Tanpa terasa dua saudari ini sudah berjalan jauh menghabiskan waktu seharian di kota kuno.
mereka dijadwalkan untuk pulang sekitar jam 10.00 malam. jadi masih ada beberapa jam setelah makan malam berakhir.
Sebelum pulang keduanya berniat untuk mencari sesuatu yang bisa dijadikan sebagai oleh-oleh untuk keluarga di rumah.
"kakak kira-kira apa bagusnya untuk dikirim pada nenek ya?"tanya aya dengan wajah cemberut.
Orang yang paling ditakuti adalah neneknya sendiri, ataupun bukan mama ataupun papa.
Saat ini nenek ayah tinggal di rumah besar keluarga Han ji.Ayah hanji adalah putra pertamanya dan dia merasa sudah pantas berada di rumah itu berbanding dengan rumah Aya sendiri.
Tidak ada yang menolak pengaturan ini karena mereka termasuk dengan keluarga yang harmonis.Lagi pula anak-anak tidak kekurangan uang sama sekali. Apalah artinya memberikan makan seorang nenek tua yang hanya menunggu waktu untuk pergi.
tapi setiap kali bertemu nenek Han sering saja mengomel dan memberikan pengarahan demi pengarahan.
Kesenjangan generasi membuat nenek hal tidak begitu menyukai anak-anak muda zaman ini. Contoh kecilnya adalah masalah mode pakaian.
Walaupun begitu ayah masih menyayangi neneknya ini. Dia masih wanita tua yang begitu perhatian dan sering bertanya bagaimana kondisinya di sekolah.
Berhubung aya sendiri sedang berjalan-jalan di kota tua .Tentu saja dia harus pulang dengan hadiah yang tua juga.
Jadi dia berpikir untuk memberikan neneknya sebuah hadiah kecil.
Han ji segera menyeret kakinya untuk pergi ke toko antik yang berjejeran di sepanjang jalan. Mereka sama sekali tidak mengetahui mana yang antik asli atau mana yang tiruan.
Toh semua yang dibeli akan dipergunakan sebagai hadiah.
"Bagaimana kalau kalung giok sepertinya cantik dan ini kuno seperti nenek hahaha"
"kamu ini bercanda aja ini nenekmu lho nanti bisa kualat"
"maaf kakakku sayang, hanya bercanda kok"
"Permisi tuan berapa kira-kira harga kalung giok ini?"tanya han ji pada pemilik warung.
Pemilik itu segera tersenyum dan pergi ke depan untuk melihat produk apa yang kira-kira diminati oleh dua gadis cantik.
"Ohh ini adalah kalung giok tiruan tidak asli, tapi harganya masih 100 dolar" katanya menjelaskan.
Harganya sedikit mahal tapi penjual ini cukup jujur dengan mengatakan kalung giok ini adalah produk tiruan. Tidak banyak penjual barang antik yang akan mengaku secepat itu.
"tidak asli tapi masih mahal bisa ditambah dikurangi sedikit?"tanya aya yang sedikit tertekan mendengar harganya.
Aya masih seorang pelajar tapi juga adalah siswa miskin karena kekurangan uang saku. Berbeda jauh dengan han ji yang sudah bisa mencari uang sampingan.
"kalau begitu bisakah kau tunjukkansesuatu yang asli sedikit mahal juga tidak apa-apa"kata Anji dengan percaya diri.
Dia punya uang untuk membeli itu berbeda jauh dengan aya yang bokek.
Penjual itu tersenyum dan pergi ke belakang untuk mengambil sesuatu. Saat kembali dia sedang memegang mampan perunggu.Di dalam mempan itu ada beberapa produk giok yang semuanya dijamin asli namun harganya sama sekali tidak murah.
Karena Han jie yang memiliki uang jadi dia memilih beberapa produk yang dipikirnya cocok untuk nenek dan juga ibunya di rumah. Dia juga melarang aya untuk membelikannya sendiri. Karena dia cukup tahu bagaimana keuangan gadis ini.
Selain itu han ji juga akan memberikan beberapa produk yang lebih murah untuk aya.
Mendapati penawaran seperti ini aya tiba-tiba menyesal kenapa dia menjadi seorang gadis yang pemalas.
Baru dia sadar jika uang itu adalah sebuah keperluan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 270 Episodes
Comments
Leny Leny
penyesalan datang di akhir aya, klo di awal pendaftaran namany. ABG labil
2023-03-01
0