Feng Yun menyengir. "3 helai 1 keping perunggu, jika tidak mau ya sudah lah, aku akan mencari tempat lain saja, lagian lukaku juga tidak terlalu parah, jika hanya mencari penjual yang lain aku rasa aku tidak akan mati," ucap Feng Yun tanpa membalikkan badannya.
"Baiklah, aku setuju," ucap penjual itu pasrah dari pada dagangannya tak laku.
Feng Yun tersenyum, ia membalikkan badannya dan kembali ke tempat penjual itu.
Penjual itu dengan wajah masamnya ia membungkus daun itu ke dalam kantong, Feng Yun mengambil satu keping perunggu dan memberikan kepada penjual itu.
"Terima kasih," ucap Feng Yun tersenyum menerima kantong itu. Feng Yun duduk di samping sebuah toko, ia menghancurkan daun itu dengan tangannya dengan meremetnya.
Rasa luka itu semakin lama semakin sakit, apa bila tidak di obati, rasa sakit yang di rasakan akan menjalar ke seluruh tubuh.
Feng Yun menempelkan daun itu di lukanya, memang terasa sakit saat menempelkannya, tapi obat itu bisa mengobati secara perlahan-lahan meskipun tidak sama dengan obat dalam yang di buatkan oleh Alkemis, obat mereka lebih manjur dan khasiatnya terbukti cepat dalam penyembuhan.
Obat seperti ini hanya orang miskin yang akan membelinya, orang kaya tentu saja membelinya dengan para Alkemis.
"Sakit sekali, aku harus bersembunyi dulu di hutan larangan agar tidak ada yang menganggu ku di saat sakit seperti ini," ucap Feng Yun berdiri.
Ia pun berlari dengan kecepatan yang ia bisa agar secepatnya ia sampai. Hutan larangan itu berada di Utara kerajaan Bahyong, hutan ini masih termasuk wilayah kekuasaan Bahyong. Sedangkan perbatasan hutan larangan itu ada kerajaan Sen Zui.
Feng Yun pun sampai di perbatasan hutan larangan dan ianpun masuk ke dalam tanpa kendala apa pun, mereka yang tidak punya kemampuan apa bila masuk ke dalam hutan larangan menandakan jika mereka ingin bunuh diri.
Hewan-hewan yang biasanya buas itu kini memberi jalan untuk Feng Yun.
Feng Yun masuk ke dalam goa dan bersandar di dinding goa, sambil memegang lengannya yang terluka.
Kedua naga itu keluar dari cincin Hongse milik Feng Yun.
"Tuan, kami bisa membantu mu, tapi Tuan harus menahan rasa sakitnya," ucap naga api.
"Sakit seperti apa yang tidak pernah aku rasakan selama masa hidup ku ini, jika rasa sakit ini untuk menyembuhkan ku, itu bukanlah apa-apa," jawab Feng Yun.
"Baiklah, Tuan duduk dan pejamkan mata Tuan," ucap naga es.
Feng Yun membetulkan posisi duduknya lalu memejamkan matanya.
Kedua naga itu mengelilingi Feng Yun dan mereka mengeluarkan api dan es lalu menyatukannya lalu mengarahkan kekuatan itu ke arah luka Feng Yun.
Feng Yun terkejut karena kekuatan itu masuk secara tiba-tiba tanpa aba-aba dan ia pun menahan rasa sakitnya itu.
Perlahan-lahan luka Feng Yun sembuh, dan rasa sakit itu juga menghilang.
"Eh, aku sudah sembuh?" tanya Feng Yun melihat keseluruh tubuhnya tanpa ada terluka sedikit pun.
"Iya, kami bisa menyembuhkan Tuan, tapi ini tidak bisa di gunakan selalu, jika tidak tubuh Tuan tidak akan berkembang dan terus betergantungan dengan kami," ucap naga api.
"Oh begitu ya, aku akan berusaha untuk tumbuh menjadi kuat dengan cara ku sendiri. Tapi kenapa kalian tidak menyembuhkan ku saat di sana?" tanya Feng Yun.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
Kardi Kardi
itu pelajaran TUANNN. Agar ke depan makin TANGGUH/Proud/
2025-02-07
1
Imam Sutoto
gile keren
2024-08-30
1
Mamat Stone
masih naif
2024-08-05
0