"Aku tahu, apa tidak boleh jika aku mencobanya?" bujuk Feng Yun berusaha tersenyum karena ia di katakan tidak berguna, mereka saja yang tidak tahu jika sekarang ia punya kekuatan.
"Haishh! Aku sudah mengingatkan mu, jika kamu bersikera untuk pergi ya sudahlah," ucap pria itu dengan wajah masamnya. Ia menulis nama Feng Yun di sebuah kertas, lalu memberikan kertas berwarna hijau menandakan jika Feng Yun mengerjakan tugas rendah.
"Terima kasih," ucap Feng Yun menerimanya dengan senang hati.
"Jangan berterima kasih padaku, berdoalah agar kau selamat," sahut Dogun Hei melihat ke arah bukunya.
Feng Yun tersenyum mendapat kertas warna hijau itu dan ia pun pergi sesuai alamat yang tertulis di kertas warna hijau itu.
Tempatnya berada di daerah bebatuan yang besar, atau di dalam goa. Akan tetapi tidak sembarang goa, bisa di masuki, karena goa itu bisa jadi ada hewan yang berbahaya.
Feng Yun terus berjalan, ternyata di setiap bebatuan besar di hutan sudah ada orang-orang yang mulai mencari rumput mutiara itu. Ada yang sudah mendapatkannya meski hanya satu rumput, ada juga yang sudah terluka tapi tetap melanjutkan demi sepotong roti untuk keluarganya. Ada juga yang lebih menyerah saja dari pada nyawa melayang. Bahkan ada juga yang terluka parah dan meninggal.
"Haishh … nyawamu sangat berharga jika aku sia-sia mati karena hanya untuk mencari makan, mundur adalah pilihan tepat jika dalam keadaan bahaya, aku masih ingin hidup lebih lama lagi," ucap Feng Yun mengangguk-angguk.
Feng Yun terus berjalan dan akhirnya ia pun sampai di sebuah bebatuan besar dan banyak, Feng Yun melihat 2 rumput mutiara di sana itu berarti ada 2 ekor laba-laba yang harus ia hadapi jika ia mengambil kedua rumput itu.
"Ayo Feng Yun! Kamu pasti bisa," ucapnya memberi semangat pada diri sendiri.
Ia pun berjalan pelan-pelan memasuki tempat batuan besar itu.
'Itu dia rumputnya aku harus secepatnya mendapatkannya,' batin Feng Yun melihat rumput mutiara yang sudah dekat.
Feng Yun dengan hati-hati mencabut rumput mutiara itu dan saat di cabut ternyata di akar itulah para laba-laba penunggu rumput itu tinggal. Pantas saja para pemburu rumput mutiara tidak bisa menghindari dari pertempuran.
Laba-laba itu menyerang ke arah Feng Yun dan Feng Yun berusaha menghindarinya sambil menyimpan rumputnya.
'Dengan satu jurus apa aku bisa mengalahkannya tidak ya?' pikir Feng Yun.
Laba-laba itu lagi menyerangnya. Feng Yun melancarkan serangannya.
JURUS LEDAKAN API GELOMBANG ES
Duaaaarrrrrrrrr!
Jurus Feng Yun mengenai tepat pada wajah laba-laba itu dan mengenai matanya membuat sebagian tubuh laba-laba itu terbakar lalu membeku.
Laba-laba itu menjadi tak karuan, ia mengamuk sehingga mencabut rumput mutiara lainnya dan laba-laba yang satunya keluar dari akar rumput mutiara itu.
Feng Yun menangkap rumput mutiara yang tercabut itu dan terbang akibat amukan laba-laba itu, Feng Yun menyimpannya lagi. Tak lama kemudian laba-laba yang satunya ambruk karena nyawanya tidak bisa bertahan lebih lama lagi.
Sedangkan laba-laba yang satunya lagi melihat ke arah Feng Yun dan ia langsung menyerang Feng Yun.
Feng Yun sebisa mungkin menghindarinya, kali ini laba-laba ini tidak membiarkan Feng Yun menyerangnya balik, ia terus menyerang Feng Yun secara bertubi-tubi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
Kardi Kardi
wow. good jobbb princeeee
2025-02-07
1
Imam Sutoto
gile keren
2024-08-30
0
Mamat Stone
ok
2024-08-05
0