"Saat ini tubuh Tuan masih sangat lemah, jika mereka tahu Tuan mempunyai hewan legenda maka mereka memburu Tuan, meskipun kami bisa menjaga diri kami sendiri, ini semua agar tidak mencolok dan mencari banyak musuh untuk Tuan saat ini," jelas naga es.
Feng Yun mengangguk-angguk mengerti. "Aku mengerti, saat ini aku sudah sembuh, saatnya aku harus berlatih agar aku bisa naik level. Tapi … argghhh! Saat ini aku masih sangat miskin, untuk membeli batu permata saja aku tak belum sanggup, saat ini hanya bisa latihan fisik saja dulu, setelah aku punya uang yang cukup baru aku akan membeli batu permata untuk latihan memperkuat tubuh," ucap Feng Yun berdiri.
"Di dalam hutan larangan ini di manakah tempat latihan yang bagus?" tanya Feng Yun terus berjalan.
"Ada air terjun yang penuh dengan energi, Tuan bisa latihan di sana," jawab naga es.
"Di mana arahnya?"
"Silahkan Tuan naik di punggung salah satu dari kami."
Feng Yun bingung naik yang di mana satu, naga api ia akan terbakar, naga es ia akan membeku.
"Naik di punggung kalian apa aku akan baik-baik saja?" tanya Feng Yun khawatir.
"Tidak ada masalah, hanya saja mungkin karena baru pertama kali, jadi Tuan belum terbiasa, tapi jika sudah naik Tuan akan terbiasa."
Feng Yun pun naik di punggung naga api dan itu terasa panas.
"Aaaaaaaa! Panas! Panas! Panas!" Feng Yun langsung turun dan mengibaskan tangannya karena tangannya melepuh.
"Tuan, coba naik di punggung ku," ucap naga es.
"Eh iya, iya, iya, lebih baik naik kamu deh," ucap Feng Yun naik di punggung naga es.
Tangannya terasa membeku dan tidak bisa di gerakkan, seperti jadi mati rasa.
"Aaaaaaaa! Dingin! Dingin! Dingin!" teriak Feng Yun juga turun dari punggung naga es. Feng Yun mendekatkan tangan dengan naga api dan beku es itu perlahan-lahan mencair.
"Bisakah kalian berdekatan, aku akan naik ke punggung kalian berdua," ucap Feng Yun.
Mereka pun berdekatan, Feng Yun naik ke atas tubuh naga tersebut dan itu terasa panas dan dingin.
"Tetaplah bertahan Tuan," ucap Naga es.
Kedua naga itu terbang di ketinggian sehingga para penduduk melihat dari kejauhan.
"Apa yang terbang di langit itu, berwarna merah dan biru," ucap salah satu warga menunjuk ke arah langit.
"Itu terlihat seperti ular terbang," jawab temannya.
"Heh bodoh! Itu bukan ular, tapi layang-layang ular yang di mainkan oleh anak di kerajaan sebelah," sahut temannya yang lain.
"Itu pertandanya apa? Mungkinkah itu warna untuk mengajak perperangan?" tanya yang lain.
"Itu kalau bendera, ini cuma layangan anak-anak saja, sudah kita kerjakan saja pekerjaan kita," ajak pria yang tidak terlalu peduli dengan masalah tersebut.
Dari atas balkon, Kaisar dan para menteri melihat yang terbang ke langit dan perlahan-lahan benda itu pun turun ke bawah.
"Benda apakah yang terbang itu?" tanya Kaisar merasa aneh dengan benda terbang itu.
"Tidak tahu Yang Mulia, aku baru pertama kali melihat benda seperti itu. Tapi Yang Mulia tenang saja, aku akan memerintahkan pengawalku untuk memeriksanya dan akan segera mencari tahu benda apa itu," ucap salah satu Mentri yang menemani kaisar minum teh di atas balkon.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
Kardi Kardi
itu PANGERANNN. Sedang naik PESAWAT DRAGON AIR/Joyful/
2025-02-07
1
Imam Sutoto
jooss lanjut
2024-08-30
0
Mamat Stone
/Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
2024-08-05
0