...~Happy Reading~...
"Halo adik manis!"
"Cantik, lihat kesini dong. Ayo dong,"
"Aku tahu kamu bisa lihat kita. Come on, lihat sini."
"Apa aku harus mencium mu biar kamu melihat ku!"
Deg!
Seketika itu juga, Baby langsung menatap tajam pada sosok hantu laki laki berwajah pucat dengan hiasan sedikit darah yang menjadi tato abadi di kening laki laki itu.
Rambut acak acakan dengan masih menggunakan seragam sekolah menengah atas. Membuat Baby berfikir bahwa lali lali itu meninggal ketika masih sekolah.
"Sudahlah Bob, kamu jangan membuat nya takut," ujar salah satu hantu perempuan berambut panjang dengan wajah yang sedikit menyeramkan, namun masih bisa di toleransi.
"Tapi baru kali ini, ada yang bisa melihat kita."
"Lebay kamu Bob, apaan baru kali ini. Kamu lupa kemarin juga ada nenek nenek yang lihat kita, bahkan ngasih wejangan panjang lebar ke kamu." ucap hantu perempuan tadi sambil berdecak, "Bilang saja karena dia cantik, makanya kamu ganggu terus."
"Kalian ini sebenarnya siapa? Kenapa harus mengganggu ku hiks hiks hiks." perdebatan antara dua hantu itu langsung terhenti ketika mendengar suara tangisan dari gadis kecil bernama Baby.
"Adik manis, jangan takut. Meskipun kami setan, tapi kami baik kok, kami bukan hantu jahat, kami masih memiliki hati," ujar si hantu perempuan berusaha membujuk baby, namun sialnya karena ia tidak bisa menyentuh tubuh gadis kecil itu.
"Nama ku Susi, si sundel seksii. Dan dia, Boby. Udah ya cantik, jangan takut lagi, kami gak doyan daging manusia kok," ujar Susi.
Dengan perlahan, Baby mengangkat kepala nya, kembali menatap dia wujud manusia yang sudah berbeda alam itu dengan seksama.
Memang tidak begitu seram, namun tetap saja Baby merasa takut. Terlebih ketika melihat kaki mereka melayang, membuatnya serasa ingin terus menangis.
Baby heran, kenapa ia bisa melihat hantu itu. Dirinya bukan indigo, jangankan melihat hantu, hanya merasa merinding saja dirinya tidak pernah.
Selama hidup nya, sebelas tahun ini Baby belum pernah berkenalan dengan hantu. Nama nama hantu saja dirinya tidak tahu, karena memang dirinya tidak tertarik sama sekali. Dan kebetulan dirinya selalu aman di dekat orang tuanya.
"Halooo!" seru Susi karena sejak tadi melihat Baby hanya terdiam melamun.
"Tidak bisa kah kalian Pergi Berpura-pura seolah tidak melihat ku?" tanya Baby memasang wajah memelas nya.
"Justru kami itu ingin menghibur kamu." jawab Susi, lalu ia berpindah tempat menjadi tepat di samping Baby.
"Mama dan adik kamu sudah meninggal. Mereka langsung pergi ke alam nya, tapi sebelum pergi. Kami sempat lihat, mama kamu menemui kamu disini, dia menangis sambil menggendong bayi."
"M—mama hiks hiks hiks." Baby langsung terisak kala nama ibunya kembali di sebut, "Dimana mama ku? Jika aku bisa melihat kalian, apakah aku juga bisa melihat mama?" tanya Baby menatap penuh permohonan pada dua hantu di sebelah nya.
Keduanya kini justru yang terdiam, saling menatap lalu menggelengkan kepala.
"Baby, begini. Orang yang sudah mati, dan tidak memiliki urusan lagi di dunia maka dia akan langsung pergi dengan tenang. Tidak akan gentangan seperti kita."
"Mama kamu sudah tenang, karena yakin kamu akan tumbuh menjadi gadis kuat, pemberani dan tidak cengeng. Mama kamu juga yakin kalau kamu bisa melewati semuanya. Maka dari itu, kami disini karena ingin memberikan mu semangat!" jelas Susi panjang lebar mencoba memberikan penjelasan kepada Baby.
"Itu berarti, kalian arwah penasaran? Kalian gentayangan disini, karena—"
"Urusan kami masih banyak!" saut hantu laki laki bernama Boby, kini akhirnya ikut bersuara.
Baby kembali menatap kedua hantu itu. Semakin lama, ia sudah tidak merasa takut lagi. Justru kini ia merasa memiliki teman, walau tak terlihat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
Lalisa
ohh 😂😂
2025-04-01
0
choky_chiko_r
keren lah.bsa temenan😄
2024-02-19
1
Halimah
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
2023-12-19
1