. Tangannya terlepas dan ia kembali berlari ke arah kaisar dan memeluk kaki kaisar.
"Maafkan aku kaisar, aku tidak mengulanginya lagi, tolong jangan hukum aku," ucap selir itu sambil sesenggukan.
"Penjaga! Apa yang kalian lakukan! Bawa dia sekarang juga!" seru kaisar.
Kedua penjaga itu menarik tangan selir yang menempel erat di kaki kaisar. Mereka pun berusaha untuk melepaskan tangan selir itu dan dengan memberontak, selir itu menangis dan berteriak-teriak secara histeris.
"Maafkan Kakek yang tidak peduli dengan mu. Kakek terlalu sibuk mengurus yang lain sehingga tidak memperhatikan mu dan lupa akan tugas menjadi seroang kakek. Kakek minta maaf ya," ucap Kaisar menyambut Feng Yun agar tidak berlutut terus. Feng Yun menghindari tangan kaisar agar tidak menyentuhnya.
"Kaisar tidak perlu merasa bersalah, aku cukup senang dengan apa yang aku alami saat ini," jawab Feng Yun.
"Kamu tinggal di mana sekarang?" tanya Kaisar memegang kepala Feng Yun.
"Aku tinggal di paviliun mawar," jawab Feng Yun.
Kaisar terdiam, karena paviliun mawar sudah lama tidak di gunakan, malah di gunakan tempat tinggalnya.
"Kenapa kalian malah membiarkan Feng Yun tinggal di tempat yang sudah tidak layak di tinggali lagi, apa cucu keturunan ku lebih rendah dari kalian para pelayan. Siapa yang mengantarkan uang untuk Feng Yun?" tanya Kaisar terlihat murka.
Beberapa pelayan terlihat ketakutan, uang jatah Feng Yun tiap bulan mereka potong, seharusnya Feng Yun dapat 100 keping emas tapi di potong mereka hanya mendapat 20 keping emas. Uang segitu tidak cukup untuk makan satu bulan, maka dari itu, Feng Yun bekerja mencari tanaman obat untuk di jual agar ia bisa makan.
"Yang menjadi pelayan Feng Yun ke sini!" hardik kaisar.
"Maafkan kami Yang Mulia, kami … kami tidak melakukan apa pun pada Feng Yun, hanya saja … hanya saja dia yang mau tinggal di sana," ucap pelayan itu menundukkan kepala gemetaran. Feng Yun menekuk alisnya, di depan kaisar pun mereka masih berani berbohong.
Kaisar menatap iba ke arah Feng Yun lalu memegang kepala Feng Yun.
"Kau selama ini pasti hidup dengan susah payah, maafkan Kakek yang tidak perhatian pada mu," ucap Kaisar mengelus rambut Feng Yun.
Feng Yun terdiam, kaisar sudah tahu tidak perhatian padanya, tapi sehari pun ia tak pernah datang menjenguk Feng Yun, di mana tempat tinggalnya, bagaimana pelayanan pelayan kepada dirinya yang sungguh tidak layak itu, bahkan dirinya lebih rendah dari pelayan istana. Bahkan obat-obatan untuk memperkuat tubuh juga tidak ia dapatkan, semuanya di kuasai oleh pelayan karena obat-obatan itu lebih berharga dari uang. Pada akhirnya, ia bangkit dengan dirinya sendiri.
"Kaisar, maafkan aku jika aku lancang, tapi jika mulut ini tidak bicara maka hati ini juga tidak akan tenang."
"Katakanlah," kata Kaisar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
Imam Sutoto
mantap gan lanjutkan
2024-08-30
0
Mamat Stone
ok
2024-08-05
0
Iwan Sukendra
keren nih novel
.⭐ 5
2024-07-28
0