Sementara kedua saudari itu pergi ke kamar di mana kedua lansia berada.Yang lainnya tidak mau berada di tempat mereka pergi ke kamar lain dan namun tetap berjaga-jaga dengan pisau di tangan masing-masing.
Mama aya bergegas memeluk suaminya tapi tidak menangis, dia hanya ingin mencoba menenangkan suaminya itu. Bohong jika pria yang sudah dia nikahi ini tidak sedih.
Begitu juga dengan Mama hanji yang juga ingin menenangkan suaminya ini. Kedua orang tua sudah pergi dan tidak mungkin bisa menjadi manusia normal lagi.
Ayah dan han ji yang sudah mempersiapkan mental ,saling pandang dan menggangguk sebagai kode.
Pintu dibuka dan kedua lansia yang sudah berubah menjadi zombie langsung maju untuk menggapai cucu untuk mereka makan.
"Ahhhkkk..
Grrakkkk...
tidak mau berlama-lama keduanya langsung angkat pisau dan..
Srat ...
Srrat...
Dua kepala itu jatuh ke tanah dengan meninggalkan bunyi plop.
Setelah kepala itu jatuh mereka benar-benar tidak bergerak lagi dan terdiam untuk selamanya.
Ini adalah tubuh orang yang dicintai tapi tidak ingin berlanjut dan menjadi musibah di masa depan.
Lagi pula roh dari dua lansia ini tentu melihat mereka dari atas. Dan mereka akan merasa sedih dengan kondisi tubuh mereka yang sangat mengenaskan saat ini.
Jika ini di hari yang normal mungkin keduanya memilih untuk dikuburkan. Tapi zombie tidak bisa dikuburkan begitu saja meskipun sudah mati tapi virus masih tetap ada.
Contoh kasarnya jika ada lalat atau nyamuk yang mendekati mayat. Kemungkinan besar nyamuk dan lalat itu juga akan terkontaminasi dan juga berubah menjadi mutan yang sangat mengerikan.
Jalan baiknya adalah mengkremasi jasad korban.
Namun masalahnya mereka saat ini sedang berada di lantai 8 Jadi tidak mungkin melakukan hal itu.
Tanpa mengedipkan mata dua tubuh segala dibagi dibelah menjadi dua dari posisi pinggang.
kepala kakek dan nenek diangkut dan diletakkan di atas kompor gas.dengan teganya mereka membiarkan api dari gas membakar 2 kepala itu sampai menjadi hangus.
Perlu waktu sampai kepala itu benar-benar gosong dan tidak lagi terlihat wujudnya.
sementara itu yang lain bahkan tidak ingin melihat prosesi ini ayah dan haji sudah mengatakan apa yang ingin mereka lakukan pada tubuh kakek dan nenek.
Mereka akan mengkremasi nenek dengan cara yang paling ekstrem yang yang bisa mereka pikirkan saat ini.
Dua tubuh tadi dipotong lagi dengan ukurannya lebih kecil dan kemudian mereka memasukkannya ke dalam oven besar.
keluarga haji membuka toko kue kering dan mereka memiliki oven besar di rumah saat ini.
Sekarang oven itu berguna membuat kremasi khusus untuk nenek dan kakek.Biarkan oven itu menyala terus-menerus sampai jasadnya menjadi abu.Setelah kepala kakek dan nenek sedikit mengering dan terlihat tengkoraknya, barulah disatukan dengan jasad yang sudah di dalam oven. Ini memungkinkan satu open memuat dengan dua jasad sekaligus
begitu semua tubuh berhasil masuk ke dalam oven yang masih menyala baru setelah itu keduanya bisa menarik nafas lega tapi itu belum semuanya mereka bergegas membuka pakaian dan membakarnya sekalian di dalam oven.
Lalu bergegaslah untuk membersihkan diri di kamar mandi.ni adalah hari pertama kejadian hari kiamat dengan begitu masih ada aliran air yang mengalir dan belum terkontaminasi.
Begitu juga dengan listrik yang masih menyala juga dengan telepon genggam. Mereka masih berfungsi tapi tidak tahu sampai kapan.
Tidak ada waktu untuk mandi lama-lama. Keduanya memutuskan untuk mandi berbarengan.Setelah selesai membersihkan diri barulah keduanya keluar dan melihat jika semua orang tua sudah berganti pakaian dengan pakaian berwarna putih.
Meskipun tidak mirip tapi paling tidak pakaian ini menjelaskan jika mereka dalam kondisi berkabung.
"mamah papah ini mungkin akan memakan sedikit waktu tapi ku pikir kalian belum makan sejak pagi ayo makan dulu "Sapa Han ji.
Papa Han ji dan mamanya hanya bisa menggelengkan kepala masing masing. Mana ada selera untuk makan jika sedang menghadapi situasi yang mengerikan seperti sekarang.
Kedua orang tua yang tadi malam masih tertawa dan tersenyum melihat perilaku anak-anaknya. Sekarang sedang dibakar dalam oven yang biasanya digunakan untuk membuat kue.
Lagi pula kompor yang akan dipakai untuk memasak, tadinya di tempatkan oleh kepala kedua lansia itu.
Tidak tega.
"kalian harus belajar dan terbiasa dengan kondisi ini ke depan masih ada hal-hal yang akan terjadi dan itu tidak akan pernah enak"kata han ji.
"Mama Papa, paman dan bibi .kali ini kalian akan menolak makan .Tapi percayalah di masa depan makanan adalah sesuatu yang langka .Untuk mendapatkan sepotong roti pun kita harus mempertaruhkan nyawa terlebih dahulu .Sekarang masih ada sesuatu yang bisa dimakan maka hargai saja" kata Aya pelan.
Jika bisa memilih aya pun tidak ingin hidup di dalam kondisi yang seperti sekarang. Ini sangat buruk dan membuat aya benci dengan diri sendiri.
Tapi masih bisakah mereka bertanya tentang pilihan saat ini.Ini karena memang tidak ada pilihan yang diberikan selain bertarung atau mati.
Tidak ada yang menjawab tapi semuanya masih menerima satu keping roti di tangan masing-masing. Anak-anak memang benar hidup akan semakin sulit. sekarang masih ada sesuatu untuk dimakan dan itu masih bagus.
Setelah menyelesaikan roti tadi papa ayah bangkit, dia menarik foto dari kedua lansia itu dan meletakkannya di depan oven yang masih menyala.
bau tengik daging yang terbakar masih saja tercium. seseorang mungkin saja muntah saat itu tapi ini bukanlah waktu yang tepat.
Kedua foto lansia itu diletakkan dengan cara terhormat dan dua putra membuat gerakan penghormatan untuk terakhir kalinya.
Hanya ini sajalah yang bisa mereka lakukan sebagai dua putra yang tidak berbakti.
Melihat dua pria itu melakukan penghormatan terakhir, kedua istri masing-masing juga melakukannya. Aya dan han ji juga mengikutinya dari belakang.
Suara tangis yang terendam terdengar lirih itu jelas keluar dari mulut Papa ayah dan papa Han ji.Jarang sekali mendengar ketiganya menangis tapi saat ini paling sedih dan mereka tidak bisa menahan air mata untuk turun.
Tangis ini segera berjangkit pada kedua istri mereka. Han ji dan aya juga tidak kuasa menahan tangis ini.
Berharap semoga ini adalah terakhir kalinya mereka menangis dan terakhir kalinya mereka kehilangan orang-orang yang tercinta.
6 orang sekarang duduk dengan tertib di depan oven yang menyala. dan ini masih berlanjut untuk 1 jam ke depan.
setelah ayah ya Setelah semua orang yakin tubuh itu sudah pun menjadi abu, mereka mengeluarkannya dengan cara tradisional.
Mengeluarkan rak berisi abu jenazah seperti orang yang mengeluarkan kue kering dari oven.
Tapi karena tahu ini bukanlah kue melainkan abu jenazah semua hal dilakukan dengan hormat dan sangat berhati-hati.
Letakkan abu jenazah di atas meja dan biarkan mendingin sebentar.
Mama haji segera berlari ke kamarnya dan mengambil sesuatu. ketika dia keluar orang melihatnya vas bunga dengan bentuk bulatan.
Meskipun terlihat tidak cocok tapi masih bisa dipakai untuk menyimpan abu jenazah kedua lansia.
Hanya setelah itulah abu jenazah dipindahkan dalam dua vas tadi. Dalam prosesi memasukkan abu ke dalam vas semua orang menangis lagi.
"sebenarnya kakek dan nenek cukup beruntung mereka masih bisa menjalani kremasi meskipun tidak layak. banyak orang yang mati dan menjadi zombie bahkan berserakan di tepi jalan dan tidak dikenali lagi"kata Aya.
Dia sudah melihat bagaimana jasad yang tidak berbentuk berserakan di jalan penuh dengan darah dan daging yang sudah berceceran di tanah.
Di dalam novel dia juga sudah membaca jika tidak ada kremasi yang dilakukan pada era zombie.
Sebab itulah dikatakan jika kakek dan nenek masih orang-orang yang cukup beruntung.
Apa yang dikatakan oleh aya tidak ada satu orang pun yang berusaha membantahnya .Karena mereka juga tahu ini adalah kebenaran.
Jika satu hari seseorang dalam keluarga ini mengalami hal yang sama sulit dikatakan mereka akan mendapatkan kremasi sebagus ini.
Jadi kakek dan nenek adalah orang yang beruntung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 270 Episodes
Comments