Setelah di pikir-pikir, ia punya ide. Kenapa harus mencarinya jauh-jauh, ia kan punya jurus es. Feng Yun menyengir dan ia pun melancarkan jurusnya.
JURUS ES MEMBEKU
Duaaaarrrrrrrrr!
Sebuah pohon beku oleh es, Feng Yun pun berlari ke arah pohon itu, ia mengambil daun-daun untuk menampung es yang akan ia cairkan.
JURUS PUTARAN API
Duaaaarrrrrrrrr!
Es itu pun meleleh dan secepatnya Feng Yun menampungnya.
"Astaga! Dia pasti sangat mandiri sehingga punya pikiran seperti itu sampai bisa memikirkan cara yang tidak di pikirkan oleh orang lain," ucap naga api manyun.
"Ck! Dia benar-benar jenius," sahut naga air tertawa.
Feng Yun meminum air yang ia tampung tadi dan lepaslah dahaganya.
Krucuk! Krucuk!
Tiba-tiba saja perutnya kini yang berbunyi.
"Ayolah, tadi haus sekarang lapar." Feng Yun pun berjalan dan melihat seekor kelinci yang sebesar babi yang sedang lari kecil melintasi jalan.
"Wah ada kelinci, di panggang enak nih," ucap Feng Yun menyengir.
Feng Yun pun berlari mengejar kelinci itu, tapi kelinci itu juga sangat cepat larinya.
"Oh kau sangat ingin lari dariku ya," ucap Ferzo terus mengejarnya.
JURUS ES MEMBEKU.
Kelinci itu langsung tak bergerak dan ia pun membeku.
"He-he-he, mau kabur kemana kamu hah!" ucap Feng Yun mengambil kelinci itu lalu membawanya masuk goa.
Feng Yun pergi mengambil kayu bakar, ia juga mengambil batu lalu mengeseknya ke kayu itu. Ia memilih tidak mengunakan jurus apinya atau goa ini akan terbakar.
Keluarlah dari percikan api dari gesekkan batu itu dan menghasilkan api unggun.
Feng Yun membakar kelinci tersebut hingga matang, ia pun menyantapnya. Karena sudah kenyang, ia pun mengantuk karena hari sudah dini hari dan sebentar lagi subuh akan datang. Feng Yun pun tertidur pulas.
***
Dari celah-celah goa masuknya sinar mentari. Dedaunan meneteskan embun pagi. Para penghuni hutan pun sudah ada yang terbang di langit dan berjalan di bumi. Yang bernyawa terbangun dari tidurnya dan melakukan aktivitas seperti biasa. Pemangsa berburu yang lemah dan yang lemah bersembunyi menyelamatkan diri, begitulah seterusnya siklus kehidupan.
Feng Yun merenggangkan tubuhnya, ia meliuk-liukkan tubuhnya lalu mengayun kekiri dan kanan.
Ia mengambil baju yang sudah kering itu lalu memakainya, ia tidak melihat kedua naganya lagi, ia juga tidak khawatir karena mereka sudah pasti ada di dalam cincin Hongse.
Feng Yun keluar dari goa dan berjalan mengikuti jalan yang ia buat sebelumnya.
Beberapa menit kemudian, ia pun sampai di perbatasan hutan larangan.
"Wah, pagi ini cerah sekali, secerah hati ku," ucap Feng Yun mengangguk-angguk tersenyum melihat sekelilingnya.
Ia pun berjalan menuju ke paviliunnya, Feng Yun masuk ke dalam untuk membereskan paviliun yang sudah berantakan, sudah pasti Feng Xio yang melakukan atau sepupunya yang lain.
Karena saat ini ia sudah memiliki kekuatan, sudah seharusnya ia mencari pekerjaan yang lebih layak lagi dan bayaran yang cukup mahal. Dulunya ia hanya pekerja mencari tanaman obat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, meskipun dulu ia tau di tipu harga tanaman obat padahal mahal jika para pedagang itu membeli pada penjual yang lain, pada dirinya di beli sangat murah. Akan tetapi ia hanya bisa diam saja dari pada ia melawan dan pada akhirnya ia akan di pukuli, asalkan uang yang ia dapat cukup untuk ia makan saja itu sudah bersyukur.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
Kardi Kardi
good boy. very DILIGENT/Smile/
2025-02-07
1
Imam Sutoto
jooss lanjut
2024-08-30
0
Mamat Stone
semangat
2024-08-05
0