...~Happy Reading~...
"Apa yang harus ku lakukan?" Metta memejamkan matanya sambil menyandarkan kepala pada bagian sisi mobil taksi online yang akan mengantarkan nya ke rumah sakit.
Air mata nya sejak tadi terus luruh membasahi pipi nya, mengabaikan kebingungan di wajah sang supir taksi yang diam diam mengintip dari balik spion.
"Apakah aku bisa membesarkan mu sendiri, hem?" gumam Meta lagi dan kini tangan nya ter ulur untuk mengusap perut datar nya.
"Maaf Neng, tisu?" Supir taksi online itu memberikan sekotak tisu kepada Metta, lantaran tidak tega melihat gadis itu terus terisak di bangku belakang.
Perjalanan yang harusnya hanya memakan waktu dua puluh menit, hingga kini sudah satu jam belum juga tiba lantaran terjebak oleh macet yang sangat parah.
"Terimakasih Pak," Metta menerima tisu itu dan langsung mengusap air mata nya, dada nya masih terasa begitu sesak saat mengingat nasib nya yang sangat tidak baik baik saja.
Seandainya saja, dulu ia tidak termakan rayuan palsu kekasih nya. Tentu, dirinya tidak akan se menderita sekarang.
Keluarga nya tidak ada yang mau mengakui nya apalagi membantu. Ia di usir dan bahkan sekarang ia sudah di Jakarta dan ia belum juga mendapatkan pekerjaan tetap.
Beberapa kali ia melamar pekerjaan, namun itu hanya berlaku beberapa hari saja. Setelah orang tahu bahwa dirinya hamil di luar nikah, dirinya langsung di usir dan di pecat.
Se hina itu kah ia, Metta merasa sudah tidak sanggup lagi untuk bertahan hidup.
Sementara itu, di tempat yang berbeda. Tepat nya di mobil taksi yang berbeda, kini Baby sudah tiba di rumah sakit dimana seharusnya Meta berada di sana.
Ia segera bergegas untuk turun dan mencari keberadaan Metta.
"Lo yakin kan, dia ada disini?" tanya Baby ke arah Robby.
"Kayaknya sih iya, tadi dia bilang sama supir taksi nya gitu, katanya mau ke rumah sakit Delima," jawab Roby yang terus mengedarkan pandangan nya ke sembarang arah untuk mencari keberadaan Metta.
"Ya udah, gue coba tanya ke resepsionis dulu,"
Metta kembali berlari kecil, menuju meja resepsionis. Ia menanyakan apakah ada pasien yang bernama Metta, namun ternyata tidak ada.
"Suster yakin, teman saya tidak disini? Suster jangan bohong ya, bohong itu dosa loh Sus," ucap Baby terus mendesak suster tersebut.
"Maaf Non, memang tidak ada daftar pasien hari ini yang bernama seperti itu," jawab suster itu dengan sopan namun tegas.
Baby langsung menghela napas nya dengan berat, hingga tiba tiba saat ia berbalik ia langsung di buat memekik terkejut.
"Huaaaaa!" pekik Baby yang seketika langsung terjungkal ke belakang lantaran terkejut melihat sosok hantu yang tiba tiba mengejutkan nya saat ia berbalik.
"Maaf, anda tidak apa?" tanya suster dan beberapa orang yang di sana ikut terkejut dan membantu Baby untuk bangun.
"S—saya tidak apa, maaf. Tadi kaki saya sedikit terkilir kayaknya, makanya kaget dan jatuh," jawab Baby berbohong sambil mata nya terus menatap pada sosok menyeramkan yang sejak tadi terus menatap nya dengan begitu tajam.
Sosok perempuan berambut panjang dengan pakaian putih, namun wajahnya hitam dengan mata yang berwarna merah dan menyorot tajam.
"Apakah perlu di tangani Dokter? Saya akan membantu kamu," tawar suster hendak membantu Baby untuk ke ruangan dokter.
"Tidak perlu Sus, saya sudah tidak apa apa kok. Saya sepertinya harus segera pulang saja, terimakasih ya Sus, dan tolong jika nanti suster melihat orang yang seperti saya tunjukkan tadi, tolong kabari saya." ujar Baby yang langsung di balas anggukan kepala oleh Suster itu.
'Si Robby kemana sih, sial banget. Kalau lagi kaya gini aja gak bisa di andelin dia, setan kamprettt!' umpat Baby dalam hati nya terus menggerutu di sepanjang jalan.
"Kau bisa melihat ku?" tanya hantu tadi dan langsung mengikuti langkah Baby yang pergi meninggalkan lobi rumah sakit.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
Ayuk Vila Desi
akupun ikut kaget .. apalagi bayanginya ih serem😱
2023-04-11
2
April Lianti
ngeri amat by 🙈
2023-04-01
1
dwi ayu
kok blum up gy mommy
2023-03-28
1